Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Polusi Sebabkan 16% Kematian di Dunia

Polusi Sebabkan 16% Kematian di Dunia

29 Oktober 2017 | Dibaca : 376x | Penulis : Rindang Riyanti

Profesor ilmu kesehatan Simon Fraser University Bruce Lanphear yang merupakan seorang komisaris dan penulis The Lancet Commission on Pollution and Health telah merilis sebuah laporan yang merinci efek buruk dari polusi terhadap kesehatan global.

"Ini adalah analisis global pertama mengenai dampak pencemaran - udara, air, tanah, pekerjaan - bersama - sama serta mengeksplorasi biaya ekonomi dan ketidakadilan sosial dari polusi," kata Lanphear. "Polusi, yang merupakan akar dari banyak penyakit dan kelainan yang mengganggu manusia, sepenuhnya dapat dicegah."

Laporan tersebut menampilkan solusi dan merekomendasikan bagaimana masalahnya dapat diatasi. Ini mencakup contoh dan studi kasus tentang keberhasilan pengendalian pencemaran lingkungan

Temuan komisi tersebut meliputi:

  • Polusi menyebabkan 16% kematian terjadi di seluruh dunia.
  • Penyakit yang disebabkan oleh polusi bertanggung jawab pada sekitar 9 juta kematian dini - 16% dari semua kematian di seluruh dunia - tiga kali lebih banyak kematian dibandingkan dengan kombinasi AIDS, TBC, dan malaria; dan lima belas kali lebih banyak dari semua perang dan bentuk kekerasan lainnya. Ini membunuh lebih banyak orang daripada merokok, kelaparan dan bencana alam. Di beberapa negara, ini mencakup satu dari empat kematian.
  • Polusi secara tidak proporsional membunuh orang miskin dan rentan. Hampir 92% kematian terkait polusi terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di negara-negara, jumlah korban polusi terbesar terjadi pada masyarakat miskin dan terpinggirkan. Anak-anak menghadapi risiko tertinggi karena eksposur kecil untuk bahan kimia di dalam rahim dan pada masa kanak-kanak dapat mengakibatkan penyakit seumur hidup dan, cacat tubuh, kematian dini, serta mengurangi potensi belajar dan produktif.
  • Polusi sangat terkait dengan perubahan iklim dan keanekaragaman hayati. Pembakaran bahan bakar fosil di negara-negara berpenghasilan tinggi dan pembakaran biomassa di negara-negara berpenghasilan rendah menyumbang 85% polusi partikulat udara. Penghasil utama karbon dioksida adalah pembangkit listrik berbahan bakar batubara, produsen kimia, operasi penambangan, dan kendaraan. Mempercepat peralihan ke sumber energi yang lebih bersih akan mengurangi polusi udara dan memperbaiki kesehatan manusia dan planet Bumi. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ini 5 Kunci Untuk Jaga Tubuh Tetap Sehat dan Bugar
6 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Siapa yang tak ingin tubuhnya tetap sehat dan bugar. Pastinya semua orang menginginkannya. Namun, untuk mendapatkan hasil ini, tentunya tak ...
Jokow Mengamati Reaksi Masyarakat Akan UU MD3 Untuk Menandatanginya Atau Tidak
22 Februari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Presiden Joko Widodo (Jokowi) enggan menandatangi Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3) yang telah disahkan oleh DPR RI, dalam beberapa waktu ...
Boni Si Harimau yang Malas Bertemu Manusia
24 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Sejak Januari 2018, warga Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau dihebohkan oleh keberadaan sosok ...
Pemakaman Jonghyun SHINee Penuh Kesedihan
21 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Salah satu Penyanyi tampan asal Korea Selatan ( K-pop) berusia 27 tahun ini ditemukan tak sadarkan diri di apartemennya pada pukul 6 sore waktu setempat. ...
Peneliti di Jepang Kini Tengah Mengembangkan Telur yang Mengandung Obat
11 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Para peneliti di Jepang kini mulai melakukan perekayasaan pada genetika telur ayam. Telur ayam tersebut menjadi memiliki kandungan obat yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab