Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Riyadh Bekerja untuk Menghilangkan Kekhawatiran India tentang Harga Minyak

Riyadh Bekerja untuk Menghilangkan Kekhawatiran India tentang Harga Minyak

19 Mei 2018 | Dibaca : 243x | Penulis : Slesta

India harus yakin bahwa Riyadh akan melakukan bagiannya untuk memastikan ekonomi dapat bergerak maju dalam menghadapi harga minyak yang lebih tinggi, menteri energi Saudi mengatakan.

Menteri Energi Saudi, Khalid al-Falih mengatakan dia membuat panggilan telepon kepada mitranya dari India, Dharmendra Pradhan, untuk membahas situasi di pasar minyak global. Harga minyak mentah naik hampir 20 persen untuk Brent, patokan global, dan naik 5 persen sejak pekan lalu, ketika Presiden AS Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir Iran.

Falih mengatakan dia menawarkan jaminan kepada menteri India setelah berkonsultasi dengan rekan-rekannya di Rusia dan Uni Emirat Arab, yang memegang jabatan presiden bergilir Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak.

"Menteri al-Falih meyakinkan Menteri Pradhan bahwa mendukung pertumbuhan ekonomi global adalah salah satu tujuan utama kerajaan," kata pernyataan dari kantor resmi Saudi Press Agency. "Dia menegaskan kembali komitmennya terhadap stabilitas pasar dan bahwa kerajaan bersama dengan produsen lain akan memastikan ketersediaan pasokan yang memadai untuk mengimbangi potensi kekurangan."

Arab Saudi adalah kepala de facto OPEC. Rusia adalah penyumbang negara non-anggota terbesar dalam usahanya untuk menguras surplus lima tahun dari persediaan minyak negara-negara maju di dunia dengan pemotongan produksi terkoordinasi.

Upaya itu, sekarang di tahun kedua, membantu harga minyak mentah dari posisi terendah bersejarah pada awal 2016. Kekhawatiran geopolitik yang berasal dari kerusuhan di Timur Tengah untuk memperdagangkan ketegangan antara Amerika Serikat dan China, dua ekonomi terbesar di dunia, membantu mendorong Brent. menuju $ 80 per barel, level tertinggi dalam hampir empat tahun jika bertahan.

Kemungkinan hilangnya barel Iran telah menjadi pendukung harga baru-baru ini.

Harga minyak mungkin mendekati titik di mana ia menciptakan headwinds untuk ekonomi global, terutama untuk ekonomi yang bergantung pada impor untuk minyak mereka.

Reserve Bank of India, bank sentral negara itu, mengharapkan pertumbuhan dalam produk domestik bruto tahun ini sebesar 7,3 persen, naik dari pertumbuhan 6,3 persen yang diposting tahun lalu. Ekonom OPEC dalam laporan pasar bulanan mereka untuk Mei mengatakan ketegangan perdagangan bisa menjadi berkah campuran bagi India. China adalah mitra dagang terbesarnya, tetapi defisit perdagangan India dengan Beijing telah meningkat sebagai hasilnya.

Tahun ke tahun, impor India dari minyak bumi, minyak mentah dan produk minyak bumi meningkat lebih dari 40 persen, menurut ekonom di OPEC.

Saudi Arabian Oil Co. dan perusahaan energi Perancis Total pada bulan April setuju untuk membangun kilang di India yang membawa harga $ 44 miliar. Pada puncaknya, kilang akan mampu memproses 1,2 juta barel minyak mentah per hari, membuatnya menjadi yang terbesar di dunia.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tubuh Sehat dengan Cukupi Asupan Serat dalam Tubuh
10 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu asupan penting untuk tubuh adalah serat. Salah satu manfaat serat adalah mampu untuk menurunkan kolesterol. Dilansir dari Kompas, ...
Inilah 5 Fakta Mengejutkan Kasus Penipuan Umrah First Travel
13 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Beberapa hari yang lalu polisi telah menangkap pemilik serta pimpinan Travel Umroh PT First Anugerah Karya Wisata atau disebut juga First ...
Rupiah Melemah Namun Kondisi Ekonomi Stabil
9 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Saat ini kondisi rupiah sedang melemah. Nilai tuar rupiah menembus 14.000 per USD. Namun hal itu tidak menjadikan BI pesimis. Meskipun ...
Penasaran Berapa Total Harta Setya Novanto? Ini Rinciannya
19 November 2017, by Rindang Riyanti
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto, yang sempat jadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran menghilang, semalam mengalami ...
Hasil Penelitian:Di Masa Depan, Bayi yang Lahir Mampu Miliki Kecerdasan Tinggi
30 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sebuah perusahaan asal Tiongkok mengklaim bahwa manusia akan dapat memilih calon bayi yang memiliki kecerdasan tinggi dalam waktu dekat. Para ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman