Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Nge-Vape Mengawali Para Remaja Untuk Merokok Sungguhan Sebanyak 2 Kali Lipat

Nge-Vape Mengawali Para Remaja Untuk Merokok Sungguhan Sebanyak 2 Kali Lipat

3 Oktober 2017 | Dibaca : 1147x | Penulis : Rio Nur Arifin

Studi dari University of Waterloo dan Wake Forest School of Medicine menemukan bahwa siswa di kelas 7 sampai 12 yang telah mencoba rokok elektronik akan membawa mereka pada kebiasaan merokok tembakau sebanyak 2,16 kali dari remaja umumnya.

"Karena ada rokok elektronik yang beredar di pasaran, ada perdebatan tentang apakah penggunaan mereka dapat menyebabkan merokok," kata Bruce Baskerville, rekan penulis studi dan seorang peneliti di Propel Center for Population Health Impact di University of Waterloo. "Jawaban di kalangan remaja adalah ya."

Dengan menggunakan data dari Survei Tembakau, Alkohol dan Narkoba, studi tersebut menemukan hampir 10 persen siswa di kelas 7 sampai 12 dilaporkan pernah menggunakan e-cigarette.

Rokok elektronik bisa mengandung nikotin tapi tidak banyak zat berbahaya yang diproduksi oleh tembakau merokok, seperti tar atau karbon monoksida. Produk ini bekerja melalui sistem yang dihirup dengan inhalasi yang memanaskan larutan untuk menciptakan aerosol yang dapat dihirup, yang sering dikenal sebagai uap.

"Sementara bukti awal menunjukkan bahwa rokok elektronik mengandung lebih sedikit bahan kimia beracun daripada rokok tradisional, temuan kami menunjukkan bahwa potensi peningkatan penggunaan rokok yang berbahaya dapat terjadi karena penggunaan rokok terus meningkat di kalangan populasi remaja," kata Baskerville.

Peraturan provinsi untuk rokok elektronik berbeda-beda di seluruh negeri. Di Ontario, Electronic Cigarettes Act mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2016 dan melarang penjualan e-cigarette kepada siapa pun yang berusia di bawah 19 tahun.

"Studi ini mendukung pembatasan akses rokok ke anak di bawah umur, yang telah terbukti memiliki risiko tinggi untuk memulai merokok," kata Baskerville. "Diperlukan lebih banyak penelitian di Kanada mengenai faktor risiko tambahan serta data longitudinal untuk mengevaluasi hubungan kompleks antara penggunaan rokok dan penggunaan rokok pada masa remaja."

Tembakau tetap menjadi penyebab utama kematian yang dapat dicegah di Kanada. Penelitian ini dipublikasikan di Preventive Medicine.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Suksesnya Pengujian Rekayasa Genetika Pada Manusia
30 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tim ilmuwan dari Oregon Health and Science University akhirnya berhasil melakukan rekayasa genetika pertama yang dilakukan pada ...
Suka Makan Tahu? Eits Ternyata Ini Dampaknya Bila Kebanyakan
27 November 2017, by Rindang Riyanti
Untuk memebuhi kebutuhan protein, para vegetarian seringkali akan lebih memilih tahu sebagai pengganti daging. Namun ternyata, terlalu sering dan berlebihan ...
PolisiNebraska,Fentanil
26 Mei 2018, by Slesta
Polisi Nebraska mengatakan mereka telah menangkap 118 pon fentanyl murni dalam salah satu perampasan obat terbesar dalam sejarah AS. Nebraska Gubernur Pete ...
Ingin Tau Kenapa Jamie Chua Awet Muda? Ini Rahasianya!
24 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Sosialita, pengusaha dan selebgram (selebriti Instagram) asal Singapura Jamie Chua memiliki kecantikan dan keindahan kulit bak remaja. Padahal, kini usianya ...
emha ainun najib
3 Juni 2017, by Tonton Taufik
Oleh : Emha Ainun Nadjib.   Seluruh pertengkaran kokok ayam yang tak kunjung reda ini semoga hanyalah “love hate relationship” dalam ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JusKulitManggis