Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Waduhh!! Patah Hati Bisa Buat Orang Mati, Serius??

Waduhh!! Patah Hati Bisa Buat Orang Mati, Serius??

9 Maret 2018 | Dibaca : 305x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Nikki Stamp, seorang ahli kesehatan jantung asal Australia menyatakan bahwa sakit hati secara emosi ternyata benar-benar mampu pengaruhi kesehatan kita, termasuk risiko meninggal karena serangan jantung.

Dikutip dari laman Australia Plus, sebuah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa selang sebulan setelah orang yang dicintai meninggal, risiko kematian kita ternyata dapat meningkat secara signifikan.

Istilah ini dinamakan sebagai "taktsubo cardiomyopathy", sebuah istilah untuk menyebut munculnya sindrom penyakit yang disebabkan naik turun emosi karena patah hati.

"Dalam kondisi stres yang akut, terjadi peningkatan adrenalin yang menyebabkan risiko serangan jantung," kata Dr Stamp.

Dijelaskan Dr Stamp, pada jantung orang yang patah hati, terlihat pembuluh koroner mendorong jantung mereka menggembung. Hal ini pertama kali ditemukan di Jepang pada 1990, setelah jantung seorang pasien dikatakan bentuknya menyerupai badan gurita.

Dr Stamp mengatakan, takotsubo jarang terjadi, kecuali pada risiko yang menyerang jantung wanita setelah masa menopause.

"Tidak semua orang yang menderita (taktsubo) akan berujung pada risiko kematian, tergantung bagaimana penanganan kesehatan oleh yang bersangkutan dan lingkungan sekitarnya," tukasnya.

Penelitian sudah dilakukan dan para periset mengubah cara kita berpikir soal patah hati dalam pengertian medis.

"Misalnya, dalam beberapa tahun terakhir depresi telah dianggap sebagai faktor berisiko pada penyakit jantung yang berdiri sendiri," kata Dr Stamp.

"Sekarang, yakni 20 tahun setelahnya, ini bukanlah sesuatu yang orang katakan karena sepertinya lembut."

Telah ada juga sejumlah penelitian lebih lanjut soal bagaimana depresi tidak hanya berpengaruh pada masalah jantung, tapi juga memengaruhi pemulihan pasien.

"Pengobatan dalam hal ini menjadi sedikit lebih holistik," kata Dr Stamp.

"Kami menyadari bahwa penyakit ini tidak ada di luar sana dan ini menjadi benar-benar penting," kata dia.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

putra trump
12 Juli 2017, by Slesta
Anak Laki-laki Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia tidak memberitahu ayahnya tentang sebuah pertemuan dengan seorang pengacara Rusia yang mengatakan ...
Batuan di Bulan Kering atau Basah?
24 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Bulan kemungkinan sangat kering bahkan di kedalamannya, menurut sebuah studi baru dari para peneliti di Scripps Institution of Oceanography di University of ...
Ramai Pencopotan Wakil Ketua KPK, Masinton: Bukan Hal Luar Biasa
23 September 2017, by Rindang Riyanti
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Masinton Pasaribu heran dengan ramainya pemberitaan mengenai pencopotannya dari Wakil Ketua Pansus angket ...
 Calon Gubernur Maluku Utara Ahmad Hidayat ditetapkan sebagai Tersangka Oleh KPK
17 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Seperti diberitakan KPK sedang gencar mengincar para pelaku korupsi di berbagai wilayah Indonesia tak tertekecuali calon kepala daerah pada pemilu ...
Mendongeng Bisa Membawamu Ke mana Saja!
17 September 2017, by Dika Mustika
Sebagai orang tua, pernah bingung bagaimana mengajarkan sesuatu kepada anak Anda? Sebagai guru, pernah bingung mengemas kegiatan pembelajaran yang menarik pada ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview