Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
fahira idris

Video Kampanye Ahok yang Tebar Ketakutan Bentuk Keputusasaan

13 April 2017 | Dibaca : 3569x | Penulis : Tonton Taufik

Jakarta, 11 April 2017—Video kampanye Pasangan Ahok-Djarot yang bertajuk ‘Beragam itu Basuki-Djarot’ yang diklaim sebagai kampanye untuk mewujudkan semangat keberagaman dan toleransi, justru menebarkan pesan-pesan visual dan narasi yang mencoreng nilai dan makna yang terkandung di dalam keberagaman dan toleransi yang sudah berpuluh-puluh tahun tumbuh di Indonesia. Video ini tidak lebih dari sebuah bentuk kampanye yang menjual ketakutan untuk mempengaruhi publik agar terpaksa memilih calon yang menyebar video tersebut.

“Bagi saya video kampanye ini bentuk kepanikan dan keputusasaan Ahok dan Tim Kampanyenya menjelang hari H. Setelah berbagai hasil survei menunjukkan mereka akan kalah, ditambah program-programnya yang kurang inovasi sehingga selalu meniru program Anies-Sandi, Ahok dan Tim Kampanye mengambil jalan pintas menebar ketakutan ke Warga Jakarta sebagai senjata pemungkas yang ternyata senjata itu mengarah ke mereka sendiri,” tukas Senator Jakarta Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (11/4).

Fahira mengungkapkan, video kampanye yang sempat diposting di akun sosial media pribadi Calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama lalu kemudian dihapus ini, tidak lebih dari sebuah iklan penyerangan terhadap pesaing politik dan terhadap suatu golongan tertentu yang dibungkus dengan propaganda dengan menyebar rumor meresahkan dan menakutkan. Tujuannya jelas, mamaksa publik membenci seseorang atau golongan tertentu. Dalam konteks Pilkada, video seperti ini tujuannya agar publik memilih calon kepala daerah yang menebarkan propaganda ini.

“Bagi saya konten video ini sangat bahaya karena sudah mengarah kepada manipulasi psikologis yang dalam politik modern sudah dimuseumkan karena dianggap sebagai strategi yang kasar untuk meraih kemenangan dalam kompetisi politik. Seharusnya setelah diberi gelar ‘santri kehormatan’ dan ‘sunan’, Pak Ahok bisa lebih bijak, ternyata tidak,” sindir Fahira.  

Semakin bahaya karena dalam video ini, lanjut Fahira, sangat jelas penuh prasangka, menstigma, melabelisasi, dan menggeneralisasi suatu golongan keyakinan tertentu sebagai biang kerusuhan. Bahkan sangat jelas ada spanduk provokatif yang sangat tandensius yang memberi pesan bahwa kaum yang suka berpeci dan bersorban punya kebencian rasial luar biasa terhadap etnis tertentu.

“Biang konflik di dunia yang hingga saat ini tidak kunjung usai adalah prasangka, labelisasi, stigmatisasi, dan generalisasi suatu golongan terhadap golongan lain dan video ini menggambarkan itu semua.  Saya berharap, warga Jakarta tidak terprovokasi dan tidak perlu melihat video ini. Kita harus terus menjaga akal sehat kita, walau selama pilkada ini berbagai provokasi tak kunjung henti,” pungkas Fahira yang juga Wakil Ketua Komite III DPD ini. #

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Khoffifah di Minta tidak Maju Pilkada Jatim, Muhaimin : Tiga kali di Usung Gagal Terus
8 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Khoffifah Indar Parawangsa yang saat ini menjabat sebagai Menteri Sosial, diminta untuk tidak ikut maju mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur ...
Rambutmu Kusut, Kering, Kusam dan Mudah Rontok? Coba Atasi dengan Minyak Biji Anggur
6 April 2018, by Maman Soleman
Rambut yang bermasalah seperti rambut kusut, kering, kusam dan mudah rontok bisa diatasi dengan minyak biji anggur atau grapeseed oil atau grape oil. Minyak ...
 Palangkaraya Dinilai Cocok Jadi Ibu Kota Baru RI, Apa Alasannya?
13 Desember 2017, by Slesta
Tampang.com – Banyak info menyebutkan bahwa ibukota RI akan dipindahkan dari Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Hal itu pun didukung oleh Faisal ...
ArcticBath, Salah Satu Destinasi Wisata yang Ditunggu Tahun Ini
31 Januari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika kita berencana liburan, tentunya kita menginginkan kegiatan tersebut jauh dari rutinitas sehari-hari kita. Untuk tahun ini, terdapat ...
Lorenzo Tampil Kurang Memuaskan, Ini Komentar Dovizioso
29 Mei 2018, by Rachmiamy
Dari lima seri yang telah dilakoni pada MotoGP 2018, dua pembalap tim Ducati Corse mendapat hasil yang kurang memuaskan. Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo ...
Berita Terpopuler
Polling
Setujukah Banser dikirim ke Papua?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab