Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Teknik 3D Scanning Gunakan Air dan Robotika

Teknik 3D Scanning Gunakan Air dan Robotika

23 Agustus 2017 | Dibaca : 466x | Penulis : Rindang Riyanti

Kelompok peneliti internasional mengembangkan teknik yang menghasilkan pemindaian 3-D yang lebih akurat untuk merekonstruksi objek kompleks daripada yang ada saat ini. Metode inovatifnya menggabungkan robotika dan air.

"Dengan menggunakan lengan robot untuk membenamkan benda pada sumbu pada berbagai sudut, dan mengukur perpindahan volume setiap putaran, kami menggabungkan setiap urutan dan membuat representasi bentuk volumetrik dari sebuah benda," kata Prof Andrei Scharf, dari Ben-Gurion Universitas Negev, Jurusan Ilmu Komputer.

"Fitur utama metode kami adalah menggunakan perpindahan cairan sebagai sensor bentuk," Prof Scharf menjelaskan. "Tidak seperti sensor optik, cairan tersebut tidak memiliki persyaratan penglihatan, yang menembus rongga dan bagian tersembunyi dari benda, serta material transparan dan glossy, sehingga melewati semua jarak pandang dan keterbatasan optik dari perangkat pemindai konvensional."

Para peneliti menggunakan teori Archimedes tentang perpindahan untuk mengubah pemodelan rekonstruksi permukaan menjadi masalah pengukuran volume. Ini menjadi dasar bagi solusi modern dan inovatif tim untuk menghadapi tantangan dalam rekonstruksi bentuk 3 dimensi saat ini.

Kelompok ini mendemonstrasikan teknik baru pada bentuk 3-D dengan berbagai kompleksitas, termasuk patung gajah, induk dan anak yang sedang berpelukan dan heliks ganda DNA. Hasilnya menunjukkan bahwa rekonstruksi dipatenkan hampir sama akuratnya dengan model 3 dimensi asli.

Teknik baru ini terkait dengan computed tomography - metode pencitraan yang menggunakan sistem optik untuk pemindaian dan gambar yang akurat. Namun, alat berbasis tomografi berukuran besar dan mahal dan hanya bisa digunakan di lingkungan yang aman dan disesuaikan.

Prof Scharf mengatakan, "Pendekatan kami aman dan murah, dan alternatif yang jauh lebih menarik untuk menghasilkan bentuk yang sempurna dengan biaya komputasi rendah, dengan menggunakan metode pengumpulan data yang inovatif."

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

21 Korban tewas di Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Jepang
10 Juli 2017, by Slesta
10 Juli (UPI) - Sedikitnya 21 orang tewas dan setidaknya 20 lainnya hilang dalam banjir dan tanah longsor di pulau Kyushu Jepang setelah hujan pekan lalu, ...
Timnas Garuda Gagal Lolos Piala AFF 2018 Sebelum Tanding Lawan Filipina
22 November 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Performa Timnas Garuda U-23 dibawah asuhan Bima Sakti bisa dikatakan sangatlah buruk dengan kegagalan mereka lolos ke babak penyisihan grup B ...
Selimut 'Black Snow' Kazakhstan kota Diyakini Tercemar
12 Januari 2018, by Slesta
Badai musim dingin dengan angin kencang telah mengganggu transportasi di Kazakhstan dan menyebabkan "salju hitam" jatuh di kota industri ...
Percayalah Perspektif Waktu-Nya!
16 Oktober 2017, by Dika Mustika
Pagi tadi seperti biasa, saya melewati sebuah perempatan di jalan raya yang cukup padat. Apalagi di hari Senin. Perempatan ini terkenal dengan lampu merahnya ...
Wisata : Pantai Berbisik & Pantai Urutan 10 Dunia
16 Maret 2018, by oteli w
Wisata : Pantai Berbisik & Pantai Urutan 10 Dunia  Nias (bahasa Nias Tanö Niha) adalah kepulauan yang terletak di sebelah barat pulau ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab