Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Studi Menunjukkan 18 Spesies Pelari Laba-laba Baru

Studi Menunjukkan 18 Spesies Pelari Laba-laba Baru

12 Januari 2018 | Dibaca : 184x | Penulis : Slesta

Periset dengan Museum Nasional Sejarah Alam Smithsonian telah menemukan 18 spesies baru laba-laba pelikan, sekelompok arakhnida yang terlihat tidak masuk akal seperti yang mereka dengar.

Spesies baru ini ditemukan tinggal di hutan Madagaskar, sebuah pulau Afrika di Samudra Hindia yang menampung sejumlah besar spesies tumbuhan dan hewan endemik - spesies yang tidak ditemukan di tempat lain di Bumi.

Arachnologists Hannah Wood dan Nikolaj Scharff melakukan survei mereka dengan menggunakan spesimen yang dikumpulkan selama pekerjaan lapangan mereka sendiri dan juga laba-laba yang ditemukan selama survei arthropoda yang diselenggarakan oleh California Academy of Sciences.

Kebanyakan laba-laba adalah oportunistik, makan apa pun yang terjebak di web mereka. Dengan demikian, banyak laba-laba sesekali memakan laba-laba lainnya. Laba-laba Pelican Namun, hanya makan laba-laba lain - dan tidak ada yang lain.

Anatomi unik mereka dirancang khusus untuk konsumsi spider. Laba-laba menggunakan leher pelikan panjang dan melengkung seperti pelek dan tipeng palsu untuk segera menusuk korban mereka. Leher panjang memungkinkan laba-laba menahan korbannya dari bagian tubuhnya yang lain sehingga bisa menghindari serangan balasan potensial.

"Laba-laba ini membuktikan biologi unik yang beragam di Madagaskar," kata Wood dalam sebuah rilis berita.

Laba-laba Pelican membentuk apa yang dikenal sebagai keluarga Archaeid, dinamai untuk asal-usul kuno mereka. Beberapa spesies laba-laba pelikan yang tinggal di Madagaskar ditemukan diawetkan dalam amber kuno dan diperkirakan punah sebelum ditemukan dalam bentuk kehidupan.

"Laba-laba ini kemungkinan terjadi di Madagaskar sejak zaman Pangaean, 180 juta tahun yang lalu," kata Wood kepada Smithsonian.

Madagaskar sekarang menjadi rumah bagi 26 spesies pelikan laba-laba yang berbeda, 18 di antaranya digambarkan minggu ini di jurnal ZooKeys. Tapi Wood memperkirakan totalnya akan meningkat lebih cepat daripada nanti.

"Bagian paling keren dari penelitian ini," kata Wood, "Ada begitu banyak spesies yang tidak kita ketahui. Dan di Madagaskar, ini umum, karena arachnologists menemukan dan menggambarkan spesies baru."

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jangan Lakukan Hal Ini Kalau Ga Mau di Selingkuhin
24 April 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Perselingkuhan tidak begitu saja terjadi dengan sendirinya. Ada beberapa faktor yang membuat perselingkuhan terjadi khususnya pada kaum pria. ...
Ingin Berhenti Merokok Tapi Kesulitan? Berikut Tips Mudah yang Anda Bisa Lakukan
4 Juni 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Untuk orang yang sudah terbiasa merokok pasti merasa kesulitan untuk berhenti dari kebiasaan merokok. Bagi mereka merokok adalah sesuatu yang sifatnya penting ...
Kabar baik! Kegembiraan Atas Ilmu Pengetahuan Sebenarnya Menular di Kelas
13 Agustus 2017, by Slesta
Jika Anda ingin mempromosikan penyebaran sains dan teknologi, semaksimal mungkin dengan itu - itulah kesimpulan sebuah studi baru yang menemukan ketertarikan ...
Waketum Hanura: Presiden Tak Mungkin Bangkitkan PKI Lewat Film G30S/PKI
25 September 2017, by Rindang Riyanti
Waketum Partai Hanura menepis tudingan politikus r PAN Amien Rais yang mengatakan bahwa di masa kepemimpinan Jokowi memberi angin segar bagi kebangkitan PKI. ...
Mobil Tangki Pertamina Senggol Trailer, Terguling, Bensin Tumpah ke Jalan
19 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Telah terjadi kecelakaan hebat di ruas Tol Tangerang-Merak Km 42, Cikupa, Kabupaten Tangerang pada hari Jum’at (19/5/2017) pada pukul 04.00 ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman