Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Tidak Cukup Bukti, Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Tidak Cukup Bukti, Polisi Hentikan Kasus Kaesang

10 Juli 2017 | Dibaca : 2123x | Penulis : Retno Indriyani

Sesuai dengan janjinya, pada hari ini (Senin, 10 Juli 2017) Polres Metro Bekasi Kota mengumumkan keputusan lanjut atau tidaknya perkara yang melibatkan putra presiden Jokowi, Kaesang Pangarep. Dan laporan kasus dugaan ujaran kebencian agama yang dilakukan oleh Kaesang Pangarep secara resmi telah ditutup.

Kaesang dilaporkan oleh Muhamad Hidayat Simanjuntak pada 2 Juli lalu karena dugaan penodaan agama dan merendahkan kelompok tertentu dalam video blognya (Vlog). Dalam video yang diunggah Kaesang, ia mengkritik soal mengkafirkan orang lain dan menyebut kata “ndeso” yang dinilai merendahkan pihak lain. Namun polisi memiliki pendapat lain dan menilai jika laporan yang disampaikan Hidayat ini tidak cukup bukti dan tidak akan dilanjutkan ke tahap penyelidikan.

Komisaris Besar Argo Yuwono selaku Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya mengatakan jika kasus ini ditutup setelah polisi melakukan gelar perkara pada Senin (10/7). “Kasus sudah dihentikan karena tidak cukup bukti, penyelidikan dihentikan karena tidak cukup bukti,” ujar Argo. Keputusan untuk menutup kasus ini diambil dari hasil gelar perkara dan berdasarkan keterangan yang disampaikan ahli IT, bahasa dan pidana yang ikut dihadirkan pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus Kaesang.

Menurut para ahli tersebut tidak ada unsur ujaran kebencian dalam vlog Kaesang. Hasil dari gelar perkara ini akan diberitahukan oleh pihak pelapor (Hidayat). “Iya nanti juga kami akan sampaikan karena penyelidikan belum layak pidana,” kata Argo. Hidayat menyebut jika Kaesang diduga melanggar pasal 156 KUHP mengenai penodaan agama dan Pasal 28 UU ITE mengenai kebencian terhadap golongan tertentu.

Setelah mengetahui jika polisi berencana menutup kasus laporannya, Hidayat berencana melaporkan Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin ke Kompolnas karena tidak menindaklanjuti laporannya tersebut.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Apakah Konsumsi Antidepresan saat Hamil Berisiko Autisme pada Anak?
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Anak-anak yang terpapar antidepresan selama kehamilan tampaknya memiliki risiko autisme yang sedikit lebih tinggi daripada anak-anak dari ibu dengan gangguan ...
Kembali ke Dunia Robot, Sony Siapkan Aibo Terbarunya
10 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Dikabarkan, salah satu perusahaan teknologi asal Jepang, Sony akan kembali pada industri robotik. Diketahui bahwa Sony kini tengah menyiapkan ...
Canggih... Isi Baterai Ponsel Bisa Pakai Urine dan Air Laut
16 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Saat ini pengisian daya baterai sudah bisa dilakukan dimana saja dan tak perlu repot untuk mencari stop kontak untuk mengisi baterai. Powerbank ...
 Girls Who Code Inspirasi Perempuan Dunia untuk Belajar Coding
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Judul buku: Girls Who Code: Learn to Code and Change the World Penulis: Reshma ...
Trik Jitu Bangunkan Suami dan Istri saat Sahur
3 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Sering kali kita menemui teman atau kita sendiri mengalami berpuasa dalam keadaan tidak sahur. Alasan karena capek sehingga tidur kebablasan, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JusKulitManggis