Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Penentuan Cawapres Jokowi masih Alot, Pengamat Politik Ungkap Ini

Penentuan Cawapres Jokowi masih Alot, Pengamat Politik Ungkap Ini

14 Juli 2018 | Dibaca : 258x | Penulis : Zeal

Tampang.com - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, membeberkan pandangannya mengenai kealotan dalam penentuan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan bersaing pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Dirinya memaparkan bahwa di Indonesia hadirnya koalisi kerapkali didasarkan pada kompromi dan lobi-lobi politik. Sehingga menurutnya, hal ini yang menjadi peyebab basis koalisi lebih didasarkan pada siapa yang menjadi capres dan cawapresnya, bukan melihat bagaimana kesamaan platform, ideologi, maupun program yang dijalankan.

"Ini jamak terjadi di kita dan berlaku pada semua parpol. Tapi terlihat menonjol di antara partai-partai pendukung pemerintah," ujar Adi kepada wartawan, Jumat (13/7).

Selain itu, Adi juga menyoroti mengenai kegamangan dari Joko Widodo (Jokowi) yang hingga kini belum menetapkan cawapres yang akan mendampinginya pada pilpres 2019 nanti. Bahkan, hingga mendekati waktu pendaftaran yang kurang dari 30 hari lagi, Jokowi masih mengaku menggodok lima nama. Sisi lain, partai anggota koalisi pemerintah malah terus intensif juga melakukan komunikasi dengan partai non pemerintah. Hal ini ungkapnya menunjukkan indikasi masih cairnya proses pengusungan siapa yang akan menjadi cawapres nanti.

"Logikanya kalau partai-partai ini sudah merasa senasib, sudah sama platform, program dan ideologinya, seharunya sudah tidak ada masalah dengan siapa capres dan cawapresnya. Ini masih cair. Semua masih merasa paling berhak mendampingi Jokowi," jelas Adi.

Adi membandingkan kondisi di negara lain dimana koalisi diawali dengan kesamaan platform dan ideologi. DIrinya berharap ke depan partai politik di Indonesia dapat melandaskan pada ideologi dan platform dalam membentuk koalisi.

"Kalau di negara-negara lain, koalisi diawali dengan kesamaan platform dan ideologi. Bila koalisi terbentuk atas dasar itu, maka langkah selanjutnya adalah menentukan siapa capres dan cawapresnya. Kalau di kita, logikanya di balik. Cari dulu siapa capres dan cawapresnya, baru dicari kawan koalisi. Ini yang menjelaskan kenapa penentuan cawapres Jokowi sedikit alot," ucap Adi.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Terungkap, Mengapa Penguin tidak Dapat Terbang?
28 Februari 2018, by Maman Soleman
Nenek moyang penguin dahulu bisa terbang, tapi kenapa penguin modern tidak memiliki kemampuan itu lagi? Kini para ilmuwan memiliki jawaban atas pertanyaan ...
Misteri Pembunuhan Bocah Dalam Karung Akhirnya Terungkap
26 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Beberapa waktu yang lalu muncul berita yang menghebohkan masyarakat. Pasalnya, telah terjadi pembunuhan seorang bocah di dalam karung ...
Download Video Lucu, Tingkah Konyol Sule dan Andre Lipsync Lagu India
25 April 2017, by Ayu
Download Video Lucu bisa Anda lakukan melalui Youtube. Siapa yang tidak kenal dengan tempat Upload Video terbesar di Dunia sang satu ini. YouTube merupakan ...
Polisi Tembak Mati 7 Pelaku Begal di Karawang, 5 Orang Lainnya Buronan
1 Februari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Beberapa kota besar di Indonesia telah dibuat geram dan resah masyarakat atas munculnya tindakan kriminal yang beroperasi pada malam hari dengan melakukan ...
Mau Kulit Anda Awet Muda? Berikut Tips Mudahnya
5 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Penuaan pada kulit kadang datang lebih awal dari usia. Penuaan dini pada umumnya disebabkan oleh ketidakdisiplinan dalam merawat diri. Penyebabnya pun beragam, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab