Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Waduh, Kapolda Metro Satu Meja dengan Pembacok Hermansyah? Ini Penjelasan Polri!

Waduh, Kapolda Metro Satu Meja dengan Pembacok Hermansyah? Ini Penjelasan Polri!

13 Juli 2017 | Dibaca : 655x | Penulis : Zeal

tampang.com - jagad dunia maya digegerkan oleh foto yang sempat viral. Masih dengan kasus pembacokan Hermansyah, kali ini foto yang beredar menampilkan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan dan Kapolresta Depok Kombes Herry Heryawan, duduk satu meja dengan dua pelaku pembacokkan ahli IT Hermansyah.Dalam foto yang sempat viral tersebut, terlihat dua pembacok Hermansyah dijamu minuman dan makanan.

Menanggapi viralnya foto tersebut, Polri segera menyampaikan penjelasannya. Dalam penjelasan yang disampaikan oleh Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (12/7/2017), hal tersebut adalah hal biasa dan bukan perlakuan istimewa dari kepala satuan wilayah terhadap pihak berperkara.

"Hal ini suatu yang biasa, bahkan kadang-kadang seorang pimpinan di suatu kesatuan tersebut itu ikut di dalam sel untuk berbicara kepada mereka yang dianggap memiliki informasi penting yang tidak mau dikeluarkan ke penyidik," ujarnya.

Menurut Martinus, seorang kepala satuan wilayah menemui hingga mengajak makan tersangka pidana di dalam markas kesatuannya adalah bagian teknik pendekatan humanis kepolisian terhadap pihak berperkara guna mendapatkan informasi tersembunyi.

"Itu hal yang biasa dilakukan oleh pimpinan Polri, para kepala kesatuan. Itu biasa sekali. Biasa, bukan hal yang tabu, bukan perlakuan istimewa," katanya.

Selain menjamu makan minum, dalam pendekatan humanis pemeriksaan, seorang kepala kesatuan wilayah juga bisa mendatangi tersagka ke dalam selnya hingga mendatangkan anggota keluarganya.

"Itu suatu hal yang lumrah. Humanis lah. Apalagi Pak Iwan berlatar belakang reserse," ujarnya.

Menurut Martinus, teknik pendekatan humanis dalam pemeriksaan ini bisa diterapkan terhadap kasus-kasus yang menonjol. Yakni, kasus dengan banyak korban maupun korbannya merupakan figur publik. Bahkan, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan juga sempat menemui penyidik KPK Novel Baswedan di rumah sakit pasca-terjadi kasus penyiraman air keras pada April 2017 lalu.

Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, juga menyampaikan hal senada atas beredarnya foto Kapolda Metro Jaya dan Kapolresta Depok berada satu meja dengan sajian makanan kecil di sebuah ruangan.

"Kedua, bahwa Pak Kapolda makan dengan tersangka dalam rangka pendekatan. Kemungkinan dia (tersangka) akan lebih mengungkapkan sesuatu informasi yang lain dari sisi humanisnya. Jadi, enggak ada masalah," tegas Setyo.

"Tidak (perlakuan khusus). Semuanya kami perlakukan sama. Kadang polisi harus memancing dulu, kami ajak makan dulu, supaya lebih terbuka," katanya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jalan Raya Padalarang Semakin Macet
8 Januari 2018, by Zeal
Kemacetan selalu menjadi hal yang paling menyebalkan yang harus dihadapi para pengguna jalan setiap harinya. Berbagai cara dilakukan agar terhindar dari macet ...
Iran Mengharapkan Tantangan Produksi Minyak
21 Mei 2018, by Slesta
Mungkin sulit bagi Teheran untuk terus mengejar tolok ukur produksi minyak dalam menghadapi kemungkinan tekanan sanksi, kata menteri perminyakan ...
MOBA Mobile Tengah Populer, GameSir Kenalkan Gamepad Khusus
29 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sepertinya tak hanya di Indonesia game bergenre MOBA populer. Beberapa game MOBA seperti Vainglory, Arena of Valor, dan juga Mobile Legends ...
Dengan IVF, Embrio Segar atau Beku Berikan Kesempatan Kehamilan serupa
12 Januari 2018, by Slesta
Kemungkinan memiliki bayi setelah fertilisasi in vitro (IVF) serupa untuk kebanyakan wanita apakah embrio beku atau segar digunakan, sebuah studi baru ...
di Guyur Hujan 3 Jam Padang Terendam Banjir
31 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Hujan lebat mengguyur Padang turun sejak Selasa malam 30 Mei 2017 hingga Rabu 31 mei 2017 pagi mengakibatkan sejumlah wilayah di Padang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab