Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Ranger Tewas, Turis Diculik di Taman Nasional Virunga

Ranger Tewas, Turis Diculik di Taman Nasional Virunga

12 Mei 2018 | Dibaca : 472x | Penulis : Slesta

Seorang penjaga taman di Taman Nasional Virunga di Republik Demokratik Kongo tewas dan sedikitnya tiga orang, termasuk dua turis Inggris, diculik Jumat, kata pejabat taman.

Joel Wengamulay, juru bicara Lembaga Konservasi Alam Kongo, mengatakan kepada Radio Okapi bahwa kendaraan mereka disergap dalam perjalanan dari Kibumba ke Goma setelah mengunjungi tempat perlindungan gorila di dalam taman. Polisi itu tewas, dan sopir serta dua turis termasuk di antara mereka yang diculik.

"Untuk saat ini Lembaga Konservasi Alam Kongo tidak dapat menyampaikan banyak tentang insiden itu karena para sandera masih dalam tahanan. Itu akan membahayakan jiwa mereka," katanya menurut terjemahan Sky News.

Juru bicara Taman Vianney Harakandi mengatakan kepada CNN bahwa penyergapan terjadi sekitar jam 10 pagi dan staf keamanan taman dikerahkan untuk menyelidiki.

Pada bulan April, lima penjaga dan seorang sopir tewas dalam penyergapan, hilangnya kehidupan terburuk di taman. Taman Nasional Virunga telah menyaksikan lebih dari 170 polisi terbunuh selama 20 tahun terakhir sebagai kelompok pemberontak anti-pemerintah, bandit lokal dan pemburu hewan langka berkeliaran di daerah tersebut.

Dalam wawancara dengan National Geographic tahun lalu, Direktur Taman Nasional Virunga Emmanuel de Merode mengatakan tiga kelompok utama bertanggung jawab atas kekerasan di taman itu.

"Pasukan Demokratik Sekutu dan Tentara Nasional untuk Pembebasan Uganda beroperasi bersama di utara. Mereka adalah gerakan Islam ekstrim yang beroperasi untuk melemahkan pemerintah Uganda," kata de Merode. "Kemudian Mai-Mai, yang orang Kongo, beroperasi di pusat taman. Di selatan adalah Pasukan Demokratis untuk Pembebasan Rwanda, banyak di antaranya bertanggung jawab atas genosida 1994 di Rwanda."

"Bagian tersulit dari pekerjaan saya adalah harus mengubur orang-orang yang dipercayakan kepada saya," tambahnya.

Pada tahun 2014, Netflix merilis Virunga, sebuah film dokumenter tentang penjaga taman Virunga yang ditugaskan untuk melindungi gorila gunung yang terancam punah.

Pegunungan Virunga adalah salah satu dari hanya dua tempat di dunia di mana gorila gunung ditemukan. Lokasi lainnya adalah Taman Nasional Bwindi yang Tak Dapat Ditembus di Uganda

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

yuka kinoshita
11 Juli 2017, by Rachmiamy
Sebagian besar dari kita mungki sangat kenyang jika harus menghabiskan 2 bungkus mie instan saja. Bagaimana dengan 10? Bagi kita terutama kaum wanita rasanya ...
syahrini kw
6 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Lucky Hakim yang belum lama ini melangsungkan pernikahannya dengan Tiara Dewi akan segera mengakhiri hubungan pernikahan mereka. Lucky Hakim ...
Charles Jenkins, Tentara A.S. yang Membelot ke Korea Utara, Meninggal Pada Usia 77 tahun
13 Desember 2017, by Slesta
Charles Jenkins, seorang tentara Angkatan Darat A.S. yang membelot ke Korea Utara dan tetap tertawan di sana selama 40 tahun, meninggal pada usia 77 pada hari ...
Kendalikan Diri Dengan 5 Tips Ini
5 April 2018, by Slesta
Tampang.com – Tidak sedikit orang merasakan bahwa ia sangat cemas setiap harinya. Namun siapa snagka hal itu ternyata merupakan sebuah pertanda bahwa ada ...
Ini Cara Tentukan BKPB Kamu Asli atau Palsu
5 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika hendak membeli sebuah kendaraan, terutama kendaraan bekas tentunya memeriksa semua hal mengenai kendaraan tersebut harus dilakukan. ...
Berita GueBanget
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview