Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Kisah Pendaki yang Meninggal di Puncak Gunung Rinjani

Kisah Pendaki yang Meninggal di Puncak Gunung Rinjani

31 Juli 2018 | Dibaca : 699x | Penulis : Nur Atinal Khusna

Memang tak ada yang bisa mengetahui kapan dan di mana pun ajal menjemput seseorang. Hari ini, pendaki Gunung Rinjani yang meninggal di puncak gunung, Muhammad Ainul Taksim, berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan, Selasa (31/7/2018) dari pukul 06.00 WITA.

Mendiang diangkat dari angkatan jenazah dari lereng gunung yang menghubungkan Pelawangan dengan Danau Segara Anak itu, berlangsung sejak Pukul 06.00 WITA. Dalam proses evakuasi tersebut, tim SAR membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk menjangkau jenazah. Karena jenazah berada pada jarak 10 jembatan ke dua Pelawangan menuju Danau Segara Anak untuk dibawa turun ke Sembalun.

Tim SAR mengevakuasi pria asal perumahan Bumi Sudiang Raya, Makassar, Sulawesi Selatan menggunakan tandu yang kemudian diangkat melalui jalur terjal dengan kemiringan sekitar 30 derajat.

Dihimpun dari sejumlah informasi, mahasiswa asal Makassar tersebut meninggal karena panik dan sempat berlarian, nahas korban terkena material longsoran saat berada di puncak Gunung Rinjani ketika gempa mengguncang Lombok, NTB pada Minggu (28/7/2018) pukul 05.47 WITA.

Pasca gempa terjadi, rekan-rekan korban melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat perdarahan di kepala.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ada sekitar 689 orang terjebak di Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Akibat peristiwa tersebut, tak jarang para pendaki mengalami luka-luka dan salah satunya meninggal dunia. Sejak hari Minggu, tim penyelamat memang sudah naik ke Gunung Rinjani untuk mengevakuasi para pendaki, namun Ainul baru sempat diturunkan jenazahnya pada hari ini.

Ainul di Mata Keluarga

Saat ditemui oleh wartawan, ayah korban, Haji Amrullah (59) terlihat tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Ketua RW 4 Kelurahan Laikang, Kecamatan Biring Kanaya, Makassar itu sesekali terdengar perlahan-lahan serak nada suaranya, meski terlihat tegar.

Amrullah mengaku putranya tergolong anak yang perhatian kepada orang tuanya yang mulai menua. Sebelum Ainul berangkat ke Gunung Rinjani pada Rabu (25/7/2018) pukul 12.00 WITA, Amrullah mengatakan Ainul minta izin dan cium tangan terlebih dahulu dengannya.

"Dia memang pakai baju baru, sepatu baru, carel baru dan saat membelakang usai cium tangan, saya lihat Ainul begitu gagah. Saya sempat tanya ke ibunya kalau anaknya terlihat gagah beda dengan hari sebelumnya. Ibunya hanya tersenyum," tutur Amrullah saat ditemui di rumah duka, perumahan Bumi Sudiang Raya Blok J 14, Senin, (30/7/2018).

Bahkan, Amrullah telah berfirasat saat hari keberangkatan putranya itu adalah isyarat.

"Saat salat asar di masjid, tiba-tiba saya lihat bayangan Ainul anak saya itu. Saya sempat bertanya dalam hati. Setelah tiba di rumah, adiknya Ainul menangis karena katanya Ainul meninggal di Rinjani korban gempa, informasi dari media sosial. Saya coba diamkan adiknya itu dan berusaha cari tahu. Ternyata benar anak saya meninggal di Rinjani," jelasnya.

Cerita dari Rekan Ainul

Amrullah juga mengadu tentang kontak terakhir dari rekan-rekan Ainul di Rinjani. Mereka mengatakan  pesan Ainul saat melakukan pendakian Gunung Rinjani, sebelum ia mengembuskan napas terakhirnya.

"Katanya Ainul sempat berbisik bahwa mereka sama-sama naik gunung, tapi tidak akan sama-sama pulang. Ainul titip pesan untuk disampaikan salamnya ke orang tua," ungkap Amrullah.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kisah Cinta yang Dinyatakan Lewat Sejarah
24 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Pada peristiwa perang tentunya memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Apalagi, perang tersebut adalah Perang Dunia. Ada kisah unik dari salah ...
Ini Cara Termudah Atasi Bau Mulut yang Menyerang
10 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Bau mulut memang menjadi salah satu masalah yang dapat menyebabkan kurang percaya diri. Bau mulut dapat disebabkan karena penyakit, seperti ...
Makan Lemak, Memperpanjang Usia?
2 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Karena lebih banyak orang hidup di usia 80an dan 90an, para periset telah menyelidiki masalah kesehatan dan kualitas hidup selama penuaan. Sebuah studi tikus ...
Kaya Bermodalkan Pintar Membaca Peluang
5 April 2018, by oteli w
Tampang.com - Sangat banyak cara yang ditempuh orang dalam mencari harta kekayaan. Ada yang melakukannya dengan cara yang instant, ada juga yang melakukannya ...
Menangis Itu Tidak Buruk! Inilah Beberapa Manfaat Menangis
9 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Menangis adalah respons alami yang manusia miliki terhadap berbagai emosi, termasuk kesedihan, kesedihan, sukacita, dan frustrasi. Tapi apakah tangisan itu ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab