Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Mengapa Kita Bisa Merasa Takut Sih?

Mengapa Kita Bisa Merasa Takut Sih?

14 Maret 2018 | Dibaca : 387x | Penulis : Dika Mustika

 

Takut adalah salah satu emosi yang rasanya pernah dirasakan oleh semua orang. Tahukah kalian, apa sih sebenarnya yang berada di balik rasa takut ini? Yuk, kita telusuri si emosi yang satu ini!

Ada sebuah kata bijak yang menyebutkan, “Takut adalah pilihan dan bahaya itu nyata.” Kata bijak ini pernah juga muncul di film After Earth. Film yang mengisahkan tentang seorang anak laki-laki yang berjuang melawan ketakutannya terdampar di tempat asing dengan monster yang berkeliaran. Menariknya monster ini sebenarnya tidak dapat melihat, namun monster ini bisa mencium bau ketakutan. Nah kan, ketika kita dihadapkan dengan bahaya ini (baca: monster), sebenarnya kita dihadapkan kepada sesuatu yang bisa kita pilih, takut atau berani.

Sebelum lanjut dengan pilihan sikap tersebut. kita juga lihat yuk, sebenarnya apa sih yang terjadi pada otak ketika kita mengalami takut tersebut. Menurut sebuah referensi, takut adalah  sebuah reaksi berantai dalam otak yang dimulai dengan pemicu takut dan kemudian terjadi pelepasan hormon adrenalin. Pelepasan hormon inilah yang dapat menyebabkan perubahan fisik dan emosi. Perubahan yang terjadi misalnya: jantung yang berdetak lebih kencang, napas yang terburu-buru, dan perubahan lainnya.

Ternyata, emosi adalah sesuatu yang memang terjadi bukan hanya di ‘hati’, namun berasal dari reaksi fisik. Dalam sebuah referensi lainnya disebutkan bagaimana kita bisa mengatasi rasa takut kita adalah dengan mengenali penyebabnya terlebih dahulu. Apa saja sih penyebab takut itu? Takut bisa disebabkan oleh kejadian traumatis di masa lalu. Kejadian ini mungkin sudah berlangsung dari lama, namun dampak traumanya terus berkesan di otak, hingga kita mungkin akan mengalami takut yang sama walaupun kita sudah dewasa. Takut sebenarnya adalah bentuk survival dari diri atau perlindungan diri agar dampak tidak mengenakkan di masa lalu tidak terjadi lagi. Boleh saja sih sebenarnya kita melindungi diri dari rasa tidak nyaman yang diakibatkan dari takut tersebut. namun, seperti tadi yang dibahas di awal, bahwa yang nyata itu bahayanya, sedangkan rasa takut adalah pilihan.

Ada sebuah cerita mengenai rasa takut ini. Ada seseorang yang sudah dewasa namun ia sangat takut ketika melihat balon. Ia bisa berteriak-teriak dan lari tunggang langgang jika ia menlihat balon. Selidik punya selidik, ternyata orang ini pernah mengalami kejadian yang tidak nyaman dengan balon. Ketika kecil, ada balon yang meledak tepat di depan matanya. Sejak itu, ia seperti phobia terhadap balon. Balon adalah bagai monster baginya dan sesunggguhnya ia punya pilihan takut atau berani ketika melihat balon. Di sinilah dibutuhkan logika yang terbuka dan sehat untuk ‘menilai’ kembali apakah tepat jika kita takut kepada balon.

 

Dan terakhir, ketika kamu merasa takut, coba kenali moment-moment apa diri merasa takut dan coba juga kenali gejalanya. Cobalah atur diri, agar ketika ada moment seperti itu lagi, diri sudah dapat lebih dikuasai (baca: berani).

 

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Wow, Harga Casing HP Anniesa Hasibuan Bisa Buat Beli Motor
27 Agustus 2017, by Rachmiamy
Nama Anniesa Hasibuan sekarang memang tengah ramai diperbancangkan karena kasus penipuan perusahaan First Travel. Sebelum ditetapkan sebagai salah satu ...
Para Laki – Laki, ini dia 25 Tanda Dia Mencintaimu!
2 September 2017, by Rifa Nabilla
Udah lama saling kenal, tapi masih bertanya – tanya apakah dia suka sama kamu atau nggak? Pengen tau perasaan doi sebenernya ke kamu ? Cari tahu dan ...
Hati-hati, Bagi Nelayan yang Melaut Saat Cuaca masih Buruk, Sudah Ada 1 Korban Hilang
27 Mei 2018, by Nur Atinal Khusna
Nasib tragis dialami oleh seorang nelayan bernama Safuan (27) warga Meuraksa, Kecamatan Meuredu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, hilang tergulung ombak ...
Profil Lengkap Mentri Perdagangan Enggartiasto Lukita
12 September 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Enggartiasto Lukita atau yang biasa disapa Enggar lahir di Cirebon, 12 Oktober 1951. Ia menghabiskan masa kecilnya di tanah kelahirannya. Menginjak masa kuliah ...
Kim Jong Un Memuji Konser K-Pop, Panggilan untuk Acara Tindak Lanjut di Seoul
2 April 2018, by Slesta
Media Korea Utara pada hari Senin melaporkan bahwa pemimpin rezim Kim Jong Un benar-benar menikmati kinerja tindakan pop Korea Selatan terbesar yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab