Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Susu Kental Manis Bukan Bagian Dari Produk Susu? Berikut Imbauan Kementeri Kesehatan

Susu Kental Manis Bukan Bagian Dari Produk Susu? Berikut Imbauan Kementeri Kesehatan

6 Juli 2018 | Dibaca : 250x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Kementerian Kesehatan Nila S. Moeloek mengaku masih mengkaji terkait kontroversi mengenai susu kental manis. Pengkajian ini dilakukan untuk menindaklanjuti setelah dikeluarkannya surat edaran bahwa susu kental manis bukan bagian dari produk susu oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Nanti ada staf saya yang mengkaji," ujar Nila S. Moeloek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018.

Nila S. Moeloek mengatakan, hingga kini Kementerian Kesehatan masih belum bisa menentukan langkah pasti yang akan diambil soal polemik susu kental manis itu, bahkan termasuk mengenai pembuatan aturan susu kental manis yang telah disarankan.

"Aturannya saya enggak bisa jawab dulu ya, tentu saya melihat dari kajian," kata Nila

Namun, Nila mengatatakan bahwa Kemenkes telah menegaskan bahwa susu kental manis bukanlah produk susu. Oleh karena itu, ia menghimbau masyarakat untuk mengurangi mengonsumsi produk susu kental manis tersebut

"Ya mungkin kita mengurangi. Kalau toh dimakan juga, tapi ya kita harus mengatasi keseimbangannya. Ya, jangan bikin penyakit ya," kata Nila

Di lokasi yang sama, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kiran Pritasari juga menyatakan bahwa susu kental manis merupakan bukan susu olahan yang dapat dikonsumsi setiap hari oleh masyarakat, apalagi jika produk ini digunakan sebagai pengganti susu. Ia mengatakan susu kental manis hanya bisa dipakai sebagai pelengkap kudapan saja.

Nila melanjutkan, pihaknya akan lebih masif lagi untuk mensosialisakan dan mengenai informasi aturan angka kecukupa gizi supaya masyarakat bisa lebih menyadari dan memberi perhatian khusus terhadap komposisi makanan yang akan dikonsumsi

"Kalau dari sisi program sebenarnya sudah kita punya aturan angka kecukupan gizi. Komposisi makanan itu kira-kira kalau daging sekian gram berapa kandungan, itu sebetulnya sudah ada. Tapi kalau itu masih kurang luas, ya kita memang harus perbaiki. Kita harus informasikan, sosialisasikan," tandasnya.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ini Bahaya Konsumsi Kopi Kala Perut Kosong
14 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jika kamu memiliki kebiasaan minum kopi sebelum sarapan, sebaiknya kamu hilangkan kebiasaan ini. Hal ini karena minum kopi ketika kondisi ...
Bekasi di Prediksi jadi Target Pendatang Setelah Mudik Lebaran
17 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Mudik menjadi tradisi tersendiri di Indonesia saat lebaran tiba. Para perantau yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya rata-rata berasal dari ...
Kabar Bahagia, Sinetron Si Doel Anak Sekolahan segera diangkat ke Layar Lebar
30 Oktober 2017, by Rachmiamy
Bagi kalian yang besar di tahun 90-an pasti sudah sangat familiar dengan judul sinetron "Si Doel Anak Sekolahan". Sinetron ini mengisahkan perjalanan ...
Hijrah, Aktor Egi John Melangsungkan Pernikahan dengan Konsep Syar'i
2 Juli 2017, by Zeal
tampang.com - Seseorang yang mendapatkan hidayah memang rahasia Allah. Salah satunya adalah seorang aktor Egi John yang setelah selesai menjalin hubungan ...
Pesona Wisata Paralayang di Ponorogo
1 Februari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Wisata paralayang akan segera hadir di Ponorogo tepatnya berada di kawasan Bukit Gede yang terletak di Desa Tatung, Kecamatan Balong. Lokasinya ...
Berita GueBanget
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab