Tutup Iklan
TokoBatik
  
login Register
Mendikbud : Tahun Ajaran Baru 2017 Tidak Ada Sekolah Favorit, Harus Sama Semua

Mendikbud : Tahun Ajaran Baru 2017 Tidak Ada Sekolah Favorit, Harus Sama Semua

10 Juli 2017 | Dibaca : 61x | Penulis : Retno Indriyani

Indonesia sering mengalami pergantian sistem pendidikan yang membuat bingung banyak pihak terutama yang terkait dengan sistem pendidikan tersebut. Tahun ajaran 2017 ini semula ingin diadakan pergantian jam belajar yang semula belajar 6 hari dalam seminggu ingin diubah menjadi 5 hari dalam seminggu yaitu senin hingga jumat. Namun dengan tambahan jam belajar setiap harinya yaitu 8 jam belajar atau bisa dikatakan full day school. Namun karena banyak pihak yang tidak menyetujuinya akhirnya pemerintah pun menggagalkan perubahan jam belajar tersebut.

Belum lama selang isu perubahan jam belajar kini masyarakat dibuat bingung lagi dengan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017. Pendaftaran peserta didik baru tahun ini melalui online yang tentunya mendapatkan beragam tanggapan dari orang tua murid. Banyak orang tua murid mengaku jika pendaftaran online sangat membingungkan, tak hanya itu penerimaan peserta didik baru pun melalui sistem zonasi sesuai dengan domisili pendaftar. Sistem zonasi yaitu tidak hanya melihat dari nilai UN namun peserta didik pun harus menyesuaikan jarak dari rumah ke sekolah.

Pihak sekolah telah berupaya membantu pendaftaran online peserta didik yang langsung diseleksi di provinsi. Menurut Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Penerimaaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 bertujuan agar tidak ada lagi sekolah favorit atau tidak favorit di setiap kota. Setiap tahunnya sekolah favorit selalu menjadi incaran bagi mereka yang memiliki nilan UN yang tinggi atau bisa dikatakan dengan banyaknya siswa pintar yang mendaftar di sekolah tersebut.

Dengan adanya sistem zonasi maka diharapkan nantinya siswa pintar akan merata di setiap sekolah sehingga tidak ada lagi sekolah yang di ‘cap’ sebagai sekolah favorit. “Tidak boleh ada satu pun siswa yang tidak mendapatkan kursi, tidak boleh lagi ada sekolah yang favorit atau tidak. Semua harus dibikin semerata mungkin, karena program kita ini adalah program pemerataan pendidikan yang berkualitas,” tandas Muhadjir Effendy.

Bagi para orangtua jangan memaksakan anak untuk sekolah yang mereka anggap sebagai sekolah favorit karena dengan diberlakukannya kebijakan ini maka semua sekolah akan merata dan siswa tidak ada lagi yang tidak mendapatkan kursi seperti tahun tahun sebelumnya. Muhadjir mengatakan jika perubahan ini untuk kebaikan pendidikan bangsa dan ia pun berharap agar masyarakat dapat memahami kebijakan tersebut.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pabrik Makanan Kadaluarsa di Cirebon di Grebek Polisi
4 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com. Cirebon- Satgas pangan Polres Kabupaten Cirebon berhasil membongkar pabrik makanan yang memproduksi jajanan dari bahan makanan yang sudah ...
dwiarso budi
10 Mei 2017, by Tonton Taufik
Oleh: Ilham Bintang. Rasanya sulit dipercaya, namun begitulah faktanya, setiap hari dari rumah  ke kantor pulang pergi ia  naik angkutan umum ...
Suka Mencuci Rambut Setiap Hari ? Ini Dampaknya
17 Juli 2017, by Rachmiamy
Banyak orang terutama wanita tidak betah memiliki rambut yang lepek akibat berkeringat. Mereka kerap mencuci rambut setiap hari. Padahal mencuci rambut setiap ...
arus balik lebaran
3 Juli 2017, by Zeal
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa tahun ini titik terparah arus balik terdapat di Nagreg. Hal itu Budi sampaikan saat memantau kesiapan ...
Graziano: Rossi Masih Berpeluang Menang
30 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Graziano Rossi selaku ayah dari Valentino Rossi meyakini bahwa putranya itu masih berpeluang menjadi pemenang di seri MotoGP Jerman mengingat ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
CreamPemutih Kanan