Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Kenali Lupus Sejak Dini agar Mudah Diatasi

Kenali Lupus Sejak Dini agar Mudah Diatasi

10 Juli 2018 | Dibaca : 145x | Penulis : Maman Soleman

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau biasa disebut lupus merupakan suatu penyakit autoimun sistemis yang menyerang seluruh bagian tubuh. Penyakit autoimun merupakan kondisi kelainan sistem imun yang menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri, yang menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan. Lupus terutama merusak organ jantung, sendi, kulit, paru, pembuluh darah, hati, ginjal, dan sistem saraf. Hingga kini tidak ditemukan penyebab spesifik lupus. Lupus diketahui dipengaruhi kerapuhan genetik (diturunkan) dan sejumlah faktor lingkungan. Lupus terjadi sembilan kali lipat lebih banyak pada perempuan bila dibandingkan dengan laki-laki.

Diagnosis awal lupus sering kali sulit karena entitas penyakit tersebut yang menyerupai banyak penyakit lain sehingga kerap disebut sebagai the great imitators. Tak jarang orang dengan lupus (odapus) baru terdiagnosis setelah berulang kali berobat ke dokter atas keluhan lain yang tak kunjung sembuh. Keluhan utama yang banyak dirasakan penderita lupus ialah demam, kelelahan dan tidak bertenaga, nyeri dan pembengkakan sendi, serta nyeri otot. Pada beberapa pasien bahkan dapat terjadi kehilangan sementara fungsi kognitif.

Tanda pada kulit yang dapat dikenali ialah ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu pada wajah (pipi), kebotakan, luka yang tak kunjung sembuh pada mulut, hidung, saluran kemih, dan vagina. Pada pasien juga terjadi fotosensitivitas, yang menyebabkan pasien tidak dapat terpapar sinar matahari.

Saat ini pemeriksaan paling utama untuk mendeteksi lupus ialah uji laboratorium anti-nuclear antibody (ANA), anti-extractable nuclear antigen (anti-ENA), dan anti-double stranded DNA (dsDNA).

Lupus tidak dapat dicegah, tetapi komplikasinya dapat dihindari dengan melakukan tes rutin terkait dengan jantung (tekanan darah dan kolesterol), infeksi, osteoporosis, dan kanker.

Saat ini belum ditemukan obat untuk mengobati lupus. Orang dengan lupus diterapi dengan imunosupresi, yaitu pasien diberikan obat-obatan yang menekan kekebalan tubuh seperti kortikosteroid, serta obat-obatan tambahan untuk mengontrol gejala dan komplikasi.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Aduh, BIN Larang Pegawainya Berjenggot?
19 Mei 2017, by Zeal
Badan Intelijen Negara (BIN) membenarkan telah menerbitkan surat edaran bernomor SE-28/V/2017 bertanggal 15 Mei 2017 mengenai larangan bagi pegawai di lembaga ...
Mau Punya Pacar Tapi Ragu Deketin Gebetan.
15 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Masa remaja memang masa penentuan dalam melangkah menentukan nasib seseorang tak terkecuali juga penentuan dalam suatu hubungan ...
Sri Mulyani : Inflasi Capai 0,21 Persen Pada Mei 2018
5 Juni 2018, by Slesta
Tampang.com – Pada Mei 2018, inflasi telah mencapai 0,21 persen. Data tersebut diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS). Selain itu, inflasi tahun ...
Fisik Sehat dengan Terapi Warna
25 Juni 2018, by Maman Soleman
Warna yang kita pakai ternyata bukan hanya mempengaruhi perasaan, tapi juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik. Ahli terapi warna menggunakan warna untuk ...
Ungaro Ring, Bukan Semata-mata Batu Akik Biasa
15 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Batu akik yang baru-baru ini digandrungi oleh warga Indonesia ternyata tak melulu hanya menjadi aksesoris pada jari. Kini, benda ini juga dapat ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite