Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Nge-Vape Mengawali Para Remaja Untuk Merokok Sungguhan Sebanyak 2 Kali Lipat

Nge-Vape Mengawali Para Remaja Untuk Merokok Sungguhan Sebanyak 2 Kali Lipat

3 Oktober 2017 | Dibaca : 1986x | Penulis : Rio Nur Arifin

Studi dari University of Waterloo dan Wake Forest School of Medicine menemukan bahwa siswa di kelas 7 sampai 12 yang telah mencoba rokok elektronik akan membawa mereka pada kebiasaan merokok tembakau sebanyak 2,16 kali dari remaja umumnya.

"Karena ada rokok elektronik yang beredar di pasaran, ada perdebatan tentang apakah penggunaan mereka dapat menyebabkan merokok," kata Bruce Baskerville, rekan penulis studi dan seorang peneliti di Propel Center for Population Health Impact di University of Waterloo. "Jawaban di kalangan remaja adalah ya."

Dengan menggunakan data dari Survei Tembakau, Alkohol dan Narkoba, studi tersebut menemukan hampir 10 persen siswa di kelas 7 sampai 12 dilaporkan pernah menggunakan e-cigarette.

Rokok elektronik bisa mengandung nikotin tapi tidak banyak zat berbahaya yang diproduksi oleh tembakau merokok, seperti tar atau karbon monoksida. Produk ini bekerja melalui sistem yang dihirup dengan inhalasi yang memanaskan larutan untuk menciptakan aerosol yang dapat dihirup, yang sering dikenal sebagai uap.

"Sementara bukti awal menunjukkan bahwa rokok elektronik mengandung lebih sedikit bahan kimia beracun daripada rokok tradisional, temuan kami menunjukkan bahwa potensi peningkatan penggunaan rokok yang berbahaya dapat terjadi karena penggunaan rokok terus meningkat di kalangan populasi remaja," kata Baskerville.

Peraturan provinsi untuk rokok elektronik berbeda-beda di seluruh negeri. Di Ontario, Electronic Cigarettes Act mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2016 dan melarang penjualan e-cigarette kepada siapa pun yang berusia di bawah 19 tahun.

"Studi ini mendukung pembatasan akses rokok ke anak di bawah umur, yang telah terbukti memiliki risiko tinggi untuk memulai merokok," kata Baskerville. "Diperlukan lebih banyak penelitian di Kanada mengenai faktor risiko tambahan serta data longitudinal untuk mengevaluasi hubungan kompleks antara penggunaan rokok dan penggunaan rokok pada masa remaja."

Tembakau tetap menjadi penyebab utama kematian yang dapat dicegah di Kanada. Penelitian ini dipublikasikan di Preventive Medicine.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Mengapa Banyak Orang Obesitas yang Tetap Sehat?
7 November 2017, by Rindang Riyanti
Salah satu paradoks yang dipahami dalam studi tentang obesitas adalah bahwa orang-orang yang kelebihan berat badan dan memecah lemak pada tingkat tinggi ...
Mitos Menelan Permen Karet dan Usus Lengket
3 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Jaman dulu dan mungkin sekarang,  masih ada dan berlaku juga ya, para orangtua biasanya nakut-nakutin anaknya bahwa nelen permen karet bisa ...
Persahabatan Antar Perempuan di Tempat Kerja Mampu Kurangi Konflik
18 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Tampang.com, Internasional - Menurut sebuah studi baru di jurnal INFORMS Organization Science, ketika pengusaha mendorong lingkungan kantor yang mendukung ...
Manfaat Buah Pare yang harus Kita Ketahui!
28 Maret 2018, by oteli w
Manfaat buah pare yang harus kita ketahui! Di balik rasanya yang sangat pahit, pare memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan. Berikut beberapa ...
Kita Hidup di Zona Waktu Masing-Masing
17 Januari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Pernahkah kamu mendengar kalimat ”hidup adalah perjuangan?” Ya, kalimat di atas merupakan bentuk respon positif terhadap segala sesuatu mengenai ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview