Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Strategi Baru Uni Eropa  Memerangi Presiden Suriah Bashar Assad

Strategi Baru Uni Eropa Memerangi Presiden Suriah Bashar Assad

1 September 2017 | Dibaca : 377x | Penulis : Zana Apriyatna

Memang tidak mudah memberi pemahaman apa yang terjadi pada pengungsi Suriah yang banyak di tampung di Eropa, sehingga banyak yang salah paham. Berikut gambaran sederhana tentang apa yang terjadi, dengan mengambil contoh peristiwa di Indonesia

Di Indonesia ini, seperti kita tahu, kemiskinan itu adalah isu yang menarik untuk di jual, karena itu tetap di pelihara. Ada yang menggunakan kemiskinan untuk meraih suara politik dengan janji-janji surga, ada banyak lembaga-lembaga yang meneliti tentang kemiskinan, bahkan sampai ada orang miskin yang pengen tetap di pandang miskin supaya mereka terus mendapat bantuan, daripada kerja.

Nah, ketika Ahok menggusur Kampung Pulo, pihak-pihak yang selama ini mendapat keuntungan dari kemiskinan marah besar. Bertahun-tahun mereka hidup dengan menjual kemiskinan, tiba-tiba ada yang mengusik mereka. Akhirnya mereka mem-provokasi dan dengan bantuan media – yang juga mengambil keuntungan dari peristiwa itu untuk menaikkan rating berita mereka – maka dibangunlah drama seolah-olah Ahok kejam karena tidak berpihak kepada rakyat miskin. Padahal kita tahu, bahwa Ahok sangat manusiawi dengan memindahkan mereka dari kemiskinan ke tempat yang jauh lebih layak. Kemiskinan di kampung pulo hilang, yang tinggal adalah kemarahan mereka yang selama ini mencari makan dengan label kemiskinan.

Kita sekarang ke Suriah. Sebelumnya, pisahkan dulu antara rakyat Eropa dan pemerintahnya.

Pemerintahan Eropa, yang tergabung dalam Uni Eropa, adalah bagian dari koalisi Internasional yang menciptakan konflik di Suriah. Mereka hendak menjungkirkan Bashar Assad, presiden Suriah yang didukung mayoritas rakyat, dari kedudukannya. Mereka menciptakan pemberontak-pemberontak yang dikirim dari berbagai negara untuk masuk ke Suriah dengan baju Front al Nusra, FSA, Al-qaeda sampai ISIS. Catat, pemberontak-pemberontak ini adalah orang asing, termasuk dari Indonesia dan banyak dari Eropa bukan orang Suriah.

Empat tahun perang, mereka tidak berhasil menyingkirkan Bashar Assad, meski media-media internasional mereka turut melakukan pembunuhan karakter terhadapnya. Para pemerintah Uni Eropa, bersama AS dan beberapa koalisi negara arab, akhirnya terjun sendiri ke medan pertempuran. Dalihnya memerangi ISIS, tapi mereka malah menggempur tentara Suriah yang sedang memerangi ISIS sekaligus menjatuhkan atau menyelundupkan senjata-senjata mutakhir kepada ISIS melalui darat dan udara. Licik sekali mereka ?

Frustasi karena tidak juga menang perang dan PBB tidak turun tangan, hanya mengutuk-kutuk Bashar saja, mereka pun mencoba strategi baru. Mereka membuka pintu negaranya untuk pengungsi Suriah dan mem-blow-up nya di media massa.

Untuk apa? 

Pertama, supaya dunia semakin mengutuk Bashar Assad atas kekejamannya sehingga rakyatnya mengungsi. Padahal, rakyat mengungsi itu karena ISIS, bukan karena Bashar. Dan Vladimir Putin, Presiden Rusia sangat paham strategi pembunuhan karakter ini. Jika dunia akhirnya mengutuk Bashar Assad, maka melalui PBB mereka akan bertindak. Dan serangan total ke Suriah dengan menggunakan nama PBB adalah tujuan utama mereka.

Kedua, rakyat Eropa yang tidak tahu apa-apa dimanfaatkan betul oleh pemerintahnya. Rakyat Eropa disuruh melihat langsung para pengungsi itu dan menampungnya. Supaya apa ? Supaya timbul simpati yang menggunung terhadap pemerintahannya dan menanam kebencian menggunung kepada Bashar Assad. Ketika rakyat sudah simpati dan benci yang menggunung, maka Uni Eropa pun mendapat mandat dari parlemen mereka untuk menggelontorkan dana penuh dalam menyerang Suriah. Sekali mendayung, mereka melewati tiga pulau. Menjual pengungsi untuk kepentingan mereka.

Rakyat Eropa tidak bisa disalahkan, malah patut di apresiasi kebaikan mereka menampung para pengungsi. Tapi, rakyat Eropa tidak sadar bahwa mereka telah dimanfaatkan benar oleh pemerintahannya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Karena Foto Selfi  Anak – Anak Indonesia Kena Kecaman Dunia.
12 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Lagi, kelakuan anak jaman now yang menjadi viral. Ini ternyata terjadi di Indonesia Negara kita sendiri guys karena selfi kena kecaman ...
Liga 1 Berduka..Kiper Persela Lamongan Meninggal Dunia
15 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Liga 1 Gojek Traveloka menyisakan duka yang mendalam setelah kiper tangguh Persela lamongan, Choirul Huda meninggal dunia akibat benturan dengan ...
Hasil Penelitian : Omega-3 Mampu Meningkatkan Kecerdasan Otak
3 Juni 2018, by Maman Soleman
Monyet yang mengonsumsi makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 memiliki tingkat kemampuan otak yang tinggi dan jaringan saraf yang tersusun rapi. Dalam ...
Belajar Menghadapi Masalah dari Buku I Had Trouble in Getting to Solla Sollew...
11 Juni 2018, by Dika Mustika
Beberapa waktu lalu, aku membaca buku dari dr. Seuss (lagi) dan ... lagi-lagi setelah selesai membaca bukunya, terasa seperti keluar dari ruang sebuah seminar ...
Pasca Bom di Surabaya, Polda Jabar Siaga Satu
14 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Rentetan aksi terorisme di daerah Jawa Timur membuat keresahan yang cukup besar di masyarakat. Petugas kepolisian dan TNI tidak boleh lengah bersama rakyat ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab