Tutup Iklan
hijab
  
login Register
kapuspen mabes tni

Mayjen TNI Wuryanto: Selama Belum Ada Aturan Baru, Amunisi SAGL Kami Tahan!

11 Oktober 2017 | Dibaca : 3509x | Penulis : Tonton Taufik

TAMPANG.COM, JAKARTA – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, menyampaikan  bahwa 5.932 amunisi untuk senjata Stand-alone Grenade Launcher (SAGL) telah diamankan oleh TNI, karena tidak memiliki payung hukumnya.

“Aturan kepemilikan amunisi berikut kalibernya sudah jelas diatur dalam Inpres Nomor 9/1976 tentang peningkatan, pengawasan dan pengendalian senjata api”, ujar Mayjen TNI Wuryanto.

“Standar kaliber untuk non-militer sudah sangat jelas. Dalam Inpres nomor 9 untuk militer itu di atas 5,56 milimeter, kemudian standar non-militer di bawah kaliber itu, kita hanya menerapkan aturan saja," pungkas Mayjen TNI Wuryanto.

Mabes TNI saat ini hanya menyimpan amunisi SAGL saja, sedangkan 280 pucuk senjata sudah diserahkan ke MAbes Polri, itupun sempat tertahan di Bea-Cukai Bandara Soekarno Hatta.

Senjata SAGL adalah senjata kelas penghancur yang TNI saja tidak memilikinya. Karena amunisinya bisa meledak 2x, yang pertama ledakan dan selanjutnya percikan-percikan logamnya menyebar dengan tingkat penyebaran yang luas.

Polri sudah mengimpor 3 kali senjata SAGL, tetapi amunisi dengan daya ledak tinggi sebanyak 5.932 ditahan oleh TNI karena menyalahi ketentuan dan kepentingan kepolisian.

Menurut Mayjen Wuryanto, masalah ini sudah dikoordinasikan dengan Kemenkopolhukam, Wiranto. Jika ke depannya ada perbaruan aturan tentang persenjataan kepolisian yang membolehkan menggunakan senjata berat, laras panjang, maka amunisi ini akan diberikan ke Polri. Perpres no. 9/1976 harus dirubah dahulu, sehingga kepolisian bisa dipersenjatai dengan senjata laras panjang dengan daya ledak amunisi yang tinggi.

Wuryanto menyatakan hanya menjalankan tugas sesuai peraturan Perpres. Amunis SAGL akan ditahan oleh Mabes TNI sambal menunggu aturan baru, jika tidak ada aturan baru, amunisi SAGL akan tetap ditahan oleh Mabes TNI, karena amunisi ini memiliki daya ledak yang sangat tinggi.

Walaupun amunisi yang berjumlah 5.932 buah dengan daya ledak tinggi tidak diberikan ke Mabes Polri, sejata SAGL tetap bisa digunakan menggunakan gas air mata. Sehingga senjata SAGL masih bisa bermanfaat untuk kepolisian.

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kelabui Petugas, Botol Soft Drink diisi Miras Oplosan
6 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Aparat kepolisian Kediri sedang gencar-gencarnya mengadakan operasi miras oplosan diberbagai tempat di wilayah Kediri. Namun, gencarnya operasi ...
Tips Mengatur Keuangan di Bulan Ramadhan
16 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Mengatur keuangan merupakan satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh setiap orang agar persediaan akan keuangan tetap terjaga, terlebih jika ada keperluan ...
Kina Shen, Boneka Hidup dari China
6 Agustus 2017, by Rachmiamy
Melihat foto- foto dari Kina Shen kita pasti bertanya- tanya apakah dia boneka atau manusia. Kina Shen adalah seorang model dan selebgram  asal negeri ...
Lorenzo Tampil Belum Baik, Abraham: Dovizioso Juga Begitu Pada Awalnya
24 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu mantan juara MotoGP yang kini bergabung dalam Tim Ducati Jorge Lorenzo hingga kini belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Pembalap ...
Kasus Bendera Terbalik, Massa Kepung Konsulat Malaysia
22 Agustus 2017, by Risa Suadiani
Tampang.com - Masih tentang kasus bendera terbalik di SEAGames 2017, kali ini massa dari Pemuda Pancasila, KNPI, dan Pergerakan Pemuda Islam Indonesia ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab