Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Kim Jong Un Bertemu Lagi dengan Presiden Korea Selatan

Kim Jong Un Bertemu Lagi dengan Presiden Korea Selatan

27 Mei 2018 | Dibaca : 279x | Penulis : Slesta

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mengadakan pertemuan kedua yang mengejutkan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada hari Sabtu, kantor kepresidenan Cheong Wa Dae mengatakan, dalam sebuah langkah nyata untuk meyakinkan Kim untuk mengadakan pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump.

"Presiden Moon Jae-in mengadakan KTT kedua dengan Ketua Kim Jong-un di Tongil-gak di sisi Korea Utara Panmunjom dari jam 3 sore sampai jam 5 sore pada (Mei) 26," kata sekretaris pers Moon Yoon Young-chan di pernyataan yang dirilis.

KTT yang sebelumnya tidak diumumkan itu terjadi sekitar satu bulan setelah para pemimpin mengadakan pertemuan pertama mereka di daerah keamanan gabungan Panmunjom, yang duduk langsung di perbatasan antar-Korea, pada tanggal 27 April.

"Kedua pemimpin itu saling bertukar pandangan tentang penerapan Deklarasi Panmunjom 27 April dan pembukaan sukses KTT Utara-AS," kata pernyataan itu.

Pertemuan kedua juga terjadi dua hari setelah presiden AS membatalkan pertemuan yang dijadwalkan dengan Kim di Singapura, mengutip "kemarahan luar biasa dan permusuhan terbuka" Utara terhadap Amerika Serikat.

KTT Korea Utara pertama yang pernah diadakan pada awalnya akan diadakan pada 12 Juni.

Sebelumnya Sabtu, Trump mengatakan pertemuannya dengan Kim masih bisa berlangsung sesuai jadwal setelah Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara Kim Kye-gwan mengatakan negaranya memiliki "keinginan untuk duduk dengan pihak AS untuk menyelesaikan masalah."

Cheong Wa Dae menolak untuk mengkonfirmasi rincian pertemuan puncak antar-Korea terbaru, mengatakan Presiden Moon sendiri akan menjelaskan hasilnya dalam konferensi pers dari jam 10 pagi pada hari Minggu.

Foto dan cuplikan pertemuan yang dirilis oleh Cheong Wa Dae menunjukkan bahwa Bulan didampingi oleh Suh Hoon, kepala badan intelijen Dinas Intelijen Nasional Korea Selatan. Kim didampingi oleh Kim Yong-chol, seorang wakil ketua komite pusat Partai Buruh yang berkuasa dan kepala Departemen Front Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menangani hubungan antar-Korea.

Kedua pemimpin saling berpelukan sebelum berpisah setelah pertemuan puncak kedua mereka, mungkin mengindikasikan hasil yang sukses untuk pembicaraan yang secara luas diperkirakan telah difokuskan pada KTT AS-Korea Utara.

Trump sebelumnya mengatakan negaranya juga sedang berbicara dengan Korea Utara tentang KTT mereka.

"Kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Mereka sangat ingin melakukannya. Kami ingin melakukannya. Kami akan melihat apa yang terjadi," katanya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Bagaimana Setiap Tipe Kepribadian Myers-Briggs Menunjukkan Kepedulian Mereka
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Masing-masing dari 16 tipe kepribadian Myers-Briggs sangat peduli pada orang-orang dalam kehidupan mereka dengan metode yang berbeda untuk ...
3 Kemungkinan Dampak yang Dialami Ketika Mengurangi Atau Berhenti Minum Kopi
5 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Berhenti merokok untuk Anda yang kecanduan pasti tidak mudah. Meski kopi hanyalah minuman biasa, tetapi seperti yang kita tahu kopi adalah minuman paling ...
Rekomendasi Bagi Pencinta Kopi; 5 Kopi Termahal di Dunia
21 April 2018, by oteli w
Rekomendasi Bagi Pencinta Kopi; 5 Kopi Termahal di Dunia   Kopi merupakan jenis minuman yang sudah mendunia. Aroma serta rasa kopi yang membahana ...
Hal - Hal Berikut Perlu Diperhatikan Ketika Menempati Sebuah Rumah Baru
21 September 2017, by Rachmiamy
Mempunyai rumah merupakan sebuah impian yang banyak diimpikan oleh banyak orang. Apalagi kalau sudah mempunyai anak. Mempunyai rumah sendiri bisa dikatakan ...
Pria di Malaysia Terancam Hukuman 12.000 Tahun Akibat Perkosa Anak Sendiri
11 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Akibat memperkosa anaknya hingga 600 kali, seorang pria di Malaysia terancam hukuman penjara 12.000 tahun. Seperti dikutip dari laman ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab