Tutup Iklan
powerman
  
login Register
U.N., Myanmar Menandatangani Perjanjian untuk Mengembalikan Pengungsi Rohingya

U.N., Myanmar Menandatangani Perjanjian untuk Mengembalikan Pengungsi Rohingya

7 Juni 2018 | Dibaca : 155x | Penulis : Slesta

Myanmar dan PBB menandatangani perjanjian Rabu untuk mulai memulangkan Muslim Rohingya yang melarikan diri dari negara itu selama tindakan keras pemerintah.

Memorandum of understanding yang ditandatangani di Yangon menyerukan agar "sukarela, aman, bermartabat dan berkelanjutan" mengembalikan sebagian dari 700.000 Rohingya yang sekarang tinggal di seberang perbatasan di kamp pengungsi Bangladesh.

Dua kondisi yang paling penting untuk keberhasilan perjanjian ini adalah hak kewarganegaraan bagi Rohingya, yang tidak pernah dianggap sebagai warga negara Myanmar, dan mengakhiri kekerasan, kata koordinator kemanusiaan Knuth Ostby.

"Apa yang membuatnya begitu istimewa adalah besarnya tantangan yang dihadapi orang-orang yang hidup dalam kondisi yang mustahil di sisi lain [di Bangladesh], dan ini adalah pembukaan bagi kami untuk mulai melakukan sesuatu tentang hal itu," kata Ostby.

Sementara timeline untuk kembalinya pengungsi ke negara bagian Rakhine Myanmar bukan bagian dari perjanjian, Ostby menambahkan misi akan dimulai "segera." Perjanjian itu juga tidak membahas jalan menuju kewarganegaraan di Myanmar yang sebagian besar beragama Buddha bagi minoritas Rohingya.

Suatu tindakan keras 2017 oleh polisi dan militer Myanmar dikemukakan oleh PBB dan Amerika Serikat sebagai contoh pembersihan etnis. Ini mendorong peningkatan penyeberangan pengungsi ke Bangladesh, di mana Rohingya hidup dalam kondisi yang jorok.

Perjanjian tersebut memberi dua agen U.N. akses ke area di Rahkine, sebelumnya mereka dilarang berkunjung.

Sementara Ostby memuji perjanjian itu sebagai "langkah pertama dan sangat penting," Mathew Smith dari organisasi hak asasi manusia, Fortify Rights mencatat bahwa itu tidak menjanjikan perubahan.

"Jika mereka ingin memulangkan para pengungsi mereka harus mulai dengan menutup kamp-kamp interniran [di Negara Bagian Rakhine] dan mendukung Rohingya dari kamp-kamp itu untuk membangun kembali kehidupan mereka dengan bermartabat," kata Smith kepada NPR, menambahkan bahwa Rohingya belum ditawarkan kewarganegaraan atau kebebasan gerakan. "Pemerintah tidak melakukan semua itu."

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kenali Tanda Wanita yang sudah Lama tidak Berhubungan Intim
24 Januari 2019, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Berhubungan intim memang menjadi kebutuhan bagi pasangan suami istri dalam mengarungi bahligai rumah tangganya. Sedemikian pentingnya arti ...
siapa takut jatuh cinta reborn
5 Oktober 2017, by Rachmiamy
Pasangan selebriti yang tengah dikabarkan memiliki hubungan spesial, Natasha Wilona dan Verrel Bramasta akan segera dipertemukan dalam salah satu judul ...
Cristiano Ronaldo Berbagi Gelar Topskor Sementara Liga Champion 2017/2018 dengan Harry Kane
31 Oktober 2017, by Rachmiamy
Real Madrid akan menjalani laga berat pada pekan keempat babak penyisihan grup H Liga Champion 2017/2018. Los Blancos harus bermain tandang ke Inggris untuk ...
Cuaca Panas, Enaknya Nikmati dengan Mochi Ice Cream
10 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Mochi Ice Cream, Dessert Nikmat di Hari yang Panas Tampang.com - Cuaca panas enaknya menikmati makanan yang dingin dan menyegarkan. Salah satu yang dapat ...
Tak hanya Berkurban, Nikita Willy juga ingin Berangkat Haji
2 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Artis cantik bintang sinetron tanah air, Nikita Willy tahun ini ikut merayakan hari raya Idul Adha dengan berkurban seekor sapi di kediamannya ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview