Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Trump Menolak Merilis Memo Demokrat

Trump Menolak Merilis Memo Demokrat

10 Februari 2018 | Dibaca : 483x | Penulis : Slesta

Presiden Donald Trump tidak akan merilis sebuah memorandum yang ditulis oleh Demokrat dalam penyelidikan dugaan pencalonan tentara Rusia, sebuah surat dari penasihat Gedung Putih mengatakan pada hari Jumat.

Surat tersebut, yang ditulis oleh Donald McGahn dan dikirim ke Ketua DPR Paul Ryan dari Kentucky dan Rep. Adam Schiff, D-Calif, mengutip masalah keamanan nasional.

"Meskipun Presiden cenderung untuk mendeklasifikasi Memorandum 5 Februari, karena Memorandum tersebut berisi banyak bagian yang diklasifikasikan dengan benar dan sangat sensitif, dia tidak dapat melakukannya pada saat ini," kata surat tersebut.

Komite intelijen DPR memilih dengan suara bulat Senin untuk merilis memo tersebut, yang menjawab sebuah dokumen Republikan yang dikeluarkan pekan lalu. Terserah Trump untuk kemudian menyetujui pembebasan tersebut.

Memo Republik, yang ditulis oleh ketua komite intelijen Devin Nunes, R-Calif, merinci dugaan dugaan penyalahgunaan laporan Departemen Kehakiman mengenai penasihat kampanye Trump Carter Page.

Trump memberi otorisasi pelepasan memo Republik tanpa redaksi 2 Februari, dengan mengatakan bahwa hal itu "benar-benar membenarkan 'Trump' dalam penyelidikan."

Komite Demokrat telah mengatakan bahwa bantahan 10 halaman mereka memperbaiki kesalahan dalam memo Republik dan menambahkan konteks pada tindakan FBI dan Departemen Kehakiman. Memo GOP mencatat bagaimana departemen tersebut memperoleh sebuah Pengadilan Pengawasan Intelijen Luar Negeri rahasia untuk melakukan penyadapan.

Memo Demokrat mengatakan FBI menawarkan lebih banyak informasi daripada yang disarankan oleh versi GOP.

Surat McGahn mengatakan bahwa Trump telah mengarahkan Departemen Kehakiman untuk hadir ke anggota komite intelijen DPR jika mereka ingin mengedit memo tersebut untuk menghilangkan informasi rahasia.

"Presiden mendorong Komite untuk melakukan upaya ini," kata surat tersebut. "Cabang Eksekutif siap untuk meninjau draf berikutnya dari Memorandum 5 Februari untuk deklasifikasi pada kesempatan paling awal."

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Fadli Zon : Tidak ada yang Kebal Hukum di Indonesia, Sekalipun Anak Presiden
6 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Kaesang Pangarep akan segera diperiksa pihak kepolisian karena dilaporkan telah mengunggah Video yang dianggap sebagai ujaran kebencian. Video ...
Tingkat Hormon Rendah Terkait dengan Autisme Pada Anak Laki-laki
4 Mei 2018, by Slesta
Tingkat hormon yang sangat rendah yang disebut vasopresin, diketahui menyebabkan kemampuan sosial yang rendah pada monyet, kini telah dikaitkan dengan efek ...
Yuk, Menjelajah Waktu (Lewat Reuni)!
7 April 2018, by Dika Mustika
Menjelajah waktu....Itu adalah sebuah perjalanan menarik. Jika perjalanan ini bisa jadi nyata, pasti banyak diminati. Bukan hanya oleh para wisatawan saja, ...
Benarkah Ada Faktor Forced Suicided dalam Bunuh Diri Johanes Marliem
12 Agustus 2017, by Gatot Swandito
Johanes Marliem, saksi kunci mega skandal kasus korupsi e-KTP, dikabarkan meninggal dunia di Amerika Serikat pada 11 Agustus 2017. Sekalipun informasi media ...
Bergandengan Tangan Ternyata Punya Banyak Manfaat Lho
31 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Bergandengan tangan dengan pasangan rupanya tak hanya membuat hubungan makin romantis. Berdasarkan sejumlah studi, ternyata bergandengan tangan memiliki ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab