Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Tidak Cukup Bukti, Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Tidak Cukup Bukti, Polisi Hentikan Kasus Kaesang

10 Juli 2017 | Dibaca : 2536x | Penulis : Retno Indriyani

Sesuai dengan janjinya, pada hari ini (Senin, 10 Juli 2017) Polres Metro Bekasi Kota mengumumkan keputusan lanjut atau tidaknya perkara yang melibatkan putra presiden Jokowi, Kaesang Pangarep. Dan laporan kasus dugaan ujaran kebencian agama yang dilakukan oleh Kaesang Pangarep secara resmi telah ditutup.

Kaesang dilaporkan oleh Muhamad Hidayat Simanjuntak pada 2 Juli lalu karena dugaan penodaan agama dan merendahkan kelompok tertentu dalam video blognya (Vlog). Dalam video yang diunggah Kaesang, ia mengkritik soal mengkafirkan orang lain dan menyebut kata “ndeso” yang dinilai merendahkan pihak lain. Namun polisi memiliki pendapat lain dan menilai jika laporan yang disampaikan Hidayat ini tidak cukup bukti dan tidak akan dilanjutkan ke tahap penyelidikan.

Komisaris Besar Argo Yuwono selaku Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya mengatakan jika kasus ini ditutup setelah polisi melakukan gelar perkara pada Senin (10/7). “Kasus sudah dihentikan karena tidak cukup bukti, penyelidikan dihentikan karena tidak cukup bukti,” ujar Argo. Keputusan untuk menutup kasus ini diambil dari hasil gelar perkara dan berdasarkan keterangan yang disampaikan ahli IT, bahasa dan pidana yang ikut dihadirkan pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus Kaesang.

Menurut para ahli tersebut tidak ada unsur ujaran kebencian dalam vlog Kaesang. Hasil dari gelar perkara ini akan diberitahukan oleh pihak pelapor (Hidayat). “Iya nanti juga kami akan sampaikan karena penyelidikan belum layak pidana,” kata Argo. Hidayat menyebut jika Kaesang diduga melanggar pasal 156 KUHP mengenai penodaan agama dan Pasal 28 UU ITE mengenai kebencian terhadap golongan tertentu.

Setelah mengetahui jika polisi berencana menutup kasus laporannya, Hidayat berencana melaporkan Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin ke Kompolnas karena tidak menindaklanjuti laporannya tersebut.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

DPR Tolak Wacana Proyek Meikarta jadi Kawasan Ekonomi Khusus
8 November 2017, by Admin
Tampang.com - Wacana menjadikan  megaproyek Meikarta yang dibangun oleh Lippo Group masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus menuai kecaman dari DPR ...
Mia Mottley Menjadi Perdana Menteri Wanita Pertama di Barbados
26 Mei 2018, by Slesta
Sehari setelah partainya memenangkan semua kursi untuk diperebutkan dalam pemilihan umum Barbados, Mia Amor Mottley dilantik Jumat sebagai perdana menteri ...
Antisipasi Peredaran Narkoba, Unnes Adakan Tes Urin Maba
27 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Universitas Negeri Semarang (Unnes) bekerja sama dengan kepolisian dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng untuk melakukan tes urin terhadap ribuan ...
Merasa Gambar Kamu Kurang Bagus ? Google AutoDraw Bisa Bantu Gambarmu Jadi Ilustrasi Keren!
13 April 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Google Artificial Intelligence (A.I.) terbaru dari Google kini sungguh menyenangkan bagi para pecinta desain grafis yang kurang berbakat dalam menggambar atau ...
Dua Tahun Buron, Pencuri di Tambang Emas Akhirnya Dibekuk
20 November 2017, by Rindang Riyanti
Setelah buron selama 21 bulan, akhirnya pelaku pencurian dengan tindak kekerasan di lokasi tambang emas di Pidie, Aceh, berhasil dibekuk. Pelaku pencurian ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview