Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Sejarah  Singkat Radio

Sejarah Singkat Radio

18 April 2018 | Dibaca : 1703x | Penulis : oteli w

Sejarah Singkat Radio

Sebelum berkembangnya teknologi media televisi dan media telekomunikasi lainnya, radio merupakan salah satu alat yang sangat berjasa dalam kehidupan masyarakat zaman dahulu, sebab  radio memiliki kegunaan yang sangat berarti, terutama bagi para tentara angkatan darat adan angkatan laut.

Dilihat dari sejarah perkembangannya, para pengguna utama radiao pertamakalinya adalah para maritim. Mereka menggunakan radio sebagai sarana pengiriman pesan telegraf dengan menggunakan kode morse antara kapal dan darat. Kode morse atau sandi morse adalah sistem yang diciptakan sebagai simbol pengganti huruf, angka, tanda baca dan sinyal dengan menggunakan kode titik dan garis yang disusun mewakili karakter tertentu pada alafbet atau sinyal  (pertanda) tertentu yang disepakati penggunaannya di seluruh dunia.

Salah satu pengguna awal radio adalah angkatan laut Jepang  yang dipergunakan untuk mengintai armada Rusia saat Perang Tsushima pada tahun 1901. Radio dalam perkembangan awalnya ada dua jenis, yaitu Radio AM dan Radio FM

Radio AM

Radio AM (modulasi amplitudo), penggunaan awalnya hanya untuk keperluan telegram nirkabel. Radio AM masih terbatas penggunannya dan tidak mampu menghasilkan suara siaran yang berkualitas baik. Orang yang pertamakali melakukan penyiaran radio dengan menggunakan suara manusia adalah Reginald Aubrey Fessenden pada tanggal 23 Desember tahun 1900 dengan jarak 50 mil.

 

Radio FM

Oleh karena Radio AM banyak mengalami kendala dan kekurangan pada waktu itu, maka seorang yang bernama Amstrong berusaha melakukan pembaharuan, sehingga pada akhirnya Amstrong berhasil menemukan sistem modulasi frekuensi (FM) yang mampu menghasilkan suara yang jauh lebih jernih  (tahun 1993).

 

 

 

 

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Polda Metro Jaya Adi Deryan Jadwalkan Pemanggilan Terhadap Pengembang Reklamasi Pulau C dan D
24 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan Jayamarta mengungkapkan akan menjadwalkan pemanggilan terhadap ...
Lava Dari Gunung Kilauea Menghancurkan Rumah Walikota Hawai'i County
6 Juni 2018, by Slesta
Lava dari gunung berapi Kilauea di Hawaii menghancurkan lebih banyak rumah pada hari Selasa, termasuk tempat tinggal Walikota Kabupaten Hawai'i, Harry Kim, ...
Fredrich Yunadi Batal Diperiksa KPK,  Dia Mengaku Cuma Duduk Bengong dan Minum Air Sampai Kembung
18 Januari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Nama Fredrich Yunadi telah viral sejak menjadi pengacara Setya Novanto, terlebih saat mendampingi Novanto yang terjerat kasus e-KTP mengalami kecelakaan ...
Ingin Menjadi Guru Favorit? Simak 10 Hal Penting Berikut!
6 September 2017, by Zeal
tampang - Menjadi guru bukanlah hal yang gampang, karena sejatinya tugas guru bukan hanya mentrasfer ilmu pengetahuan atau akademik, tetapi guru juga merupakan ...
Gerindra: Elektabilitas Prabowo masih Lebih Unggul daripada Joko Widodo
9 Oktober 2017, by Zeal
tampang - Meski masih menyisakan waktu dua tahun lagi, atmosfer pemilihan presiden (Pilpres) sudah mulai menghangat. Hal ini ditunjukkan dengan pernyataan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman