Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
login Register
Presiden Wanita dan Muslim Pertama Di Singapura

Presiden Wanita dan Muslim Pertama Di Singapura

13 September 2017 | Dibaca : 681x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Departemen Pemilu Singapura (ELD) kemarin mengatakan, bahwa hanya ada satu orang yang memenuhi syarat untuk menjadi presiden di Singapura. 

sejarah baru akan tercatat dalam perjalanan pemerintahan Singapura pada pekan ini. Mantan anggota serikat dan Ketua Parlemen Halimah Yacob akan menjadi presiden wanita pertama di negara-kota tersebut. 

momen ini menjadi penting karena selama ini tidak ada orang keturunan Melayu muslim yang menjadi pimpinan di negara tersebut. Bahkan untuk menjabat di jajaran eselon teratas di pemerintahan maupun tentara nasional. 

Halimah adalah satu-satunya kandidiat yang menerima Sertifikat Kesesuaian dan Sertifikat masyarakat. Dengan demikian dia akan menjadi presiden kedelapan Singapura dan wanita pertama yang memegang posisi kepala negara di Singapura.

Penetapan Halimah sebagai presiden rencananya akan secara resmi diumumkan pada Rabu mendatang. Kemudian, dia akan mulai bekerja pada keesokan harinya.

Etnis Melayu diketahui terakhir memegang kursi kepresidenan di Singapura pada 1965 dan 1970, di bawah pimpinan presiden Yusof Ishak. Kala itu adalah tahun-tahun awal kemerdekaan Singapura. Hingga kini wajah Yudof masih menghiasi uang kertas di negara tersebut. 

Halimah sebelumnya dikenal sebagai Ketua Parlemen Singapura. Pengalamannya menjabat Ketua Parlemen Singapura selama tiga tahun turut membantu Halimah dalam memenuhi syarat pencalonan. Dia mencalonkan diri sebagai kandidat dari sektor publik.

Sebelumnya ada empat kandidat lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh Departemen Pemilu Singapura. Pada Senin (11/9) kemarin, Departemen Pemilu Singapura menyatakan hanya ada satu Sertifikat Kelayakan yang dikeluarkan pihaknya. 

 

Departemen Pemilu Singapura tidak menjelaskan lebih lanjut soal alasan penolakan empat kandidat lainnya. Namun dua kandidat di antaranya yang berasal dari sektor swasta dilaporkan tidak memenuhi syarat soal memimpin perusahaan dengan nilai aset minimum SG$ 500 juta, atau memiliki pengalaman dan kemampuan sebanding dengan sektor publik

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Waspada, Inilah Ciri – Ciri ATM Sasaran Skimming
17 Maret 2018, by Slesta
Tampang.com – Baru – baru ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan hilangnya sejumlah uang di akun bank. Hal itu diketahui karena adanya tindakan ...
Masyarakat Anti Korupsi : Tahan Novanto, Tidak ada yang Kebal Hukum di Negara ini
1 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Kawasan Car Free Day Bundaran Hotel Indonesia, hari Minggu (01/10) menyuguhkan pemandangan yang berbeda. Tidak hanya warga masyarakat Ibu kota ...
Ikan Purba Ini Bisa Hidup di Dua Alam
31 Juli 2017, by Rachmiamy
Indonesia memang Negara yang kaya akan Sumber Daya Alam. Seperti salah satu kekayaan alam yang ada di laut Kalimantan. Ikan Mudskipper atau yang disebut ...
Muka Bumi 'Biological Annihilation' sebagai Populasi Hewan Menurun Secara dramatis
12 Juli 2017, by Angga
Lonesome George, yang terakhir dari kura-kura Pulau Pinta, meninggal dengan tenang di kandangnya di sebuah fasilitas penelitian di Galapagos. Pulau dimana ...
AC Milan Belum Selesai!
15 Juli 2017, by Hardika Ilhami
Setelah mendapatkan tanda tangan Leonardo Bonucci dari Juventus dan menunggu tes medis Lucas Biglia dari Napoli yang total menjadi rekrutan ke-10 i Rossoneri ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab