Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
Seru di Kelas Bahasa Indonesia

Seru di Kelas Bahasa Indonesia

17 Agustus 2017 | Dibaca : 394x | Penulis : Dika Mustika

Pelajaran Bahasa Indonesia Membosankan? Tidak Lagi! Bahasa Indonesia mungkin sering menjadi pelajaran yang ada di daftar pelajaran terbawah yang menjadi favorit para siswa. Mengantuk, membosankan, capek menulis, tak perlu dipelajari juga sudah bisa. Itu kata yang keluar dari siswa mengenai pelajaran yang satu ini. Jangan salah, mungkin itu terjadi jika kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia hanya dilakukan dengan metode konvensional. Ketika kegiatan pembelajaran hanya menyalin, membaca, dan sejenisnya.

Jika kegiatan pembelajaran ini bisa dikemas dalam berbagai kegiatan yang menarik, bukan tidak mungkin pelajaran Bahasa Indonesia bisa menjadi salah satu pelajaran favorit para siswa. Misal: kegiatan wawancara langsung ke orang-orang yang ada di sekolah ketika hendak mempelajari berbagai kalimat tanya, men-dubbing film ketika hendak mempelajari tentang kalimat percakapan, melanjutkan cerita secara berkelompok sebelum anak menuliskan cerita imajinatif, menyanyi untuk melatih membaca lancar (khususnya pada kelas kecil (1-2)).

Jika misalnya anak masih memerlukan motivasi untuk mau aktif terlibat, kemaslah juga kegiatan pembelajaran dalam bentuk audisi. Dalam audisi tersebut bisa juga dilakukan proses merekam. Rekaman ini lah yang nantinya akan diperlihatkan ulang ke anak lagi supaya mereka menilai performance-nya sendiri dan bisa mengapresiasi yang sudah baik dan memperbaiki apa yang masih perlu ditingkatkan. Audisi ini, bukanlah audisi sesuatu yang ‘besar’ namun bisa dilakukan dalam berbagai hal, misal: audisi menceritakan pengalaman sehari-hari, audisi menceritakan cara membuat kue, membuat karya, dll.

Poin penting dalam kegiatan yang bisa dilakukan di kelas bahasa adalah, bagaimana anak mendapatkan pengalaman aktif berbahasa, sehingga anak bisa mendapatkan ‘rasa bahasa’ dalam berbagai kegiatannya tersebut.Kelas bahasa mungkin akan menjadi kelas yang cukup gaduh karena anak melakukan berbagai kegiatan praktik langsung. Tak perlu khawatir, karena melalui kegiatan ‘gaduh’ inilah akan terjadi keaktifan berbahasa.

 

   

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Anak dan Ayah  Terciduk KPK, Kenapa dan Ada Apa ?
27 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Iman diketahui saat ini menjabat Wali Kota dalam periodenya yang kedua. Ia pertama kali menjabat Wali Kota Cilegon pada tahun 2010 lalu. Kala itu, ...
Ganda Putri Greysia dan Apriyani Ditargetkan Menang All England 2018 dan Asian Games 2018
28 November 2017, by Admin
Tampang.com - Pelatih ganda putri Eng Hian memberikan target cukup tinggi kepada Greysia/Apriyani pada tahun 2018.  Eng Hian  menyebutkan ada  ...
kebahagiaan sejati
2 Juli 2017, by Dony Prattiwa
Kawan... Disaat kita memakai jam tangan seharga Rp 500.000,- atau Rp 500.000.000,-, kedua jam itu menunjukkan waktu yg sama. Ketika kita membawa tas atau ...
Pengacara Trump Mengklaim Bahwa Mueller Secara Ilegal Memperoleh Email Transisi
18 Desember 2017, by Slesta
Seorang pengacara tim transisi Presiden Trump menuduh pengacara khusus Robert Mueller secara tidak sah mendapatkan ribuan email terkait dengan transisi Trump ...
Ini Triknya, untuk Berbelanja Tunai, Debit, atau Kredit
4 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Mengatur keuangan merupakan suatu hal yang sangat penting. Apalagi, jika pemasukan yang didapat adalah terbatas. Lalu, bagaimana cara pengaturan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview