Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Susu Kental Manis Bukan Bagian Dari Produk Susu? Berikut Imbauan Kementeri Kesehatan

Susu Kental Manis Bukan Bagian Dari Produk Susu? Berikut Imbauan Kementeri Kesehatan

6 Juli 2018 | Dibaca : 531x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Kementerian Kesehatan Nila S. Moeloek mengaku masih mengkaji terkait kontroversi mengenai susu kental manis. Pengkajian ini dilakukan untuk menindaklanjuti setelah dikeluarkannya surat edaran bahwa susu kental manis bukan bagian dari produk susu oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Nanti ada staf saya yang mengkaji," ujar Nila S. Moeloek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018.

Nila S. Moeloek mengatakan, hingga kini Kementerian Kesehatan masih belum bisa menentukan langkah pasti yang akan diambil soal polemik susu kental manis itu, bahkan termasuk mengenai pembuatan aturan susu kental manis yang telah disarankan.

"Aturannya saya enggak bisa jawab dulu ya, tentu saya melihat dari kajian," kata Nila

Namun, Nila mengatatakan bahwa Kemenkes telah menegaskan bahwa susu kental manis bukanlah produk susu. Oleh karena itu, ia menghimbau masyarakat untuk mengurangi mengonsumsi produk susu kental manis tersebut

"Ya mungkin kita mengurangi. Kalau toh dimakan juga, tapi ya kita harus mengatasi keseimbangannya. Ya, jangan bikin penyakit ya," kata Nila

Di lokasi yang sama, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kiran Pritasari juga menyatakan bahwa susu kental manis merupakan bukan susu olahan yang dapat dikonsumsi setiap hari oleh masyarakat, apalagi jika produk ini digunakan sebagai pengganti susu. Ia mengatakan susu kental manis hanya bisa dipakai sebagai pelengkap kudapan saja.

Nila melanjutkan, pihaknya akan lebih masif lagi untuk mensosialisakan dan mengenai informasi aturan angka kecukupa gizi supaya masyarakat bisa lebih menyadari dan memberi perhatian khusus terhadap komposisi makanan yang akan dikonsumsi

"Kalau dari sisi program sebenarnya sudah kita punya aturan angka kecukupan gizi. Komposisi makanan itu kira-kira kalau daging sekian gram berapa kandungan, itu sebetulnya sudah ada. Tapi kalau itu masih kurang luas, ya kita memang harus perbaiki. Kita harus informasikan, sosialisasikan," tandasnya.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ini yang Terjadi Saat Kamu Mengalami Deja Vu
10 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Pernah mengalami Deja Vu? Deja vu yang berarti 'sudah terlihat' dalam bahasa Prancis ini merupakan peristiwa dimana kita merasa pernah ...
Bioquark Ingin Menghidupkan Kembali Pasien yang Sudah Mati Otak
1 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Dilansir Newshub.co.nz - Perusahaan yang berbasis di Philadelphia ini berharap bisa membuat otak pasien yang mati kembali hidup menggunakan sel induk. Di ...
Venna Melinda Dapatkan Hak Asuh Vania Athabina
11 Juli 2017, by Rachmiamy
Perasaan bahagia sedang menyelimuti artis cantik sekaligus anggota DPR Venna Melinda. Pasalnya, setelah 9 bulan menunggu melalui sejumlah persidangan di ...
Susah Tidur Saat Malam Hari? Coba Tips Berikut
1 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Tidur adalah satu hal yang paling penting untuk aktivitas metabolism tubuh manusia. Waktu tidur merupakan hal yang normal dan seharusnya semua orang pasti akan ...
Pro Kontra Pengangkatan M. Iriawan Jadi Penjabat Gubernur Jawa Barat
23 Juni 2018, by oteli w
Pro Kontra Pengangkatan M. Iriawan Jadi Penjabat Gubernur Jawa Barat M. Iriawan telas resmi menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat. Mendagri Tjahjo Kumolo ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview