Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
fahira idris

Video Kampanye Ahok yang Tebar Ketakutan Bentuk Keputusasaan

13 April 2017 | Dibaca : 3664x | Penulis : Tonton Taufik

Jakarta, 11 April 2017—Video kampanye Pasangan Ahok-Djarot yang bertajuk ‘Beragam itu Basuki-Djarot’ yang diklaim sebagai kampanye untuk mewujudkan semangat keberagaman dan toleransi, justru menebarkan pesan-pesan visual dan narasi yang mencoreng nilai dan makna yang terkandung di dalam keberagaman dan toleransi yang sudah berpuluh-puluh tahun tumbuh di Indonesia. Video ini tidak lebih dari sebuah bentuk kampanye yang menjual ketakutan untuk mempengaruhi publik agar terpaksa memilih calon yang menyebar video tersebut.

“Bagi saya video kampanye ini bentuk kepanikan dan keputusasaan Ahok dan Tim Kampanyenya menjelang hari H. Setelah berbagai hasil survei menunjukkan mereka akan kalah, ditambah program-programnya yang kurang inovasi sehingga selalu meniru program Anies-Sandi, Ahok dan Tim Kampanye mengambil jalan pintas menebar ketakutan ke Warga Jakarta sebagai senjata pemungkas yang ternyata senjata itu mengarah ke mereka sendiri,” tukas Senator Jakarta Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (11/4).

Fahira mengungkapkan, video kampanye yang sempat diposting di akun sosial media pribadi Calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama lalu kemudian dihapus ini, tidak lebih dari sebuah iklan penyerangan terhadap pesaing politik dan terhadap suatu golongan tertentu yang dibungkus dengan propaganda dengan menyebar rumor meresahkan dan menakutkan. Tujuannya jelas, mamaksa publik membenci seseorang atau golongan tertentu. Dalam konteks Pilkada, video seperti ini tujuannya agar publik memilih calon kepala daerah yang menebarkan propaganda ini.

“Bagi saya konten video ini sangat bahaya karena sudah mengarah kepada manipulasi psikologis yang dalam politik modern sudah dimuseumkan karena dianggap sebagai strategi yang kasar untuk meraih kemenangan dalam kompetisi politik. Seharusnya setelah diberi gelar ‘santri kehormatan’ dan ‘sunan’, Pak Ahok bisa lebih bijak, ternyata tidak,” sindir Fahira.  

Semakin bahaya karena dalam video ini, lanjut Fahira, sangat jelas penuh prasangka, menstigma, melabelisasi, dan menggeneralisasi suatu golongan keyakinan tertentu sebagai biang kerusuhan. Bahkan sangat jelas ada spanduk provokatif yang sangat tandensius yang memberi pesan bahwa kaum yang suka berpeci dan bersorban punya kebencian rasial luar biasa terhadap etnis tertentu.

“Biang konflik di dunia yang hingga saat ini tidak kunjung usai adalah prasangka, labelisasi, stigmatisasi, dan generalisasi suatu golongan terhadap golongan lain dan video ini menggambarkan itu semua.  Saya berharap, warga Jakarta tidak terprovokasi dan tidak perlu melihat video ini. Kita harus terus menjaga akal sehat kita, walau selama pilkada ini berbagai provokasi tak kunjung henti,” pungkas Fahira yang juga Wakil Ketua Komite III DPD ini. #

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Unik, Kolam Renang di Berlin ini dibangun di atas Sungai
31 Juli 2017, by Rachmiamy
Berenang di kolam renang atau di sungai memang sudah biasa. Tetapi jika berenang di kolam renang yang berada di atas sungai, apakah kalian pernah ...
Tips Menikmati Hidup...
15 Oktober 2017, by Dika Mustika
Setiap hari adalah waktu untuk menikmati sesuatu. Tapi sayang jika kita hanya menikmati sesuatu, karena itu artinya ada bagian dari episode hari yang kita ...
Pentingnya Industri Menggunakan Lampu TL dan Lampu Emergency Explosion Proof
30 September 2020, by Admin
Lampu pada awal mulanya merupakan suatu penemuan manusia yang membutuhkan penerangan di malam hari. Manusia menggosok-gosokkan batu hingga dapat mengeluarkan ...
Trump: Putin Mengatakan Rusia Tidak Ikut Campur Dalam Pemilihan 2016
13 November 2017, by Slesta
Berbicara dengan wartawan di Air Force One pada hari Sabtu, Presiden Donald Trump mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepadanya bahwa Rusia ...
Luar Biasa.. Transaksi Jual Beli Jabatan ASN sampai 160 Triliun
17 November 2017, by Admin
Tampang.com  – Praktik jual beli pegawai dan aparatur sipil negara (ASN) bakal lebih mudah terendus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Itu ...
Berita Terpopuler
Polling
Permadi Arya dibayar APBN atau Bukan?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview