Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
Kekerasan Dan Pelecehan Terhadap Wartawan adalah Kejahatan Kemanusiaan

Kekerasan Dan Pelecehan Terhadap Wartawan adalah Kejahatan Kemanusiaan

16 November 2017 | Dibaca : 608x | Penulis : Dwi Heri Yana

Pimpinan Umum Barisan Aktifis Independen (BAKIN) Elfin Afifudien angkat bicara terkait maraknya kekerasan terhadap wartawan. Ia mengatakan, sepertinya kekerasan dan pelecehan terhadap para pekerja pers akan terus berulang. Seperti beberapa bulan ke belakang dari mulai kasus pelecehan yang dialami oleh wartawan lokal online Way Kanan Lampung.

“Entah sampai kapan pelecehan dan kekerasan itu akan segera berakhir. Dalam bulan ini saja peristiwa kekerasan dan pelecehan  sedikitnya terjadi 5 kekerasan terhadap para wartawan.Setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Papua dan Medan dan entah kapan lagi kejadian itu akan terus berulang, kita tidak tahu.”tutur Elfin di ruang kerjanya, Bandung (16/11).

“Profesi wartawan merupakan profesi yang sangat mulia dan dalam menjalankan tugasnya dilindungi UU No. 40/99 tentang Pers. Siapapun tidak boleh untuk melakukan pelecehan apalagi kekerasan terhadap wartawan. Pelecehan dan tindak kekerasan terhadap wartawan merupakan kejahatan kemanusiaan.”tegasnya.

“Salah satu penyebab terjadinya rentetan  peristiwa kekerasan, lanjutnya, pengekangan dan pelecehan yang terjadi di lapangan adalah tentang kebijakan sepihak Dewan Pers dalam memverifikasi Media Massa. Akibatnya, banyak instansi ataupun nara sumber yang menolak kehadiran wartawan dari Media yang belum terdaftar di  Dewan Pers. Dan hal ini menimbulkan iklim yang tidak kondusif bagi kemerdekaan pers.

“Berbagai kebijakan Dewan Pers yang tidak sejalan dengan  kemerdekaan pers telah membawa perubahan yang tidak kondusif. Akibatnya muncul paradigma pers yang terkatung-katung, pers yang  yang tidak diakui eksistensinya. Akibatnya akan timbul kekuatan yang akan menghambat fungsi pers sebagai kontrol sosial dan tidak berfungsinya Undang-undang Pers.

“Pada akhirnya, kejadian seprti itu akan selalu berulang. Diperlukan kehadiran negara untuk mengkaji kembali kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Dewan Pers, sebab selama ini kebijakan-kebijakan mengenai verifikasi media tidak melibatkan berbagai organisasi pers.”tutupnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Sedang Asyik Makan di Restoran, Wanita di Turki Tersambar Petir
22 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kejadian aneh terjadi di Trabzon, Taman Sultan Murat, yang berada di utara Turki. Seorang wanita berkebangsaan Arab Saudi meninggal dunia setelah ...
clash stars
18 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk para gamer, pasti sudah tidak asing lagi dengan Developer asal Finlandia Supercell. Developer yang terkenal lewat game Clash of Clans, Hay ...
KSPI: 10 Juta Suara Untuk Prabowo Subianto
4 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Seperti diketahui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, kembali maju sebagai calon presiden Indonesia pada pemilu 2019 mendatang. Sampai saat ini ada ...
SBY, Belajarlah Perang pada Prabowo
15 Februari 2018, by Gatot Swandito
Melalui rekaman video yang diunggahnya lewat akun Twitter-nya, SBY mengomentari kemunculan akun Twitter SBY palsu. Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 4 ...
Waspadai Perubahan Otak karena Penggunaan  Smartphone yang Berlebihan
3 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Menurut penelitian, orang dewasa muda menggunakan ponsel pintar kira-kira dua kali lipat dari perkiraan mereka. Bahkan bukan saja pada orang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite