Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Penentuan Cawapres Jokowi masih Alot, Pengamat Politik Ungkap Ini

Penentuan Cawapres Jokowi masih Alot, Pengamat Politik Ungkap Ini

14 Juli 2018 | Dibaca : 834x | Penulis : Zeal

Tampang.com - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, membeberkan pandangannya mengenai kealotan dalam penentuan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan bersaing pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Dirinya memaparkan bahwa di Indonesia hadirnya koalisi kerapkali didasarkan pada kompromi dan lobi-lobi politik. Sehingga menurutnya, hal ini yang menjadi peyebab basis koalisi lebih didasarkan pada siapa yang menjadi capres dan cawapresnya, bukan melihat bagaimana kesamaan platform, ideologi, maupun program yang dijalankan.

"Ini jamak terjadi di kita dan berlaku pada semua parpol. Tapi terlihat menonjol di antara partai-partai pendukung pemerintah," ujar Adi kepada wartawan, Jumat (13/7).

Selain itu, Adi juga menyoroti mengenai kegamangan dari Joko Widodo (Jokowi) yang hingga kini belum menetapkan cawapres yang akan mendampinginya pada pilpres 2019 nanti. Bahkan, hingga mendekati waktu pendaftaran yang kurang dari 30 hari lagi, Jokowi masih mengaku menggodok lima nama. Sisi lain, partai anggota koalisi pemerintah malah terus intensif juga melakukan komunikasi dengan partai non pemerintah. Hal ini ungkapnya menunjukkan indikasi masih cairnya proses pengusungan siapa yang akan menjadi cawapres nanti.

"Logikanya kalau partai-partai ini sudah merasa senasib, sudah sama platform, program dan ideologinya, seharunya sudah tidak ada masalah dengan siapa capres dan cawapresnya. Ini masih cair. Semua masih merasa paling berhak mendampingi Jokowi," jelas Adi.

Adi membandingkan kondisi di negara lain dimana koalisi diawali dengan kesamaan platform dan ideologi. DIrinya berharap ke depan partai politik di Indonesia dapat melandaskan pada ideologi dan platform dalam membentuk koalisi.

"Kalau di negara-negara lain, koalisi diawali dengan kesamaan platform dan ideologi. Bila koalisi terbentuk atas dasar itu, maka langkah selanjutnya adalah menentukan siapa capres dan cawapresnya. Kalau di kita, logikanya di balik. Cari dulu siapa capres dan cawapresnya, baru dicari kawan koalisi. Ini yang menjelaskan kenapa penentuan cawapres Jokowi sedikit alot," ucap Adi.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Perez Tetapkan Real Madrid Sebagai Club Terakhir Bagi Ronaldo
20 Desember 2017, by Zeal
Tampang - Para pecinta club sepakbola asal Spanyol Real Madrid rupanya tengah mendapati  kabar yang menyenangkan, khususnya para pecinta bintang real ...
Gunung Krakatau Jadi Juara Volcano Cup 2018
5 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kompetisi Volcano Cup 2018 ini diikuti sebanyak 40 gunung berapi dari 10 negara yaitu Indonesia, Amerika, Selandia Baru, Jepang, Filipina, ...
Bakteri Antartika Miliki Protein Terbesar yang Pernah Ditemukan
21 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Sebuah bakteri yang hidup di perairan dingin Antartika berhasil bertahan dengan mencengkeram permukaan es. Protein yang digunakan oleh bakteri untuk melakukan ...
Jangan Sepelekan Hal Kecil...
17 Mei 2018, by Dika Mustika
Jangan pernah sepelekan sedikit atau sebentar! Kemarin aku mengalami kejadian yang cukup membuatku kaget ketika hendak pergi ke kantor. Pagi itu aku berangkat ...
Diancam Politisi Nasdem, Elza Syarief: Saya Minta Perlindungan
29 Agustus 2017, by Zeal
tampang - Pasca dilaporkan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Nasdem, Akbar Faizal, ke Bareskrim Polri pada Senin (28/8), Pengacara Elza Syarief langsung ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab