Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Peneliti Kembangkan European Wind Atlas untuk Temukan Potensi Energi Angin yang Akurat

Peneliti Kembangkan European Wind Atlas untuk Temukan Potensi Energi Angin yang Akurat

19 September 2017 | Dibaca : 969x | Penulis : Rindang Riyanti

Selama 25 tahun terakhir, dunia telah melihat adanya peningkatan ketergantungan pada energi angin yang menjanjikan untuk terus berkembang. Ini telah menciptakan proses yang terus berkembang untuk mengembangkan metode yang dapat menilai secara akurat potensi energi angin suatu wilayah.

Metode penilaian yang paling banyak digunakan saat ini didasarkan pada atlas angin yang disebut European Wind Atlas melalui penggunaan Wind Atlas Analysis and Application Program (WAsP).

Baru-baru ini, Global Wind Atlas telah dipublikasikan dan mulai digunakan untuk metode penilaian.

Erik Lundtang Petersen, seorang peneliti Denmark dari Technical University of Denmark Departemen Energi Angin, membahas rincian New European Wnd Atlas yang bertujuan untuk meningkatkan penilaian energi angin dan bagaimana hal itu akan mengatasi keterbatasan metodologi sebelumnya.

Uni Eropa telah terlibat dalam mengembangkan metodologi atlas angin sejak tahun 1981. Tujuannya adalah untuk menghasilkan seperangkat model yang komprehensif untuk ekstrapolasi data meteorologi horizontal dan vertikal serta perkiraan sumber daya angin. Atlas terbukti berpengaruh pada pembuat keputusan Eropa dengan memungkinkan menemukan lokasi dengan sumber angin yang bagus di suatu tempat.

European Wind Atlas dan Global Wind Atlas telah membuka dunia kemungkinan untuk pemanfaatan energi angin, namun masih mengalami masalah. Pengembangan energi angin terhambat oleh perbedaan besar antara sumber daya dan kondisi desain yang dihitung dan aktual.

Petersen menyoroti satu kasus dimana suatu proyek yang 10 tahun beroperasi, telah menghasilkan hanya separuh dari jumlah energi yang diperkirakan. Dan saat ini tidak ada metode yang bertujuan dapat memperbaiki perbedaan ini. Tapi sekarang Uni Eropa, dengan diluncurkannya New European Wind Atlas, dapat digunakan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

New European Wind Atlas, yang akan siap pada tahun 2020, ditujukan untuk dijadikan standar penilaian lokasi dengan mengurangi ketidakpastian secara keseluruhan dalam menentukan kondisi angin.

"Ada banyak hal yang bisa ditangani model baru, agar bisa memprediksi angin dengan akurasi tinggi," kata Petersen.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tips Cepat Move On dari Mantan...
29 Desember 2017, by Retno Indriyani
Perpisahan memang bukan hal yang diinginkan banyak orang. Tapi kalau memang harus berpisah ya harus diterima dari pada makin tersiksa kalau dipaksa bersama. ...
Puluhan Karyawan Nyonya Meneer di Rumahkan
5 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Akibat putusan Pengadilan Niaga Semarang itu, pabrik PT Nyonya Meneer yang terletak di Jl Raya Kaligawe, Semarang, itu tak lagi beroperasi. Para ...
kota bandung
14 April 2017, by Tonton Taufik
Gak sengaja nguping Polantas yang sibuk laporan situasi jalan  dengan Monitoring Center (MC) di Polda JABAR seputar Libur Panjang. Berikut obrolan mereka ...
Belum Dapat Pekerjaan? Lakukanlah Hal Berikut Agar Tetap Produktif
19 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Mencari pekerjaan adalah bukanlah hal yang mudah. Lulus dan mendapatkan gelar sarjana bahkan magister tidaklah menjadi jaminan Anda menemukan pekerjaan dengan ...
Akankah Pakatan Harapan Kalahkan Barisan Nasional Pada Pemilu Malaysia?
8 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Koalisi oposisi Malaysia, Pakatan Harapan, diprediksi akan memenangkan pemilu Malaysia 2018 dengan 111 kursi parlemen dari 165 kursi di Semenanjung ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman