Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Seberapa Sering Anda Harus Buang Air Besar Setiap Harinya?

Seberapa Sering Anda Harus Buang Air Besar Setiap Harinya?

2 November 2017 | Dibaca : 326x | Penulis : Rio Nur Arifin

Kebiasaan buang air besar seseorang berbicara banyak tentang kesehatan mereka dan seberapa baik fungsi tubuh mereka.

Meskipun mungkin memalukan untuk membicarakan ‘gerakan usus’, namun hal itu bisa memberi petunjuk berharga mengenai apa yang sedang terjadi di tubuh. Banyak orang memiliki kekhawatiran bahwa mereka terlalu banyak melakukakan buang air besar dalam sehari.

Inilah jawaban atas beberapa pertanyaan umum yang mungkin cukup memalukan untuk anda ajukan sendiri.

Fakta cepat tentang berapa kali seseorang harus membuang setiap hari:

Sulit untuk mengatakan bagaimana normalnya, terutama bila menyangkut frekuensi buang air besar karena bervariasi untuk setiap orang.
Dokter melihat seberapa sering seseorang membuang kotoran dan konsistensi untuk menentukan apakah kebiasaan buang air besar seseorang biasa dilakukan.
BAB adalah cara tubuh menyingkirkan produk limbah dan makanan tercerna yang tidak terserap.
Mengalami perubahan sementara dalam kebiasaan atau pola buang air besar adalah normal.

Berapa kali sehari kamu harus buang air besar?

Apa yang normal untuk satu orang mungkin tidak normal bagi orang lain. Sebuah penelitian tahun 2010 yang dipublikasikan di Scandinavian Journal of Gastroenterology menemukan bahwa 98 persen partisipannya melakukannya antara 3 kali per minggu sampai 3 kali sehari.

Kebanyakan orang memiliki rutinitas sendiri, mereka pergi ke toilet dengan lama waktu yang sama per harinya dan di waktu yang sama.

Menyimpang secara signifikan dari pola teratur mungkin masih dianggap sehat, namun bisa juga mengindikasikan perkembangan masalah perut atau usus.

Faktor apa yang mempengaruhi seberapa sering Anda pergi ke toilet?

Seberapa sering seseorang pergi ke kamar mandi bisa sangat bervariasi dan tergantung pada berbagai faktor termasuk:

Asupan cairan

Karena usus besar menyerap kelebihan air putih, tidak cukup minum cairan bisa mengeras kotoran dan membuatnya lebih sulit untuk BAB. Seseorang yang mengalami sembelit harus meningkatkan asupan cairannya untuk membantu menjaga kotoran tetap lunak.

Usia

Konstipasi sering dikaitkan dengan bertambahnya usia. Penuaan menyebabkan perut melambat, sehingga kotoran tidak lewat dengan cepat. Juga, orang yang lebih tua lebih cenderung minum obat yang dapat mengganggu kebiasaan buang air besar mereka yang biasa.

Aktivitas

Tetap aktif membantu usus besar bekerja lebih baik dan buang kotoran melalui usus lebih efisien. Bila seseorang mengalami konstipasi atau pencernaan lambat, berjalan-jalan atau berlari bisa membantu segala sesuatunya bergerak lebih teratur.

Diet

Apa yang seseorang makan memainkan peran penting dalam seberapa sering mereka pergi ke kamar mandi. Serat merupakan zat penting untuk buang air besar yang sehat.

Serat adalah jenis karbohidrat yang tidak dapat terbagi dalam usus halus ke dalam molekul yang lebih kecil. Akibatnya, ia lolos ke usus besar sebagai makanan yang belum tercerna yang akhirnya menjadi kotoran, juga dikenal sebagai tinja. Diet yang cukup dalam serat bisa meningkatkan keteraturan dan mencegah sembelit.

Riwayat kesehatan

Beberapa kondisi medis dan obat-obatan dapat mempengaruhi kesehatan usus dan menyebabkan seseorang untuk buang air kecil lebih sering atau lebih sering dari biasanya. Penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa, dan bahkan virus flu perut dasar, bisa mengubah seberapa sering seseorang harus buang air besar.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Orang yang Diet Juga Boleh Sarapan, Ini Aturannya
16 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sarapan menjadi kegiatan paling penting untuk dilakukan di pagi hari. Tak terkecuali bagi orang yang sedang menjalani diet. Sekalipun diet, ...
Cegah Rambut Rontok dengan Lakukan Beberapa Hal Ini
4 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Bagi wanita, rambut diibaratkan sebagai mahkota. Maka tak heran jika rambut ini sering dirawat dan dipelihara sebaik mungkin. Untuk mencegah ...
Ternyata Persahabatan di Masa Remaja Pengaruhi Kesehatan Mental di Masa Dewasa
25 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Masa remaja adalah masa dimana tantangan sosial dan harapan berubah. Sementara hubungan dengan teman sebaya mungkin penting bagi kaum muda saat ini, apakah ...
Jangan Kombinasikan Makan dan Minum, Ini Efeknya
9 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tubuh sudah pasti membutuhkan asupan cairan dan nutrisi yang cukup. Oleh karena inilah, minum dan makan menjadi salah satu kegiatan rutin untuk ...
Penggunaan Sauna Dapat Menurunkan Risiko Stroke Hingga 60 Persen
5 Mei 2018, by Slesta
Orang dewasa yang lebih tua yang suka berjemur di panas sauna mungkin lebih kecil kemungkinannya menderita stroke, sebuah penelitian baru ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab