Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Sistem Imun Salamander Ternyata untuk Beregenerasi

Sistem Imun Salamander Ternyata untuk Beregenerasi

23 Maret 2018 | Dibaca : 1059x | Penulis : Maman Soleman

Sistem imun atau kekebalan pada salamander ternyata berfungsi menumbuhkan kembali anggota tubuh mereka. Para peneliti dari Australian Regenerative Medicine Institute (ARMI) Monash University, Australia, menemukan, ketika sel-sel kekebalan tubuh (makrofag) itu dilenyapkan, salamander kehilangan kemampuan untuk meregenerasi anggota tubuh mereka. Sebagai gantinya, terbentuk jaringan parut. Padahal dengan fungsi regenerasi tersebut, salamander mampu menumbuhkan tali saraf tulang belakang, jaringan otak, bahkan bagian hati mereka.

Menurut Dr. James Godwin, ketua tim peneliti di laboratorium ARMI, penemuan itu membawa penelitian selangkah lebih dekat untuk mengerti kondisi yang dibutuhkan untuk beregenerasi. Sebelumnya peneliti memperkirakan makrofag tidak berperan dalam regenerasi, tetapi penelitian terbaru menunjukkan hasil yang berbeda. Jika makrofag tidak ada dalam fase awal dalam penyembuhan, regenerasi tidak akan terjadi.

Penelitian dilakukan untuk melihat bagaimana makrofag berperan dalam proses regenerasi. Hasil penelitian itu menjadi jalan untuk melakukan terapi rekayasa sistem kekebalan manusia ke jalur yang lebih regeneratif.

Salamander mengatasi cedera dengan cara yang luar biasa. Proses penyembuhan yang terjadi pada tubuhnya memulihkan fungsi jaringan secara lengkap pada setiap bagian tubuh, termasuk organ. Regenerasi jaringan tersebut bebas bekas luka dan hampir sempurna seperti sebelum terjadi kerusakan.

Menurut Dr. Godwin, salamander merupakan contoh yang sempurna dalam proses regenerasi. Penelitian pada proses penyembuhan salamander dapat mendorong cara penyembuhan baru untuk beberapa kondisi umum seperti penyakit pada hati. Penyembuhan bekas luka akan secara dramatis meningkatkan pemulihan pasien setelah operasi. Indikasi kemampuan beregenerasi ditemukan pada berbagai spesies hewan. Namun dalam sejumlah kasus, beberapa spesies tersebut telah mati karena evolusi.

Penelitian itu masih perlu dilanjutkan untuk mengetahui seperti apa salamander beregenerasi sehingga akhirnya nanti dapat diterapkan pada manusia.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Filipina, Kuwait Menandatangani Perjanjian untuk Melindungi Pekerja Rumah Tangga
12 Mei 2018, by Slesta
Kuwait dan Filipina menandatangani sebuah perjanjian pada hari Jumat yang mengakhiri perselisihan tentang perlakuan terhadap pekerja rumah tangga ...
Kurangi Nyinyir, Perbanyak Prestasi
24 April 2018, by oteli w
Kurangi Nyinyir, Perbanyak Prestasi Kata “nyinyir” merupakan salah satu kata yang sedang fenomena saat ini. Kata ini sering diarahkan kepada ...
Kebiasaan Kita Dikendalikan oleh Sel Langka Ini
17 September 2017, by Rindang Riyanti
Duke University neuroscientists telah menunjuk satu jenis neuron jauh di dalam otak yang berfungsi sebagai "master controller" kebiasaan kita. Tim ...
Sudah Banyak Laporan mengenai Sukmawati, Ini Respon Mabes Polri
4 April 2018, by Zeal
Tampang.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) angkat bicara mengenai pelaporan Sukmawati yang dilakukan oleh beberapa pihak. Polri menyampaikan bahwa ...
Penyelundupan Ekstasi Sebanyak 1,2 Juta asal Belanda di Gagalkan Bareskrim
31 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri terus menerus mengungkap adanya penyelundupan narkotika di Indonesia. Setelah sebelumnya ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab