Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Waduhh!! Patah Hati Bisa Buat Orang Mati, Serius??

Waduhh!! Patah Hati Bisa Buat Orang Mati, Serius??

9 Maret 2018 | Dibaca : 386x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Nikki Stamp, seorang ahli kesehatan jantung asal Australia menyatakan bahwa sakit hati secara emosi ternyata benar-benar mampu pengaruhi kesehatan kita, termasuk risiko meninggal karena serangan jantung.

Dikutip dari laman Australia Plus, sebuah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa selang sebulan setelah orang yang dicintai meninggal, risiko kematian kita ternyata dapat meningkat secara signifikan.

Istilah ini dinamakan sebagai "taktsubo cardiomyopathy", sebuah istilah untuk menyebut munculnya sindrom penyakit yang disebabkan naik turun emosi karena patah hati.

"Dalam kondisi stres yang akut, terjadi peningkatan adrenalin yang menyebabkan risiko serangan jantung," kata Dr Stamp.

Dijelaskan Dr Stamp, pada jantung orang yang patah hati, terlihat pembuluh koroner mendorong jantung mereka menggembung. Hal ini pertama kali ditemukan di Jepang pada 1990, setelah jantung seorang pasien dikatakan bentuknya menyerupai badan gurita.

Dr Stamp mengatakan, takotsubo jarang terjadi, kecuali pada risiko yang menyerang jantung wanita setelah masa menopause.

"Tidak semua orang yang menderita (taktsubo) akan berujung pada risiko kematian, tergantung bagaimana penanganan kesehatan oleh yang bersangkutan dan lingkungan sekitarnya," tukasnya.

Penelitian sudah dilakukan dan para periset mengubah cara kita berpikir soal patah hati dalam pengertian medis.

"Misalnya, dalam beberapa tahun terakhir depresi telah dianggap sebagai faktor berisiko pada penyakit jantung yang berdiri sendiri," kata Dr Stamp.

"Sekarang, yakni 20 tahun setelahnya, ini bukanlah sesuatu yang orang katakan karena sepertinya lembut."

Telah ada juga sejumlah penelitian lebih lanjut soal bagaimana depresi tidak hanya berpengaruh pada masalah jantung, tapi juga memengaruhi pemulihan pasien.

"Pengobatan dalam hal ini menjadi sedikit lebih holistik," kata Dr Stamp.

"Kami menyadari bahwa penyakit ini tidak ada di luar sana dan ini menjadi benar-benar penting," kata dia.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Putri Jepang Ini Siap Lepas Status Kebangsawanannya Demi Menikah dengan Pria Biasa
4 September 2017, by Rachmiamy
Cinta sejati memang butuh pengorbanan. Kata- kata tersebut mungkin sangat pas sekali bila diberikan kepada Putri Mako, anak dari Pangeran Akishino dan cucu ...
Putin Mengundang Trump ke Moskow
28 Juli 2018, by Slesta
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Jumat ia telah mengundang Presiden AS Donald Trump ke Moskow. "Kami siap untuk pertemuan seperti itu, kami ...
Kebanyakan Konsumsi Makanan dan Minuman Ini Bisa Berakhibat Kematian
16 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Apakah overdosis air putih dapat membunuhmu? Ini mungkin menjadi banyak pertanyaan bagi orang-orang di sekitar kita. Pada dasarnya banyak makanan ...
Wiranto Berharap Purnawirawan harus Tetap Solid dalam Mengawal NKRI
24 November 2017, by Admin
Tampang.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto (Menko Polhukam) mengaku bangga kepada seluruh Purnawirawan Angkatan Bersenjata ...
Menjaga Netralitas, Mendagri: Gedung Milik TNI-Polri Mohon tidak Disewakan Kampanye
24 Januari 2018, by Zeal
Tampang - Memasuki tahun-tahun politik, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, angkat bicara. Kali ini, dirinya mengingatkan kepada institusi TNI dan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab