Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
login Register
Menapis Efek Buruk Sinar Matahari dengan Sunblock

Menapis Efek Buruk Sinar Matahari dengan Sunblock

14 April 2018 | Dibaca : 82x | Penulis : Maman Soleman

Sinar matahari yang berlimpah ruah di negeri kita punya dua sisi yang bertentangan. Kita membutuhkannya sebagai sumber vitamin D. Kamu tahu kan bahwa vitamin D sangat baik untuk pertumbuhan tulang. Menurut sebuah riset yang hasilnya dipublikasikan pada Juni 2007 lalu, kekurangan sinar matahari langsung mengakibatkan kita terkena risiko kanker setidaknya sampai 70%. Tubuh kita membutuhkan sinar matahari alami untuk mensintesis jumlah vitamin D yang memadai agar tulang serta gigi kita kuat dan sehat. Sinar matahari juga mendukung sistem kekebalan tubuh kita loh.

Itu sisi baiknya. Sisi buruknya, sinar matahari mengakibatkan penuaan dini serta kanker kulit dan kerusakan kulit lainnya. Ada dua jenis sinar matahari, masing-masing sinar ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB). Riak gelombang UVA sangat panjang dan sanggup menembus ke kulit sangat dalam sehingga mengakibatkan kulit menua (berkeriput). Riak gelombang UVB lebih pendek dan menyebabkan kulit terbakar serta kanker kulit.

Nah, agar kamu tidak kekurangan sinar matahari tapi tidak sampai menyerap efek negatifnya, kamu butuh sunblock atau penangkis sinar matahari. Topi lebar maupun kacamata gelap tidak sanggup menangkis sinar matahari dengan efektif. Kamu butuh produk khusus yang mengandung SPF (sun protection factor) untuk dioleskan ke bagian tubuh kamu yang terpapar sinar matahari langsung, yaitu wajah, leher, telinga, tangan, serta kaki. Carilah produk yang kandungan SPF-nya didesain untuk menangkis UVA sekaligus UVB.

Secara teknis, istilah SPF digunakan untuk mewakili kemampuan produk dalam menangkis bahaya sinar matahari. Jika kamu menggunakan produk dengan kandungan SPF15, misalnya, berarti kamu bisa berada di bawah terik sinar matahari 15 kali lebih lama dibandingkan jika kamu tidak menggunakan apa-apa. SPF 15 itu sanggup menapis 93% radiasi UV, SPF 30 menapis 97%; dan SPF 50 bisa menapis 99% radiasi UV.

Rata-rata sunblock bertahan di kulit selama dua jam. Keringat dan air akan menghapusnya dari kulit sehingga kamu perlu mengoteskan berulang-ulang. SPF 15 memadai untuk keperluan sehari-hari bagi kebanyakan orang. Jika kamu berkulit putih, kamu perlu mengunakan SPF yang lebih besar.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pertanian, Keju, dan Cara Mengunyah Mengubah Bentuk Tengkorak Manusia
27 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Munculnya pertanian, terutama produk susu, memiliki efek kecil namun signifikan terhadap bentuk tengkorak manusia, menurut sebuah penelitian yang baru-baru ini ...
Hah? Asupan Gula Pengaruhi Kondisi Mental?
10 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Selain berdampak buruk pada gigi dan lingkar pinggang, ternyata gula juga berdampak pada kesehatan mental anda. Ini adalah hasil klaim penelitian ...
Probiotik Membantu Lebah Melawan Gangguan Koloni Kolaps
18 Mei 2018, by Slesta
Ketika diberi makan probiotik, koloni lebah lebih tahan terhadap nosemosis, infeksi jamur yang dikaitkan dengan gangguan koloni kolaps. Nosemosis, atau ...
Tak Hanya Kuliner, Dion Wiyoko Lebarkan Sayap ke Bisnis Interior
20 November 2017, by Rindang Riyanti
Dewasa ini banyak artis yang menekuni bisnis lain selain ranah industri hiburan di tanah air. Beberapa diantaranya membuat bisnis kue, make up, dan ...
Kasus PSI dihentikan, Bawaslu menyayangkan KPU tidak Konsisten
1 Juni 2018, by Zeal
Tampang.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai tidak konsisten dalam memberikan pernyataan mengenai keterkaitan dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
belireview