Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Menapis Efek Buruk Sinar Matahari dengan Sunblock

Menapis Efek Buruk Sinar Matahari dengan Sunblock

14 April 2018 | Dibaca : 594x | Penulis : Maman Soleman

Sinar matahari yang berlimpah ruah di negeri kita punya dua sisi yang bertentangan. Kita membutuhkannya sebagai sumber vitamin D. Kamu tahu kan bahwa vitamin D sangat baik untuk pertumbuhan tulang. Menurut sebuah riset yang hasilnya dipublikasikan pada Juni 2007 lalu, kekurangan sinar matahari langsung mengakibatkan kita terkena risiko kanker setidaknya sampai 70%. Tubuh kita membutuhkan sinar matahari alami untuk mensintesis jumlah vitamin D yang memadai agar tulang serta gigi kita kuat dan sehat. Sinar matahari juga mendukung sistem kekebalan tubuh kita loh.

Itu sisi baiknya. Sisi buruknya, sinar matahari mengakibatkan penuaan dini serta kanker kulit dan kerusakan kulit lainnya. Ada dua jenis sinar matahari, masing-masing sinar ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB). Riak gelombang UVA sangat panjang dan sanggup menembus ke kulit sangat dalam sehingga mengakibatkan kulit menua (berkeriput). Riak gelombang UVB lebih pendek dan menyebabkan kulit terbakar serta kanker kulit.

Nah, agar kamu tidak kekurangan sinar matahari tapi tidak sampai menyerap efek negatifnya, kamu butuh sunblock atau penangkis sinar matahari. Topi lebar maupun kacamata gelap tidak sanggup menangkis sinar matahari dengan efektif. Kamu butuh produk khusus yang mengandung SPF (sun protection factor) untuk dioleskan ke bagian tubuh kamu yang terpapar sinar matahari langsung, yaitu wajah, leher, telinga, tangan, serta kaki. Carilah produk yang kandungan SPF-nya didesain untuk menangkis UVA sekaligus UVB.

Secara teknis, istilah SPF digunakan untuk mewakili kemampuan produk dalam menangkis bahaya sinar matahari. Jika kamu menggunakan produk dengan kandungan SPF15, misalnya, berarti kamu bisa berada di bawah terik sinar matahari 15 kali lebih lama dibandingkan jika kamu tidak menggunakan apa-apa. SPF 15 itu sanggup menapis 93% radiasi UV, SPF 30 menapis 97%; dan SPF 50 bisa menapis 99% radiasi UV.

Rata-rata sunblock bertahan di kulit selama dua jam. Keringat dan air akan menghapusnya dari kulit sehingga kamu perlu mengoteskan berulang-ulang. SPF 15 memadai untuk keperluan sehari-hari bagi kebanyakan orang. Jika kamu berkulit putih, kamu perlu mengunakan SPF yang lebih besar.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Gardasil 9, Vaksin Kanker Serviks
16 September 2017, by Rindang Riyanti
Vaksin untuk kasus kanker serviks menunjukkan efektivitas jangka panjang dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di The Lancet. Penelitian terhadap 14.215 ...
Menikmati Lembah Terindah Dunia, Lembah Barun, Nepal
29 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Lembah Barun menjadi salah satu destinasi dan tempat yang berharga bagi Nepal. Hal ini karena tempat ini disebut-sebut sebagai lembah terindah ...
Manfaat Jamu Kunyit Asam
13 Juni 2018, by oteli w
Manfaat Jamu Kunyit Asam   Jamu adalah minuman tradisional yang sudah tidak asing lagi. Sejak jaman dahulu kala, orang Indonesia menjadikan jamu ...
Mengetahui Fakta Unik Kelelawar
9 April 2018, by oteli w
Mengetahui Fakta Unik Kelelawar Kelelawar merupakan hewan nokturnal, yaitu aktif di malam hari, dan istirahat di siang hari. Kebanyakan kelelawar tinggal di ...
Teknologi Gelagar Baja untuk Percepat Proyek Tol Jakarta-Cikampek
20 November 2017, by Rindang Riyanti
Pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek Elevated kini terus dikebut guna mengurangi macet parah yang kerap terjadi di ruas jalan tol tersebut. Kini proses ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab