Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Waduhh!! Patah Hati Bisa Buat Orang Mati, Serius??

Waduhh!! Patah Hati Bisa Buat Orang Mati, Serius??

9 Maret 2018 | Dibaca : 344x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Nikki Stamp, seorang ahli kesehatan jantung asal Australia menyatakan bahwa sakit hati secara emosi ternyata benar-benar mampu pengaruhi kesehatan kita, termasuk risiko meninggal karena serangan jantung.

Dikutip dari laman Australia Plus, sebuah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa selang sebulan setelah orang yang dicintai meninggal, risiko kematian kita ternyata dapat meningkat secara signifikan.

Istilah ini dinamakan sebagai "taktsubo cardiomyopathy", sebuah istilah untuk menyebut munculnya sindrom penyakit yang disebabkan naik turun emosi karena patah hati.

"Dalam kondisi stres yang akut, terjadi peningkatan adrenalin yang menyebabkan risiko serangan jantung," kata Dr Stamp.

Dijelaskan Dr Stamp, pada jantung orang yang patah hati, terlihat pembuluh koroner mendorong jantung mereka menggembung. Hal ini pertama kali ditemukan di Jepang pada 1990, setelah jantung seorang pasien dikatakan bentuknya menyerupai badan gurita.

Dr Stamp mengatakan, takotsubo jarang terjadi, kecuali pada risiko yang menyerang jantung wanita setelah masa menopause.

"Tidak semua orang yang menderita (taktsubo) akan berujung pada risiko kematian, tergantung bagaimana penanganan kesehatan oleh yang bersangkutan dan lingkungan sekitarnya," tukasnya.

Penelitian sudah dilakukan dan para periset mengubah cara kita berpikir soal patah hati dalam pengertian medis.

"Misalnya, dalam beberapa tahun terakhir depresi telah dianggap sebagai faktor berisiko pada penyakit jantung yang berdiri sendiri," kata Dr Stamp.

"Sekarang, yakni 20 tahun setelahnya, ini bukanlah sesuatu yang orang katakan karena sepertinya lembut."

Telah ada juga sejumlah penelitian lebih lanjut soal bagaimana depresi tidak hanya berpengaruh pada masalah jantung, tapi juga memengaruhi pemulihan pasien.

"Pengobatan dalam hal ini menjadi sedikit lebih holistik," kata Dr Stamp.

"Kami menyadari bahwa penyakit ini tidak ada di luar sana dan ini menjadi benar-benar penting," kata dia.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Rahasia Sukses Digital Strategy
21 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Unsur terpenting untuk kesuksesan strategi digital Anda mungkin akan mengejutkan Anda. Apakah itu teknologi terbaik? Anggaran terbesar? Bukan. Inilah ...
Diantara “Dua” Pria Ganteng Ini Mana yang Lebih Pantas Mendampingi Artis Cantik Hye Kyo
8 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Siapa yang tidak kenal artis cantik asal negeri Gingseng Korea Selatan Song Hye Kyo, yang baru-baru ini terdengar berita menggemparkan dengan ...
Berapa Dosis Makanan Favorit yang Bisa Membunuhmu?
12 September 2017, by Rindang Riyanti
Seperti Paracelsus, alkemis terkenal, berkata, "Racun ada dalam segala hal, dan tidak ada sesuatu yang tanpa racun. Dosisnya bisa menjadi racun atau ...
Nahas, Kehilangan Kendali, Corolla menabrak Grand Max di Tol Cipali, Lima Orang Meninggal Dunia
21 Juli 2018, by Zeal
Tampang.com - Peristiwa kecelakaan terjadi kembali di jalan Tol Cikopo-Palimanan. Kali ini, terjadi antara satu mobil Toyota Corolla dengan satu mobil Grand ...
Tas Seminar yang Trendy dan Kekinian
13 Juli 2019, by Admin
Salah satu kegiatan yang merupakan kegiatan bergengsi adalah seminar. Yang biasanya diselenggarakan oleh instansi formal maupun instansi informal. Adapaun ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman