Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Menteri Perlindungan Anak: Pastikan Anak Terduga Teroris yang Masih Selamat Akan Dilindungi Negara

Menteri Perlindungan Anak: Pastikan Anak Terduga Teroris yang Masih Selamat Akan Dilindungi Negara

17 Mei 2018 | Dibaca : 353x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise menyatakan negara akan mendampingi anak dari terduga teroris yang selamat saat dibawa orang tuanya dalam aksi bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo sampai dewasa. Ia menjamin tidak akan ada perlakuan diskriminatif dari negara terhadap anak-anak itu.

"Tiap anak, tiap warga negara Indonesia tetap diperhatikan oleh negara," ujar Yohana di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (16/05/2018)

Yohana menjelaskan pihaknya akan memberi pendampingan bagi anak-anak terduga teroris yang selamat itu. Mulai dari trauma healing hingga rehabilitasi sosial.

Kementerian PPPA akan berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) serta dinas sosial setempat untuk mendampingi anak tersebut. "Biasanya dalam keadaan darurat dibawa sementara ke tempat perlindungan perempuan dan anak," ucapnya.

Menurut Yohana, meski anak-anak itu ikut orang tuanya dalam aksi teror, mereka sejatinya adalah korban. "Mereka korban dari salah pengasuhan orang tua. Itu perlu dapat pendampingan," tuturnya.

Seperti diketahui sebelumnya, sejumlah anak di bawah umur dilibatkan orangtua mereka dalam aksi teror di Surabaya dan Sidoarjo. Dimana terduga teroris Dita Oepriarto mengajak seluruh anggota keluarganya untuk melakukan aksi bom bunuh diri di tiga gereja yang berbeda di Surabaya.

Dita meledakan dirinya di Gereja Pantekosta. Istri Dita, Puji Kuswati, dan dua anaknya yang berinisial FS, 12 tahun, dan VR, 9 tahun meledakan bom di GKI Diponegoro. Selain itu, dua putranya, Yusuf Fadil, 18 tahun, dan FH, 16 tahun, beraksi di Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Selain itu, terduga teroris Anton meledakan dirinya bersama istrinya, Puspita Sari, dan anaknya LAR, 17 tahun di Rumah Susun Wonocolo, Sidoarjo. Namun tiga anak mereka lainnya, yaitu FP, GHA, dan AR berhasil selamat.

Aksi teror membawa anak kecil terjadi pula di kantor Markas Kepolisian Resor Kota Surabaya. Tri Murtiono mengajak istrinya, Tri Ernawati dan tiga orang anaknya untuk melancarkan aksi bom bunuh diri di Mapolresta Surabaya. Dalam aksi tersebut, satu orang anaknya berinisial A selamat.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Javier Mascherano Pasrah Tentang Keikutsertaannya Membela Argentina Pada Putaran Final Piala Dunia 2018 Rusia
13 Oktober 2017, by Rachmiamy
Javier Mascherano merupakan gelandang klub Barcelona yang berasal dari Argentina. Bersama Argentina, Mascherano sudah memainkan pertandingan sebanyak 139 kali. ...
Temukan Berbagai Inspirasi Dapur Minimalis Kekinian hanya di Polarumah.com
6 November 2019, by Admin
Ruangan dapur merupakan salah satu ruangan yang merupakan area sentral di dalam rumah adalah ruang dapur yang dapat membuat rumah bertambah hangat. Dan dapur ...
Para Pejabat Korea Utara di Cina Belajar Tentang Pertumbuhan Ekonomi
16 Mei 2018, by Slesta
Pejabat tinggi Partai Buruh Korea Utara berada di China untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang reformasi ekonomi, menurut kementerian luar negeri ...
6 Jenis Olahraga yang Aman Bagi Wanita Hamil
8 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Hal yang wajar jika saat wanita hamil, mereka lebih menjaga diri mereka dari berbagai aktivitas berat termasuk olahraga. Penjagaan diri tentunya bertujuan ...
Beragam Destinasi Wisata Banyuwangi yang Menarik
8 Juni 2020, by Admin
Bila berbicara mengenai kota Banyuwangi, mungkin yang terlintas adalah bahwa kota ini sebagai tempat singgah bagi orang yang akan mnyebrang ke Pulau Bali ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview