Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Kenali Lupus Sejak Dini agar Mudah Diatasi

Kenali Lupus Sejak Dini agar Mudah Diatasi

10 Juli 2018 | Dibaca : 322x | Penulis : Maman Soleman

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau biasa disebut lupus merupakan suatu penyakit autoimun sistemis yang menyerang seluruh bagian tubuh. Penyakit autoimun merupakan kondisi kelainan sistem imun yang menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri, yang menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan. Lupus terutama merusak organ jantung, sendi, kulit, paru, pembuluh darah, hati, ginjal, dan sistem saraf. Hingga kini tidak ditemukan penyebab spesifik lupus. Lupus diketahui dipengaruhi kerapuhan genetik (diturunkan) dan sejumlah faktor lingkungan. Lupus terjadi sembilan kali lipat lebih banyak pada perempuan bila dibandingkan dengan laki-laki.

Diagnosis awal lupus sering kali sulit karena entitas penyakit tersebut yang menyerupai banyak penyakit lain sehingga kerap disebut sebagai the great imitators. Tak jarang orang dengan lupus (odapus) baru terdiagnosis setelah berulang kali berobat ke dokter atas keluhan lain yang tak kunjung sembuh. Keluhan utama yang banyak dirasakan penderita lupus ialah demam, kelelahan dan tidak bertenaga, nyeri dan pembengkakan sendi, serta nyeri otot. Pada beberapa pasien bahkan dapat terjadi kehilangan sementara fungsi kognitif.

Tanda pada kulit yang dapat dikenali ialah ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu pada wajah (pipi), kebotakan, luka yang tak kunjung sembuh pada mulut, hidung, saluran kemih, dan vagina. Pada pasien juga terjadi fotosensitivitas, yang menyebabkan pasien tidak dapat terpapar sinar matahari.

Saat ini pemeriksaan paling utama untuk mendeteksi lupus ialah uji laboratorium anti-nuclear antibody (ANA), anti-extractable nuclear antigen (anti-ENA), dan anti-double stranded DNA (dsDNA).

Lupus tidak dapat dicegah, tetapi komplikasinya dapat dihindari dengan melakukan tes rutin terkait dengan jantung (tekanan darah dan kolesterol), infeksi, osteoporosis, dan kanker.

Saat ini belum ditemukan obat untuk mengobati lupus. Orang dengan lupus diterapi dengan imunosupresi, yaitu pasien diberikan obat-obatan yang menekan kekebalan tubuh seperti kortikosteroid, serta obat-obatan tambahan untuk mengontrol gejala dan komplikasi.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

kesehatan reproduksi pria
1 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ada banyak faktor yang dapat mengganggu kesehatan sistem reproduksi pria. Misalnya dengan memakai celana dalam yang terlalu ketat. Selain ...
Inilah 5 Risiko Berbahaya Memakai Smartphone dengan Layar Retak
15 Januari 2018, by Slesta
Tampang.com – Apakah kamu pernah mengalami insiden saat smartphone Anda terjatuh kencang ke lantai dan karena insiden tersebut. Layar dari smartphone ...
Cokelat Memang Bermanfaat, Tapi Kelompok Orang Ini Sebaiknya Tidak Mengkonsumsi
26 Juni 2018, by Maman Soleman
Mengonsumsi cokelat yang merupakan hasil olahan dari biji kakao mungkin menjadi kesenangan banyak orang. Rasanya manis, legit, dan lumer di mulut. Sensasi yang ...
Mantap Berhijab, Mulan Jameela tak Takut Kehilangan Job
26 Mei 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Banyak artis yang saat ini hijrah dengan merubah penampilannya dengan berhijab. Salah satunya artis cantik istri musisi kondang Ahmad Dhani, ...
Inilah alasan Irjen M Iriawan Diberhentikan Dari Jabatannya!
24 Juli 2017, by Slesta
Tampang.com – Irjen Mochamad Iriawan kini telah menanggalkan jabatannya sebagai Kapolda Metro Jaya. Kini, Ia telah mengemban tugas baru sebagai Asisten ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite