Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Tak Terima SetNov Disudutkan, Golkar Adukan Koran Tempo ke Dewan Pers

Tak Terima SetNov Disudutkan, Golkar Adukan Koran Tempo ke Dewan Pers

11 Oktober 2017 | Dibaca : 896x | Penulis : Rindang Riyanti

Ketua Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Erwin Ricardo Silalahi mengadukan Koran Tempo ke Dewan Pers, Selasa (10/10/2017).

Hal ini dilatarbelakangi karena Koran Tempo dianggap menyudutkan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto terkait kasus korupsi e-KTP, padahal yang bersangkutan baru saja dicabut status tersangkanya dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No 97/Pid.Prap/2017/PN.Jkt.Sel tanggal 29 September 2017.

Terkait hal tersebut, Koran Tempo diadukan melanggar Undang-undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers dalam beberapa artikel yang ditulis yang kaitannya dengan kasus korupsi E-KTP. Laporan ini diterima langsung oleh Muhammad Furqon selaku Kepala Bidang Pengaduan Dewan Pers.

"Pemberitaan yang dilakukan Koran Tempo memiliki motif jahat pembunuhan karakter Setya Novanto yang dilakukan secara masif. Kami menduga ada pelanggaran kode etik dengan menciptakan rasa permusuhan kepada Setnov," kata Erwin kepada awak media.

Erwin sendiri mengaku bahwa pihaknya sudah berupaya melakukan tindakan kooperatif dengan menghubungi jajaran redaksi Koran Tempo, namun menurut Erwin pihak Koran Tempo bersikap menghindar.

"Mereka terkesan menghindar dengan tidak ingin melakukan pertemuan. Laporan ini kami lakukan agar tidak ada tindakan anarkis yang terjadi karena kader Golkar marah atas pemberitaan Koran Tempo," ucapnya.

Berikut artikel-artikel yang diangap menyudutkan Setya Novanto. 

1. Artikel 2 Oktober 2017 dengan judul "Komisi Yudisial Akan Usut Putusan Kasus Setya".
2. Artikel 3 Oktober 2017 dengan judul "KY dan MA Didesak Tuntaskan Penyelidikan Praperadilan Setya".
3. Artikel 4 Oktober 2017 dengan judul "Bukti Keterlibatan Setya Menguat".
4. Artikel 5 Oktober 2017 dengan judul "Suap E-KTP Diduga Diputar ke Luar Negeri" dan "Setya Dua Kali Dicegah ke Luar Negeri".
5. Artikel 6 Oktober 2017 dengan judul "KPK Pakai Data FBI Ungkap Suap E-KTP" dan "Marliem Batal Bersaksi Karena Intervensi".
6. Artikel 7 dan 8 Oktober 2017 dengan judul "Setya Disebut Terima Hadiah dari Marliem".
7. Artikel 9 Oktober 2017 dengan judul Setya Diduga Rundingkan Harga E-KTP" dan "KPK Usut Rekening Gendut Marliem".
8. Artikel yang diunggak www.tempo.codengan judul "Soal Dokumen FBI, Kasus E-KTP dan Setya Novanto".
9. Artikel yang diunggah di www.tempo.codengan judul "Setumpuk Bukti dari FBI Terkait Aliran Rekening Johannes Marliem".
10. Artikel yang diunggah www.tempo.co dengan judul "Catatan FBI, Duit Rp 175 Miliar Masuk Rekening Johannes Marliem".

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Putra Icuk Sugiarto Libas Pemain India di Hongkong Open 2017
23 November 2017, by Admin
Tampang.com - Pemain  tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto, sukses meraih kemenangan telak saat berjumpa dengan wakil India, Sourabh Verma  Hong ...
3 Gejala Ini Bisa Jadi Pertanda Anda Terancam Terkena Stroke
25 April 2018, by Maman Soleman
Stroke yang diakibatkan menurunnya aliran darah ke otak memiliki beberapa gejala yang khas. Gejala itu harus dikenali supaya tidak dibiarkan begitu saja. ...
Cina: Kebijakan Korea Utara 'Konsisten' dengan Denuklirisasi
19 Mei 2018, by Slesta
Penarikan Korea Utara dari pertunangan persahabatan dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan tidak mengubah kebijakan Korea Utara China, kementerian luar ...
Sivia Eks personil Girlband Blink kini Berhijab. Makin Cantik
29 November 2017, by Rachmiamy
Masih ingat dengan grup girlband Blink? Grup yang beranggotakan Febby Rastanty, Agatha Pricilla, Sivia Azizah, dan Ify Alyssa ini memang sempat populer ...
Hindari Menu di Bawah Ini Saat Buka Puasa
18 Mei 2018, by oteli w
Hindari Menu di Bawah Ini Saat Buka Puasa Mengonsumsi makanan yang tepat saat berbuka dan sahur menjadi salah satu aspek penting penunjang kelancaran ibadah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview