Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Kekerasan Dan Pelecehan Terhadap Wartawan adalah Kejahatan Kemanusiaan

Kekerasan Dan Pelecehan Terhadap Wartawan adalah Kejahatan Kemanusiaan

16 November 2017 | Dibaca : 580x | Penulis : Dwi Heri Yana

Pimpinan Umum Barisan Aktifis Independen (BAKIN) Elfin Afifudien angkat bicara terkait maraknya kekerasan terhadap wartawan. Ia mengatakan, sepertinya kekerasan dan pelecehan terhadap para pekerja pers akan terus berulang. Seperti beberapa bulan ke belakang dari mulai kasus pelecehan yang dialami oleh wartawan lokal online Way Kanan Lampung.

“Entah sampai kapan pelecehan dan kekerasan itu akan segera berakhir. Dalam bulan ini saja peristiwa kekerasan dan pelecehan  sedikitnya terjadi 5 kekerasan terhadap para wartawan.Setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Papua dan Medan dan entah kapan lagi kejadian itu akan terus berulang, kita tidak tahu.”tutur Elfin di ruang kerjanya, Bandung (16/11).

“Profesi wartawan merupakan profesi yang sangat mulia dan dalam menjalankan tugasnya dilindungi UU No. 40/99 tentang Pers. Siapapun tidak boleh untuk melakukan pelecehan apalagi kekerasan terhadap wartawan. Pelecehan dan tindak kekerasan terhadap wartawan merupakan kejahatan kemanusiaan.”tegasnya.

“Salah satu penyebab terjadinya rentetan  peristiwa kekerasan, lanjutnya, pengekangan dan pelecehan yang terjadi di lapangan adalah tentang kebijakan sepihak Dewan Pers dalam memverifikasi Media Massa. Akibatnya, banyak instansi ataupun nara sumber yang menolak kehadiran wartawan dari Media yang belum terdaftar di  Dewan Pers. Dan hal ini menimbulkan iklim yang tidak kondusif bagi kemerdekaan pers.

“Berbagai kebijakan Dewan Pers yang tidak sejalan dengan  kemerdekaan pers telah membawa perubahan yang tidak kondusif. Akibatnya muncul paradigma pers yang terkatung-katung, pers yang  yang tidak diakui eksistensinya. Akibatnya akan timbul kekuatan yang akan menghambat fungsi pers sebagai kontrol sosial dan tidak berfungsinya Undang-undang Pers.

“Pada akhirnya, kejadian seprti itu akan selalu berulang. Diperlukan kehadiran negara untuk mengkaji kembali kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Dewan Pers, sebab selama ini kebijakan-kebijakan mengenai verifikasi media tidak melibatkan berbagai organisasi pers.”tutupnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Peneliti Melatih Laba-laba untuk Melompat
9 Mei 2018, by Slesta
Untuk pertama kalinya, para ilmuwan telah melatih seekor laba-laba untuk melompat pada jarak yang berbeda dan ketinggian yang berbeda. Prestasi ini ...
Prediksi IPR akan Cawapres dari Gerindra
27 Juli 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Pilpres 2019 yang sebentar lagi akan digelar, membuat ranah publik semakin menduga – duga bakal calon cawapres siapa saja yang akan di ...
Temuan Baru, Magnet Bisa Hancurkan Sel Kanker
22 Maret 2018, by Maman Soleman
Para ilmuwan akhirnya menemukan cara untuk menghancurkan sel dengan pengendali jarak jauh. Caranya dengan menggunakan magnet yang dapat menggerakkan ...
Fisikawan Membuat Laser Bercahaya 1 Milyar Matahari
2 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Sekelompok fisikawan di University of Nebraska-Lincoln's Extreme Light Laboratory mengumumkan bahwa mereka telah menciptakan cahaya paling terang yang ...
Masa Depan Stasiun Luar Angkasa ISS Akan Segera Berakhir
2 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Para ilmuwan NASA telah menyusun rencana untuk pembongkaran International Space Station (ISS). Mengorbit antara 330 dan 435km di atas permukaan Bumi, pos ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman