Tutup Iklan
JusKulitManggis
  
login Register
fahira idris

Video Kampanye Ahok yang Tebar Ketakutan Bentuk Keputusasaan

13 April 2017 | Dibaca : 3304x | Penulis : Tonton Taufik

Jakarta, 11 April 2017—Video kampanye Pasangan Ahok-Djarot yang bertajuk ‘Beragam itu Basuki-Djarot’ yang diklaim sebagai kampanye untuk mewujudkan semangat keberagaman dan toleransi, justru menebarkan pesan-pesan visual dan narasi yang mencoreng nilai dan makna yang terkandung di dalam keberagaman dan toleransi yang sudah berpuluh-puluh tahun tumbuh di Indonesia. Video ini tidak lebih dari sebuah bentuk kampanye yang menjual ketakutan untuk mempengaruhi publik agar terpaksa memilih calon yang menyebar video tersebut.

“Bagi saya video kampanye ini bentuk kepanikan dan keputusasaan Ahok dan Tim Kampanyenya menjelang hari H. Setelah berbagai hasil survei menunjukkan mereka akan kalah, ditambah program-programnya yang kurang inovasi sehingga selalu meniru program Anies-Sandi, Ahok dan Tim Kampanye mengambil jalan pintas menebar ketakutan ke Warga Jakarta sebagai senjata pemungkas yang ternyata senjata itu mengarah ke mereka sendiri,” tukas Senator Jakarta Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (11/4).

Fahira mengungkapkan, video kampanye yang sempat diposting di akun sosial media pribadi Calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama lalu kemudian dihapus ini, tidak lebih dari sebuah iklan penyerangan terhadap pesaing politik dan terhadap suatu golongan tertentu yang dibungkus dengan propaganda dengan menyebar rumor meresahkan dan menakutkan. Tujuannya jelas, mamaksa publik membenci seseorang atau golongan tertentu. Dalam konteks Pilkada, video seperti ini tujuannya agar publik memilih calon kepala daerah yang menebarkan propaganda ini.

“Bagi saya konten video ini sangat bahaya karena sudah mengarah kepada manipulasi psikologis yang dalam politik modern sudah dimuseumkan karena dianggap sebagai strategi yang kasar untuk meraih kemenangan dalam kompetisi politik. Seharusnya setelah diberi gelar ‘santri kehormatan’ dan ‘sunan’, Pak Ahok bisa lebih bijak, ternyata tidak,” sindir Fahira.  

Semakin bahaya karena dalam video ini, lanjut Fahira, sangat jelas penuh prasangka, menstigma, melabelisasi, dan menggeneralisasi suatu golongan keyakinan tertentu sebagai biang kerusuhan. Bahkan sangat jelas ada spanduk provokatif yang sangat tandensius yang memberi pesan bahwa kaum yang suka berpeci dan bersorban punya kebencian rasial luar biasa terhadap etnis tertentu.

“Biang konflik di dunia yang hingga saat ini tidak kunjung usai adalah prasangka, labelisasi, stigmatisasi, dan generalisasi suatu golongan terhadap golongan lain dan video ini menggambarkan itu semua.  Saya berharap, warga Jakarta tidak terprovokasi dan tidak perlu melihat video ini. Kita harus terus menjaga akal sehat kita, walau selama pilkada ini berbagai provokasi tak kunjung henti,” pungkas Fahira yang juga Wakil Ketua Komite III DPD ini. #

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ikuti 5 Aturan Ini, Jika Kamu Serius Mau Turunkan Berat Badan
4 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Dalam segala hal, pasti ada aturan yang mesti dipatuhi. Begitu pula dalam menurunkan berat badan. Terdapat beberapa aturan yang mesti dipatuhi ...
Ternyata Pasangan Zodiak Ini Akan Menjadi Pasangan Cinta Sejati Jika Bersama
13 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Sudah bukan hal asing bagi kebanyakan orang untuk mempercayai kekuatan sebuah hubungan itu ditentukan oleh karakter dan kepribadian satu ...
3 Cara Alami Bebaskan Rumah dari Serangan Nyamuk
6 Mei 2018, by Rachmiamy
Kedatangan serangga seperti nyamuk pastilah membuat kita kesal dan terganggu. Rasa gatal karena gigitan nyamuk tentunya membuat kita merasa tidak nyaman. ...
Tips Badan Tetap Kuat dan Sehat Saat Puasa
18 Mei 2018, by oteli w
Tips Agar Badan Tetap Kuat dan Sehat Saat Puasa Berikut adalah tips yang sangat bermanfaat untuk menjaga tubuh tetap sehat dan kuat selama puasa: 1. ...
Sandiaga Uno Mengimbau Masyarakat Agar Waspada Terhadap Berita Hoax di Pilkada 2018
19 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Pilkada serentak 2018 merupakan topik yang paling sering menjadi pembahasan utama sejak awal tahun 2018. Pasalnya pilkada serentak kali ini ada 171 kepala ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
ObatDiabetes