Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Kenali Lupus Sejak Dini agar Mudah Diatasi

Kenali Lupus Sejak Dini agar Mudah Diatasi

10 Juli 2018 | Dibaca : 194x | Penulis : Maman Soleman

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau biasa disebut lupus merupakan suatu penyakit autoimun sistemis yang menyerang seluruh bagian tubuh. Penyakit autoimun merupakan kondisi kelainan sistem imun yang menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri, yang menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan. Lupus terutama merusak organ jantung, sendi, kulit, paru, pembuluh darah, hati, ginjal, dan sistem saraf. Hingga kini tidak ditemukan penyebab spesifik lupus. Lupus diketahui dipengaruhi kerapuhan genetik (diturunkan) dan sejumlah faktor lingkungan. Lupus terjadi sembilan kali lipat lebih banyak pada perempuan bila dibandingkan dengan laki-laki.

Diagnosis awal lupus sering kali sulit karena entitas penyakit tersebut yang menyerupai banyak penyakit lain sehingga kerap disebut sebagai the great imitators. Tak jarang orang dengan lupus (odapus) baru terdiagnosis setelah berulang kali berobat ke dokter atas keluhan lain yang tak kunjung sembuh. Keluhan utama yang banyak dirasakan penderita lupus ialah demam, kelelahan dan tidak bertenaga, nyeri dan pembengkakan sendi, serta nyeri otot. Pada beberapa pasien bahkan dapat terjadi kehilangan sementara fungsi kognitif.

Tanda pada kulit yang dapat dikenali ialah ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu pada wajah (pipi), kebotakan, luka yang tak kunjung sembuh pada mulut, hidung, saluran kemih, dan vagina. Pada pasien juga terjadi fotosensitivitas, yang menyebabkan pasien tidak dapat terpapar sinar matahari.

Saat ini pemeriksaan paling utama untuk mendeteksi lupus ialah uji laboratorium anti-nuclear antibody (ANA), anti-extractable nuclear antigen (anti-ENA), dan anti-double stranded DNA (dsDNA).

Lupus tidak dapat dicegah, tetapi komplikasinya dapat dihindari dengan melakukan tes rutin terkait dengan jantung (tekanan darah dan kolesterol), infeksi, osteoporosis, dan kanker.

Saat ini belum ditemukan obat untuk mengobati lupus. Orang dengan lupus diterapi dengan imunosupresi, yaitu pasien diberikan obat-obatan yang menekan kekebalan tubuh seperti kortikosteroid, serta obat-obatan tambahan untuk mengontrol gejala dan komplikasi.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

PSG Berencana Menjual Edinson Cavani dan Berniat Mendatangkan Alexis Sanchez Dari Arsenal
6 Oktober 2017, by Rachmiamy
Perselisihan antara dua pemain PSG Neymar Jr dengan Edinson Cavani berbuntut panjang. Meskipun telah berdamai, perselisihan yang terjadi karena Neymar berusaha ...
the power of setnov
3 Oktober 2017, by Risa Suadiani
Kasus megakorupsi E-KTP yang menyeret nama Setya Novanto belum juga usai. Setelah mangkir dari panggilan KPK dengan alasan sakit, Setya Novanto kembali ...
4 Fakta Mengenai Cowo Bahwa Lebih Susah Move On Ketika Putus Cinta
20 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
ejatinya Cowok Itu Lebih Susah Move on, 5 Kegalauan Pasca Putus Ini Jadi Buktinya   Cinta merupakan anugerah terindah yang dimiliki oleh umat ...
Tak Hanya Menghangatkan, Ini Khasiat Jahe untuk Kesehatan Kulit
8 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jahe dianggap sebagai salah satu herbal yang paling berkhasiat untuk kesehatan. Jahe mengandung vitamin B dan C, serat, zinc, dan senyawa ...
War for The Planet of The Apes: Tontonan menakjubkan dan memikat dari seri ketiga Planet of The Apes
15 Juli 2017, by Hardika Ilhami
Setelah mendapat sambutan meriah dari penonton layar lebar dari dua film sebelumnya, yaitu Rise The Planet of The Apes dan Dawn The Planet of The Apes. ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman