Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Mendikbud : Tahun Ajaran Baru 2017 Tidak Ada Sekolah Favorit, Harus Sama Semua

Mendikbud : Tahun Ajaran Baru 2017 Tidak Ada Sekolah Favorit, Harus Sama Semua

10 Juli 2017 | Dibaca : 292x | Penulis : Retno Indriyani

Indonesia sering mengalami pergantian sistem pendidikan yang membuat bingung banyak pihak terutama yang terkait dengan sistem pendidikan tersebut. Tahun ajaran 2017 ini semula ingin diadakan pergantian jam belajar yang semula belajar 6 hari dalam seminggu ingin diubah menjadi 5 hari dalam seminggu yaitu senin hingga jumat. Namun dengan tambahan jam belajar setiap harinya yaitu 8 jam belajar atau bisa dikatakan full day school. Namun karena banyak pihak yang tidak menyetujuinya akhirnya pemerintah pun menggagalkan perubahan jam belajar tersebut.

Belum lama selang isu perubahan jam belajar kini masyarakat dibuat bingung lagi dengan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017. Pendaftaran peserta didik baru tahun ini melalui online yang tentunya mendapatkan beragam tanggapan dari orang tua murid. Banyak orang tua murid mengaku jika pendaftaran online sangat membingungkan, tak hanya itu penerimaan peserta didik baru pun melalui sistem zonasi sesuai dengan domisili pendaftar. Sistem zonasi yaitu tidak hanya melihat dari nilai UN namun peserta didik pun harus menyesuaikan jarak dari rumah ke sekolah.

Pihak sekolah telah berupaya membantu pendaftaran online peserta didik yang langsung diseleksi di provinsi. Menurut Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Penerimaaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 bertujuan agar tidak ada lagi sekolah favorit atau tidak favorit di setiap kota. Setiap tahunnya sekolah favorit selalu menjadi incaran bagi mereka yang memiliki nilan UN yang tinggi atau bisa dikatakan dengan banyaknya siswa pintar yang mendaftar di sekolah tersebut.

Dengan adanya sistem zonasi maka diharapkan nantinya siswa pintar akan merata di setiap sekolah sehingga tidak ada lagi sekolah yang di ‘cap’ sebagai sekolah favorit. “Tidak boleh ada satu pun siswa yang tidak mendapatkan kursi, tidak boleh lagi ada sekolah yang favorit atau tidak. Semua harus dibikin semerata mungkin, karena program kita ini adalah program pemerataan pendidikan yang berkualitas,” tandas Muhadjir Effendy.

Bagi para orangtua jangan memaksakan anak untuk sekolah yang mereka anggap sebagai sekolah favorit karena dengan diberlakukannya kebijakan ini maka semua sekolah akan merata dan siswa tidak ada lagi yang tidak mendapatkan kursi seperti tahun tahun sebelumnya. Muhadjir mengatakan jika perubahan ini untuk kebaikan pendidikan bangsa dan ia pun berharap agar masyarakat dapat memahami kebijakan tersebut.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ini Dia Super Komputer Tiongkok yang Didesain untuk Mensimulasikan Asal Mula Antariksa
2 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Para ilmuwan asal Tiongkok ciptakan super komputer untuk membuat antariksa secara virtual terbesar. Akhir pekan lalu, akhirnya super komputer ini ...
naam hai akira
21 April 2017, by Ayu
Artikel kali ini akan berbincang tentang Review film Naam Hai Akira yang lagi membuming dikalangan anak muda saat ini. Film ini merupakan sebuah film ...
Menteri PUPR dan Menteri Keuangan Tinjau Gelora Bung Karno Persiapan Asian Games 2018
24 November 2017, by Admin
Tampang.com - Sesuai penugasan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ...
Ungaro Ring, Bukan Semata-mata Batu Akik Biasa
15 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Batu akik yang baru-baru ini digandrungi oleh warga Indonesia ternyata tak melulu hanya menjadi aksesoris pada jari. Kini, benda ini juga dapat ...
Antoine Griezmann Baru Mencetak 2 Gol untuk Atletico Madrid di La Liga 2017/2018
18 November 2017, by Rachmiamy
Estadio Wanda Metropolitano akan menjadi tempat laga Derby Madrid jilid pertama musim 2017/2018. Stadion yang merupakan kandang dari Atletico Madrid, akan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview