Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
fahira idris

Video Kampanye Ahok yang Tebar Ketakutan Bentuk Keputusasaan

13 April 2017 | Dibaca : 3240x | Penulis : Tonton Taufik

Jakarta, 11 April 2017—Video kampanye Pasangan Ahok-Djarot yang bertajuk ‘Beragam itu Basuki-Djarot’ yang diklaim sebagai kampanye untuk mewujudkan semangat keberagaman dan toleransi, justru menebarkan pesan-pesan visual dan narasi yang mencoreng nilai dan makna yang terkandung di dalam keberagaman dan toleransi yang sudah berpuluh-puluh tahun tumbuh di Indonesia. Video ini tidak lebih dari sebuah bentuk kampanye yang menjual ketakutan untuk mempengaruhi publik agar terpaksa memilih calon yang menyebar video tersebut.

“Bagi saya video kampanye ini bentuk kepanikan dan keputusasaan Ahok dan Tim Kampanyenya menjelang hari H. Setelah berbagai hasil survei menunjukkan mereka akan kalah, ditambah program-programnya yang kurang inovasi sehingga selalu meniru program Anies-Sandi, Ahok dan Tim Kampanye mengambil jalan pintas menebar ketakutan ke Warga Jakarta sebagai senjata pemungkas yang ternyata senjata itu mengarah ke mereka sendiri,” tukas Senator Jakarta Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (11/4).

Fahira mengungkapkan, video kampanye yang sempat diposting di akun sosial media pribadi Calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama lalu kemudian dihapus ini, tidak lebih dari sebuah iklan penyerangan terhadap pesaing politik dan terhadap suatu golongan tertentu yang dibungkus dengan propaganda dengan menyebar rumor meresahkan dan menakutkan. Tujuannya jelas, mamaksa publik membenci seseorang atau golongan tertentu. Dalam konteks Pilkada, video seperti ini tujuannya agar publik memilih calon kepala daerah yang menebarkan propaganda ini.

“Bagi saya konten video ini sangat bahaya karena sudah mengarah kepada manipulasi psikologis yang dalam politik modern sudah dimuseumkan karena dianggap sebagai strategi yang kasar untuk meraih kemenangan dalam kompetisi politik. Seharusnya setelah diberi gelar ‘santri kehormatan’ dan ‘sunan’, Pak Ahok bisa lebih bijak, ternyata tidak,” sindir Fahira.  

Semakin bahaya karena dalam video ini, lanjut Fahira, sangat jelas penuh prasangka, menstigma, melabelisasi, dan menggeneralisasi suatu golongan keyakinan tertentu sebagai biang kerusuhan. Bahkan sangat jelas ada spanduk provokatif yang sangat tandensius yang memberi pesan bahwa kaum yang suka berpeci dan bersorban punya kebencian rasial luar biasa terhadap etnis tertentu.

“Biang konflik di dunia yang hingga saat ini tidak kunjung usai adalah prasangka, labelisasi, stigmatisasi, dan generalisasi suatu golongan terhadap golongan lain dan video ini menggambarkan itu semua.  Saya berharap, warga Jakarta tidak terprovokasi dan tidak perlu melihat video ini. Kita harus terus menjaga akal sehat kita, walau selama pilkada ini berbagai provokasi tak kunjung henti,” pungkas Fahira yang juga Wakil Ketua Komite III DPD ini. #

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Inilah Tips Mengatur Uang, Bantu Mapan di Usia 40
16 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Salah satu indikator ketenangan hidup di usia senja adalah memiliki kondisi finansial yang stabil. Mempersiapkan masa senja agar tenang dan ...
Semua Harus Dari Hati, Temasuk Ngebok Instragram juga Ya “Om”
2 Januari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Lagi perseteruan antara anak dan oang tua, walaupun bukan orang tua yang sebenarnya. Kekesalan dan kekecewaan yang di ungkapkan Azriel ...
Perlu Diketahui! Beda Hidangannya, Beda Juga Pilihan Pisangnya
11 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika hendak membuat makanan olahan dari pisang, tentunya tak semua pisang cocok untuk hidangan tersebut. Karena, tekstur dalam pisang yang ...
3 Kebiasaan di Pagi Hari Ini Picu Bobot Bertambah
15 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Hingga saat ini, sepertinya berat badan masih menjadi masalah yang dihadapi banyak orang. Mereka biasanya tidak menyadari hal-hal apa yang ...
Tepat Waktu versus Terlambat
14 Juli 2017, by Dika Mustika
Pernahkah Anda merasa kesal ketika janjian dengan seseorang dan ternyata kita harus menunggu beberapa waktu hingga akhirnya orang yang ditunggu datang? Saya ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
ObatDiabetes