Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
KPAI dan DPD Kota Semarang Turun Tangan Atas Pemecatan Siswa Oleh SMAN 1 Semarang

KPAI dan DPD Kota Semarang Turun Tangan Atas Pemecatan Siswa Oleh SMAN 1 Semarang

2 Maret 2018 | Dibaca : 1037x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - KPAI menyampaikan keprihatinan atas peristiwa pengeluaran Anin dan Afif oleh SMAN 1 Semarang, mengingat kedua siswa itu berada di kelas akhir dan merupakan siswa berprestasi yang pernah memharumkan nama SMAN 1 Semarang.

KPAI akan segera bersurat kepada Gubernur Jawa Tengah dan Kepala Dinas Pendidikan Provisi Jateng untuk meminta penjelasan terkait dengan prosedur mengeluarkan siswa. Intinya, sesuai atau tidak dengan tata tertib sekolah dan sejalan dengan standar operasional prosedur dalam mengeluarkan siswa pelanggar tata tertib sekolah.

"Sebagai siswa kelas XII, seharusnya saat ini keduanya sedang menempuh ujian praktik dan bersiap mengikuti ujian sekolah, USBN dan UNBK. Logikanya, seluruh data dapodiknya sudah berada di SMAN 1 Semarang dan sudah sulit pindah data ke sekolah lain," katanya.

"KPAI akan menanyakan langsung kronologi kejadiannya dari mulai LDK (latihan dasar kepemimpinan) sampai pemecatan siswa oleh pihak sekolah. Penjelasan para siswa akan dikonfirmasi dengan penjelasan pihak sekolah," ujar Retno.

KPAI mengingatkan, sekalipun seorang anak terbukti bersalah atau melanggar aturan sekolah sekalipun, hak-haknya untuk mendapatkan pendidikan harus tetap dijamin oleh Negara, dalam hal ini pemerintah provinsi dan jajarannya. Apalagi, dua siswa SMAN 1 Semarang yang dikeluarkan sudah berada di kelas akhir.

Anin dan Afif yang dikeluarkan dari SMAN 1 Semarang, Jawa Tengah, atas dugaan melakukan kekerasan terhadap juniornya, mengaku pernah mengalami kekerasan juga dari para seniornya.

"Setiap ada kesalahan yang dilakukan selalu ada hukuman kontak fisik, untuk melatih disiplin," kata Anin ketika ditemui usai mengadu kepada Bambang Sadono, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Jawa Tengah di Semarang.

SMAN 1 Semarang mengeluarkan Anin dan Afif yang juga pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) karena dugaan kekerasan terhadap juniornya saat kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDK) OSIS.

Tidak hanya mengeluarkan dua siswa tersebut, sekolah juga memberikan sanksi skorsing kepada sembilan siswa lain yang juga pengurus OSIS yang menangani kegiatan LDK OSIS yang sudah berlangsung pada November 2017.

Namun pihak sekolah SMAN 1 Semarang membantah tuduhan tersebut, diwakili oleh Masrochan, Wakil Kepala Sekolah Bagian Hubungan Masyarakat,memberikan penjelasan.

Secara umum, Masrochan membantah telah mengeluarkan dua siswa tersebut. Yang dilakukan sekolah adalah bagian dari pembinaan yang disebut berhubungan dengan jumlah poin siswa yang sudah mencapai batas.

Semoga segera diselesaikan dengan sebaik mungkin dan tidak merugikan siswa.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jelang Pilgub Jabar, Golkar Siap Usung Ridwan Kamil
18 September 2017, by Rindang Riyanti
Menjelang perhelatan Pemilihan Gubernur Jawa Barat, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham memberi sinyal akan mendukung Ridwan Kamil. Dalam hal ini, Idrus Marham ...
Bahaya Mencabut Atau Mencukur Alis
3 April 2018, by oteli w
Tampang.com - Untuk mempercantik penampilan,  banyak wanita yang tidak puas dengan alis yang mereka miliki, tidak sedikit mereka yang mencabut atau bahkan ...
Lebih Dari 24 Orang Tewas Dalam Pemboman Pada Hari Pemilihan di Pakistan
25 Juli 2018, by Slesta
Puluhan orang tewas di Pakistan ketika sebuah bom meledak di dekat tempat pemungutan suara di Quetta, ketika negara itu mengadakan pemilihan ...
allan nairn
2 Mei 2017, by Gatot Swandito
Sekarang, bagaimana dengan investigasi Allan Nairn tentang keterkaitan Presiden AS Donald Trump dengan sejumlah tokoh penting di Indonesia? Apakah laporan ...
Seru di Kelas Bahasa Indonesia
17 Agustus 2017, by Dika Mustika
Pelajaran Bahasa Indonesia Membosankan? Tidak Lagi! Bahasa Indonesia mungkin sering menjadi pelajaran yang ada di daftar pelajaran terbawah yang menjadi ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab