Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Kok Masih Benci pada Simbol Bintang Daud?

Kok Masih Benci pada Simbol Bintang Daud?

25 Juli 2017 | Dibaca : 81x | Penulis : Gatot Swandito

Setiap kali terjadi ribut-ribut di Palestina seperti yang terjadi dalam seminggu terakhir ini, simbol Bintang Daud tidak pernah luput jadi sasaran kebencian. Wajar saja, karena simbol ini sangat identik dengan Yahudi yang menjadi penduduk mayoritas di Israel.

Tapi, sebenarnya Bintang Daud bukan melulu identik dengan Yahudi. Ini mirip dengan simbol Bulan Sabit yang tidak identik dengan Islam

Sekitar September 2012, PKS yang baru kunjungan kerja ke Turki menggagas pergantian simbol Palang Merah Indonesia, dari yang berbentuk mirip salib menjadi Bulan Sabit Merah. “Kalau beramal jangan tanggung-tanggung,” begitu kira-kira yang disampaikan oleh salah seorang politisi PKS yang hadir dalam program Indonesia Lawyer Club.

Masih di program yang sama, budayawan Betawi Ridwan Saidi mengungkapkan kalau Bulan Sabit bukanlah simbol Islam, melainkan simbol Dewi Bulan dalam kebudayaan kuno Sumeria..

Simbol Dewi Bulan yang berupa bulan sabit yang diidentikkan dengan Islam ini biasanya ditemui berdampingan dengan simbol bintang. Dua simbol ini terdapat pada bendera Turki. Simbol ini juga  mudah ditemui di atas kubah-kubah masjid.

Padahal, sebenarnya, dalam budaya kuno Sumeria simbol Bintang melambangkan Anak Tuhan. 

Sepertinya gagasan PKS tersebut langsung loyo seketika. Sampai saat ini simbol PMI masih tetap sama. Bukan saja simbol PMI, simbol PKS pun masih tetap seperti semula, tidak ubahnya menyerupai simbol Triple Goddess (https://en.wikipedia.org/wiki/Triple_Goddess_(Neopaganism) atau bisa juga menyerupai Fleur de Lis (http://symboldictionary.net/?p=1353) yang menyimbolkan Mary and The Holy Trinity.

Lantas, bagaimana dengan simbol Bintang Daud sendiri?

Bentuk dasar Bintang Daud adalah heksagram atau bintang bersudut enam yang dibentuk dari dua segitiga sama sisi yang saling bertolak belakang.

Dari berbagai tautan yang mengulas soal heksagram. Diketahui Heksagram merupakan simbol kuno. Simbol ini menyebar ke berbagai bangsa dengan segala ciri dan maknanya.

Di India simbol heksagram yang mirip dengan Bintang David disebut sebagai Shatkona. Bisa jadi Shatkona merupakan simbol heksagram tertua yang dibentuk dari dua segitiga sama sisi.

Hexagram Hindu

Shatkona tercatat dalam sejarah Weda merupakan jantung spiritualitas. Dalam Shatkona, segitiga yang menghadap ke atas disebut Purusa, sedang yang menghadap ke bawah disebut Prakarti.

Belum jelas kapan bentuk Shatkona ini tercantum dalam Weda. Tapi, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Periode_Weda, Weda dikumpulkan sejak pertengahan milenium kedua sebelum masehi. Dalam agama Hindu, Shatkona merupakan lambang untuk penyatuan manusia dan Tuhan.

Dalam agama Buddha, Hexagram sering diasosiasikan sebagai Lotus, bunga yang identik dengan Sang Buddha sendiri. Dalam ajaran Buddha, lotus ungu menandakan mistis dan merupakan bagian esoterik yang terkait dengan 8 jalan dalam Buddhis.

Sementara, dalam kebudayaan Babilon, heksagram merupakan lambang penyatuan pria dan wanita. Segitiga yang ujungnya menghadap ke atas sebagai simbol pedang untuk pria, sedangkan yang ujungnya menghadap ke bawah merupakan simbol chalice atau cawan yang menyimbolkan wanita.

Heksagram yang telah dikenal oleh berbagai suku bangsa selama berabad-abad ini kemudian diadopsi oleh Raja Daud (1040–970 SM) sebagai simbol kerajaannya. Heksagram yang digunakan oleh Raja Daud sebagai simbol kerajaannya inilah yang dinamakan Bintang Daut atau Magen Davids. Simbol kerajaan ini juga yang kemudian digunakan oleh putranya, Raja Sulaiman.

(Nah, kalau Borobudur dibangun oleh Sulaiman pastinya simbol Bintang Daud ditemukan pada candi yang yang terletak di Muntilan Jawa tengah tersebut)

Pada abad ke 17 Bintang Daud menjadi populer di kalangan umat Yahudi setelah simbol ini diletakan di luar sebuah sinagog. Tujuan peletakan simbol Bintang Daud tersebut untuk membedakannya dari rumah ibadah umat kristiani. Selanjutnya, Bintang Daud menjadi lebih identik dengan Yahudi setelah diadaptasi sebagai simbol gerakan Zionis pada 1897.

Simbol Bintang David yang telah identik dengan Zionis ini kemudian diadopsi menjadi lambang bendera Israel pada 28 Oktober 1948. Ketika itu sejumlah politikus Arab Israel mengajukan permintaan untuk evaluasi ulang bendera Israel, dengan dasar bahwa "Bintang Daud" itu secara eksklusif hanya merupakan simbol orang Yahudi.

Tetapi, pada kenyataannya jauh sebelum Yahudi atau Israel menggunakannya, simbol Bintang Daud sudah digunakan oleh sejumlah kerajaan/kesultanan Islam. Sebut saja dinasti Karamanid dari Turki pada 1250–1487 M. Bahkan, simbol ini ditemui juga pada mata uang kuno peradaban Islam di Maroko.

Jadi, Bintang Daud merupakan simbol yang bisa digunakan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Dan, pastinya, sebenarnya simbol ini belum tentu identik dengan Yahudi atau zionisme atau Israel.

Demikian pula dengan simbol “Bintang David” yang ada pada setiap sisi Tugu Yogya. Simbol pada tugu tersebut sama sekali tidak menunjukkan zionisme.

Tugu Yogya dibangun pada tahun 1755 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I, pendiri kraton Yogyakarta. Bangunan ini kemudian runtuh akibat gempa yang terjadi pada 10 Juni 1867. Jadi, simbol heksagonal yang ada pada tugu Yogya sudah lebih dulu ketimbang  digunakannya Bintang Daud sebagai simbol gerakan zionisme.

Jadi sangat wajar kalau nanti ada ormas atau parpol Islam yang menggunakan Bintang David sebagai simbolnya. Tidak perlu ormas atau parpol Islam itu dituding-tuding sebagai antek Yahudi atau zionis. Siapa tahu ormas atau parpol Islam itu terinspirasi Dinasti Karamanid.

Demikian pula kita tidak perlu meributkan kalau ada masjid yang menggunakan Bintang Daud sebagai ornamennya seperti yang ada pada Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Aceh Barat, masjid raya Al-Mashun, Medan, Masjid Al Munawwar, Tulungagung.

Apalagi hanya gara-gara memakai baju batik dengan motif mirip heksagram lantas pemakainya dituduh sebagai antek Zionis, Yahudi, Illuminati dan lain sebagainya, seperti yang pernah dialami oleh Presiden SBY.

Sumber informasi dan foto:

https://en.wikipedia.org/wiki/Karamanids

https://en.wikipedia.org/wiki/Flag_of_Israel

https://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/Judaism/star.html

http://www.okeygan.com/2012/07/info-tulungagung-bintang-david-di.html

http://www.charismanews.com/opinion/40538-angry-atheists-back-down-on-battle-against-star-of-david

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Mengatasi Bau Mulut Saat Berpuasa
1 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Pada saat kita puasa, tak ayal lagi kalau bau mulut sering jadi masalah yang terjadi pada kita. Masalah Halitosis atau bau mulut sebenarnya dapat ...
Justin Bieber akan Ikut dalam Konser Amal Ariana Grande
2 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Pasca ledakan yang terjadi 22 Mei 2017 di Manchester sesaat setelah Ariana Grande menyelesaikan konsernya, ia mengaku cukup terpukul atas insiden ...
Penetapan Rizieq Sebagai Tersangka, Pengacara: "Akan Ada Revolusi Setelah Ramadhan"
30 Mei 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Polisi telah menetapkan pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab, sebagai tersangka dalam kasus pornografi. Pengacara Rizieq, Kapitra ...
Carla Fendi, Pemilik Brand Mewah Terkenal Italia, Meninggal  di Usia 79 Tahun
1 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Carla Fendi, satu dari lima bersaudari di Italia yang mengubah bengkel kulit kecil milik orang tua mereka menjadi sebuah rumah bagi merek fashion internasional ...
5 Jajanan Sunda Populer Ini Berawalan Ci-
1 Agustus 2017, by Rachmiamy
Sebagai penggemar jajanan Sunda, kita pasti tidak asing dengan jajanan berawalan kata Ci-. Jajanan tersebut terbuat dari bahan dasar tepung kanji atau dalam ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
CreamPemutih