Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
SMAN 1 Semarang Tetap Tegas Minta 2 Siswanya Angkat Kaki

SMAN 1 Semarang Tetap Tegas Minta 2 Siswanya Angkat Kaki

2 Maret 2018 | Dibaca : 394x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Pihak SMAN 1 Semarang menggelar jumpa pers dengan media dengan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Gatot B Hastowo. Dari SMAN 1 Semarang hadir kepala sekolah, Endang Suyatmi L beserta wakil kepala sekolah dan guru.

Endang mengatakan, langkah yang diambil sudah sesuai aturan tata tertib sekolahan. Ia menegaskan sekecil apapun kekerasan maka tidak dibenarkan. Aturan tersebut ada dalam buku tata tertib yang diakui masih belum sempurna karena ada pasal yang hilang.

"Dalam tata tertib, kalau sudah 101 poin dikembalikan ke orangtua," ujar Endang.

Ia menjelaskan, poin-poin untuk MA, yaitu menyakiti perasaan peserta didik dan atau melakukan tindakan tidak sopan hingga merugikan peserta didik yang bersangkutan (20 poin), penyalahgunaan fasilitas sekolah yang tidak sesuai peruntukanya (5 poin), mengotori, mencorat-coret dan merusak fasilitas milik sekolah atau pihak lain (5 poin), mengancam, mengintimidasi peserta didik secara individu di dalam atau di luar sekolah (50 poin), dan mengancam, mengintimidasi atau bermusuhan dengan peserta didik secara berkelompok di dalam atau di luar sekolah (50 poin).

Pihak sekolah mengakui jumlah poin tersebut dijatuhkan dalam satu perkara, artinya sebelumnya 2 orang anggota OSIS itu memang belum pernah melakukan pelanggaran.

"Iya (dalam satu waktu)," kata Endang.

Karena dianggap temuan, maka pihak sekolah langsung memberikan poin dan tidak berusaha mempertemukan atau memediasi AN dan MA dengan junior yang mendapat perlakuan itu. Endang menegegaskan keputusan sekolah sudah bulat.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Gatot mengatakan pihaknya menerima laporan dari sekolahan. Pihaknya juga memfasilitasi mencarikan sekolah negeri bagi 2 anak tersebut agar bisa mengikuti ujian nasional.

Meski demikian 2 anak yang diminta angkat kaki itu enggan pindah ke sekolah yang sudah ditentukan yaitu SMAN 11 dan SMAN 13 Semarang. Mereka dan orangtuanya merasa janggal dengan kasus tersebut terlebih lagi sudah menjelang Ujian Sekolah dan Ujian Nasional.

AN dan MA merupakan anggota Osis, bahkan AN saat kelas X pernah mewakili sekolahan dalam kejuaraan Voli tingkat Kota. AN sangat terkejut dengan apa yang menimpanya sedangkan MA masih dalam kondisi sakit saat ini. 

Dalam latiahn dasar kepemimpinan tentunya pada saat itu didampingi oleh guru pembimbing pada saat itu dan bertanggung jawab terhadap jalannya acara tersebut, dan pihak guru tentu tau aturan yang berlaku. Tapi kenapa kesalahan hanya diberikan kepada para siswa saja,,?. Kenap tidak ada sangsi buat guru pembina yang bertanggung jawab saat semua itu terjadi?

Sekolah boleh bertindak tegas terhadap siswa, tapi apakah guru yang bertanggung jawab dengan acara tersebut didiamkan saja. Semua seolah SMAN 1 Semarang ini cuci tangan dari semua kesalahan.

Aling – aling semua buat peraturan yang sudah ada dan nama baik sekolah,tapi justru membuat nama sekolah SMAN 1 Semarang tercemar karena ketidakadilan.

Apa yang terjadi di SMAN 1 Semarang menjadikan contoh buat semua sekolah, bahwa peraturan memang harus ditegakkan, tapi semua melalui proses penyelidian dan evaluasi yang jelas bukan hanya berdasarkan bukti sepihak, tanpa mendengan yang lain. Dan guru yang bertanggung jawab juga harus mempertanggung jawabkan semua yang terjadi, bukan hanya meyalakan pada pihak siswa semata. Karena acara tersebut memang acara sekolah dan untuk kepentingan sekolah, dimana guru yang bertanggung jawab? kenap kesalahan hanya diberikan pada siswa?

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

3 Cara Ini Bantu Ringankan Nyeri Pasca Olahraga
28 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Setelah melakukan olahraga berat, biasanya orang yang tak biasa berolahraga sering merasakan nyeri setelahnya. Kondisi ini dapat muncul ...
Rupiah Melemah Memberi Dampak Terhadap Biaya Haji
30 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Saat ini kurs rupiah telah mencapai 14.276 per dolar AS. Hal ini menjadi permasalahan yang perlu diberi perhatian khusus. Permasalahan ...
Sambil Menahan Tangis, Rina Nose Tulis Alasan  Lepas Hijab pada Deddy Corbuzier
16 November 2017, by Rachmiamy
Keputusan Rina Nose yang tiba- tiba melepaskan hijabnya yang sudah lama dikenakan memang membuat kaget semua pihak. Di tengah karirnya yang sedang memuncak, ...
Ini 4 Fakta Mengenai Berbohong
3 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Menyembunyikan kebenaran alias berbohong memang menjadi salah satu kebiasaan yang sering dilakukan. Banyak sekali alasan mengapa orang harus ...
Kemenko PMK : "Tidak Semua Sekolah Wajib Full Day School"
20 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com -  Ghafur Akbar Dharma Putra selaku staf ahli kementerian koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan (Kemenko PMK) mengatakan jika ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview