Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Kekerasan Dan Pelecehan Terhadap Wartawan adalah Kejahatan Kemanusiaan

Kekerasan Dan Pelecehan Terhadap Wartawan adalah Kejahatan Kemanusiaan

16 November 2017 | Dibaca : 1014x | Penulis : Dwi Heri Yana

Pimpinan Umum Barisan Aktifis Independen (BAKIN) Elfin Afifudien angkat bicara terkait maraknya kekerasan terhadap wartawan. Ia mengatakan, sepertinya kekerasan dan pelecehan terhadap para pekerja pers akan terus berulang. Seperti beberapa bulan ke belakang dari mulai kasus pelecehan yang dialami oleh wartawan lokal online Way Kanan Lampung.

“Entah sampai kapan pelecehan dan kekerasan itu akan segera berakhir. Dalam bulan ini saja peristiwa kekerasan dan pelecehan  sedikitnya terjadi 5 kekerasan terhadap para wartawan.Setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Papua dan Medan dan entah kapan lagi kejadian itu akan terus berulang, kita tidak tahu.”tutur Elfin di ruang kerjanya, Bandung (16/11).

“Profesi wartawan merupakan profesi yang sangat mulia dan dalam menjalankan tugasnya dilindungi UU No. 40/99 tentang Pers. Siapapun tidak boleh untuk melakukan pelecehan apalagi kekerasan terhadap wartawan. Pelecehan dan tindak kekerasan terhadap wartawan merupakan kejahatan kemanusiaan.”tegasnya.

“Salah satu penyebab terjadinya rentetan  peristiwa kekerasan, lanjutnya, pengekangan dan pelecehan yang terjadi di lapangan adalah tentang kebijakan sepihak Dewan Pers dalam memverifikasi Media Massa. Akibatnya, banyak instansi ataupun nara sumber yang menolak kehadiran wartawan dari Media yang belum terdaftar di  Dewan Pers. Dan hal ini menimbulkan iklim yang tidak kondusif bagi kemerdekaan pers.

“Berbagai kebijakan Dewan Pers yang tidak sejalan dengan  kemerdekaan pers telah membawa perubahan yang tidak kondusif. Akibatnya muncul paradigma pers yang terkatung-katung, pers yang  yang tidak diakui eksistensinya. Akibatnya akan timbul kekuatan yang akan menghambat fungsi pers sebagai kontrol sosial dan tidak berfungsinya Undang-undang Pers.

“Pada akhirnya, kejadian seprti itu akan selalu berulang. Diperlukan kehadiran negara untuk mengkaji kembali kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Dewan Pers, sebab selama ini kebijakan-kebijakan mengenai verifikasi media tidak melibatkan berbagai organisasi pers.”tutupnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Polusi Udara Mampu Mengurangi 5,5 Tahun Usia Kita?
24 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Polusi udara memang menjadi salah satu yang sulit ditangani. Polusi ini dapat berasal dari pabrik maupun kendaraan yang sering kita ...
Daya Tarik Pria yang Bikin Wanita Klepek-Klepek
23 Juli 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Menjalin sebuah hubungan memang tidak menjamin akan berakhir hingga jenjang pernikahan. Namun, pada tahap tersebut pria dan wanita bisa saling ...
Wih, Ini Ternyata Kehebatan Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta!
15 Januari 2018, by Zeal
Jakarta, merupakan Ibu Kota Negara Indonesia. Berbicara tentang Jakarta berarti berbicara tentang jantungnya Indonesia, pasalnya banyak orang yang datang untuk ...
7 Gejala Kanker yang Wajib Kamu Ketahui
4 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Hingga kini, penyakit kanker masih menjadi salah satu penyakit yang paling berbahaya di dunia. Kanker ini terjadi akibat tidak normalnya ...
Target PAD Propinsi Kaltara Hampir Capai Target dari Pendapatan Pajak
25 November 2017, by Admin
Tampang.com – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Kaltara tahun 2017 per 23 November telah mencapai 91,30 persen atau sekira Rp 271,562 ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview