Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Waduhh!! Patah Hati Bisa Buat Orang Mati, Serius??

Waduhh!! Patah Hati Bisa Buat Orang Mati, Serius??

9 Maret 2018 | Dibaca : 1281x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Nikki Stamp, seorang ahli kesehatan jantung asal Australia menyatakan bahwa sakit hati secara emosi ternyata benar-benar mampu pengaruhi kesehatan kita, termasuk risiko meninggal karena serangan jantung.

Dikutip dari laman Australia Plus, sebuah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa selang sebulan setelah orang yang dicintai meninggal, risiko kematian kita ternyata dapat meningkat secara signifikan.

Istilah ini dinamakan sebagai "taktsubo cardiomyopathy", sebuah istilah untuk menyebut munculnya sindrom penyakit yang disebabkan naik turun emosi karena patah hati.

"Dalam kondisi stres yang akut, terjadi peningkatan adrenalin yang menyebabkan risiko serangan jantung," kata Dr Stamp.

Dijelaskan Dr Stamp, pada jantung orang yang patah hati, terlihat pembuluh koroner mendorong jantung mereka menggembung. Hal ini pertama kali ditemukan di Jepang pada 1990, setelah jantung seorang pasien dikatakan bentuknya menyerupai badan gurita.

Dr Stamp mengatakan, takotsubo jarang terjadi, kecuali pada risiko yang menyerang jantung wanita setelah masa menopause.

"Tidak semua orang yang menderita (taktsubo) akan berujung pada risiko kematian, tergantung bagaimana penanganan kesehatan oleh yang bersangkutan dan lingkungan sekitarnya," tukasnya.

Penelitian sudah dilakukan dan para periset mengubah cara kita berpikir soal patah hati dalam pengertian medis.

"Misalnya, dalam beberapa tahun terakhir depresi telah dianggap sebagai faktor berisiko pada penyakit jantung yang berdiri sendiri," kata Dr Stamp.

"Sekarang, yakni 20 tahun setelahnya, ini bukanlah sesuatu yang orang katakan karena sepertinya lembut."

Telah ada juga sejumlah penelitian lebih lanjut soal bagaimana depresi tidak hanya berpengaruh pada masalah jantung, tapi juga memengaruhi pemulihan pasien.

"Pengobatan dalam hal ini menjadi sedikit lebih holistik," kata Dr Stamp.

"Kami menyadari bahwa penyakit ini tidak ada di luar sana dan ini menjadi benar-benar penting," kata dia.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

mitsubishi estate
12 Juli 2017, by Slesta
Mitsubishi akan meluncurkan dana untuk investasi di gedung perkantoran dan fasilitas komersial di Asia dan Australia, dengan tujuan mengelola 200 miliar yen ($ ...
Cara Tepat Mengisi Daya Smatphone Android dengan Cepat
12 April 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Smartphone merupakan salah satu bukti kecanggihan teknologi yang semakin maju di dunia. Setiap tahunnya selalu ada inovasi terbaru dari berbagai ...
danau baikal
30 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Danau Baikal yang berada di Siberia Rusia ini memang menjadi salah satu danau yang menakjubkan. Bagaimana tidak, Baikal menjadi danau terdalam, ...
Wanita Berprofesi PNS Berbuat Mesum saat Ramadhan di Surabaya
2 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Razia yang dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak ( PPA ) Satreskrim Polrestabes Surabaya di sejumlah kawasan rawan mesum untuk ...
Sarapan Ringan Mungkin Mengurangi Biaya Obat Kanker Prostat yang Mahal
29 Maret 2018, by Slesta
Berikut ini adalah salah satu cara untuk memotong biaya obat kanker prostat $ 10.000 per bulan: Bawalah dengan makanan, kata beberapa peneliti. Peneliti ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab