Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Penentuan Cawapres Jokowi masih Alot, Pengamat Politik Ungkap Ini

Penentuan Cawapres Jokowi masih Alot, Pengamat Politik Ungkap Ini

14 Juli 2018 | Dibaca : 293x | Penulis : Zeal

Tampang.com - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, membeberkan pandangannya mengenai kealotan dalam penentuan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan bersaing pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Dirinya memaparkan bahwa di Indonesia hadirnya koalisi kerapkali didasarkan pada kompromi dan lobi-lobi politik. Sehingga menurutnya, hal ini yang menjadi peyebab basis koalisi lebih didasarkan pada siapa yang menjadi capres dan cawapresnya, bukan melihat bagaimana kesamaan platform, ideologi, maupun program yang dijalankan.

"Ini jamak terjadi di kita dan berlaku pada semua parpol. Tapi terlihat menonjol di antara partai-partai pendukung pemerintah," ujar Adi kepada wartawan, Jumat (13/7).

Selain itu, Adi juga menyoroti mengenai kegamangan dari Joko Widodo (Jokowi) yang hingga kini belum menetapkan cawapres yang akan mendampinginya pada pilpres 2019 nanti. Bahkan, hingga mendekati waktu pendaftaran yang kurang dari 30 hari lagi, Jokowi masih mengaku menggodok lima nama. Sisi lain, partai anggota koalisi pemerintah malah terus intensif juga melakukan komunikasi dengan partai non pemerintah. Hal ini ungkapnya menunjukkan indikasi masih cairnya proses pengusungan siapa yang akan menjadi cawapres nanti.

"Logikanya kalau partai-partai ini sudah merasa senasib, sudah sama platform, program dan ideologinya, seharunya sudah tidak ada masalah dengan siapa capres dan cawapresnya. Ini masih cair. Semua masih merasa paling berhak mendampingi Jokowi," jelas Adi.

Adi membandingkan kondisi di negara lain dimana koalisi diawali dengan kesamaan platform dan ideologi. DIrinya berharap ke depan partai politik di Indonesia dapat melandaskan pada ideologi dan platform dalam membentuk koalisi.

"Kalau di negara-negara lain, koalisi diawali dengan kesamaan platform dan ideologi. Bila koalisi terbentuk atas dasar itu, maka langkah selanjutnya adalah menentukan siapa capres dan cawapresnya. Kalau di kita, logikanya di balik. Cari dulu siapa capres dan cawapresnya, baru dicari kawan koalisi. Ini yang menjelaskan kenapa penentuan cawapres Jokowi sedikit alot," ucap Adi.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tabrakan Beruntun Tiga Bus di Garut, 17 Orang Luka-Luka
17 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Insiden mengerikan ini terjadi di Jalan Raya Tasik-Malangbong, Kampung Cipeyeum, Desa Sukamanah, Kecamatan Malangbong, Garut, Rabu (16/8/2017) dini hari ...
Lawan Berat Jokowi Menurut Survei LSI: Prabowo, Gatot dan Anies
10 Juli 2018, by oteli w
Lawan Berat Jokowi Menurut Survei LSI: Prabowo, Gatot dan Anies Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby mengungkap sosok yang ...
Konsumsi Jus Buah di Pagi Hari Tubuh Jadi Segar dan Tetap Langsing
29 April 2018, by Maman Soleman
Pesona kecantikan wanita yang satu ini memang tak pernah berubah. Di setiap kesempatan ia selalu terlihat cantik, fresh dan energik. Meskipun usianya telah ...
Jenderal Tito ingin Pensiun Dini, Ono Opo Dan ?
9 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Berita mengejutkan datang dari Pentolan Kepolisian, Kapolri Jenderal Tito Karnavian hari Sabtu, 08-07-2017 kemarin saat dirinya di wawancara ...
Belajar Mensyukuri Emosi dari Serial  Beautiful Mind (2016)
14 April 2018, by Dika Mustika
Emosi, adalah hal yang rasanya tak lepas dari keseharian kita. Tak pandang usia! Bahkan sejak bayi! Sejak lahir, manusia sudah dikaruniai Tuhan untuk dapat ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab