Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Petrucci : "Suatu Kehormatan Luar Biasa Menjadi Pembalap untuk Tim Ducati"

Petrucci : "Suatu Kehormatan Luar Biasa Menjadi Pembalap untuk Tim Ducati"

6 Juni 2018 | Dibaca : 339x | Penulis : Rachmiamy

Danilo Petrucci telah 4 tahun bergabung bersama tim Pramac Ducati. Di tahun pertamanya yakni pada MotoGP 2015, Petrucci satu tim dengan pembalap asal Kolombia, Yonny Hernandez. Sedangkan di tahun 2016 dan 2017 pembalap berjuluk The Petrux tersebut satu tim dengan Scott Redding. Di tahun ini Petrucci kembali mempunyai rekan satu tim yang berbeda yakni pembalap asal Australia, Jack Miller.

Walaupun berada di tim satelit, penampilan Danilo Petrucci di MotoGP 2018 cukup mengesankan. Petrucci kini menempati posisi keenam di klasemen sementara dengan raihan 63 poin. Berselisih 32 poin dari Marc Marquez yang menempati posisi puncak. Bahkan Petrucci berhasil menaiki podium kedua ketika melakoni balapan seri kelima yang berlangsung di Sirkuit Le Mans, Prancis.

Setelah menanti cukup lama, di tahun kelimanya Danilo Petrucci berhasil menjadi pembalap tim pabrikan. Pada MotoGP 2019, pembalap yang kini berusia 27 tahun tersebut resmi bergabung dengan tim pabrikan Ducati. Menggantikan posisi Jorge Lorenzo yang memutuskan bergabung dengan tim Repsol Honda.

Danilo Petrucci pun mengungkapkan kebahagiaannya bisa bergabung dengan tim pabrikan Ducati. "Menjadi bagian tim pabrikan adalah mimpi yang menjadi nyata. Suatu kehormatan luar biasa menjadi pembalap untuk Tim Ducati, terutama untuk seseorang seperti saya yang mengawali petualangan di Ducati sebagai pembalap penguji motor," kata Petrucci, seperti dilansir Crash.  

Pembalap asal Italia tersebut tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para petinggi tim Pramac Ducati. "Saya ingin berterima kasih kepada Paolo Campinoti dan Francesco Guidotti yang empat tahun lalu memberikan kepada saya untuk bergabung dengan tim Pramac Racing Ducati. Tanpa mereka semua ini tak mungkin terjadi," imbuh dia.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Waduh, Game Action Ternyata Dapat Membahayakan Otak Kita
17 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Siapa yang tidak suka memainkan video game. Dari anak-anak hingga dewasa pastinya memainkan video game. Para lelaki biasanya sangat menyukai game ...
Aksi Teror : Penembakan Jemaah di Masjid Inggris
21 Oktober 2017, by Slesta
Tampang.com – Aksi teror kembali lagi terjadi hari Jumat kemarin. Sebuah peluru mengenai seorang Jemaah yang sedang melaksanakan shalat Jumat di Masjid ...
Mengenal Manfaat Kopi Hijau, Minuman yang Tengah Digandrungi Saat Ini
14 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kopi memang menjadi salah satu minuman yang populer hingga saat ini. Kopi digemari karena kandungan kafeinnya yang dipercaya dapat meningkatkan ...
Ribuan nelayan di Jawa Tengah Terancam Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan
2 November 2017, by Admin
Tampang.com - Lebih dari 53 ribu nelayan Jawa Tengah dari lima kabupaten terancam menjadi korban sosial dan ekonomi dari kebijakan Kementerian Kelautan dan ...
Jagalah Sehatmu Sebelum datang Sakitmu, Jagalah Mudamu Sebelum Datang Tuamu...
18 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Kesehatan merupakan harta yang sangat berharga bagi kita. Berbagai macam penyakit yang ada sekarang ini baanyak ditimbulkan karena gaya hidup dan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab