Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Kasus Viral Pembekuan Obat Sariawan Albotyl dan Kebenarannya

Kasus Viral Pembekuan Obat Sariawan Albotyl dan Kebenarannya

18 Februari 2018 | Dibaca : 606x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Belakangan ini banyak beredar larangan menggunakan oba sariawan yang terkenal akan keampuannya yaitu Albothyl. Benar tidaknya akan berita tersebut membuat sebagian orang bahkan banyak orang untuk ragu meggunakan obat tersebut. Memang disini seolah – olah untuk kebaikan semua, namun ada juga sedikit faktor menjatuhkan produk tersebut.

Bermula dari sebuah cuitan seorang selebtweet dengan 8 ribuan pengikut, @cho_ro, yang mengucapkan selamat kepada teman-temannya yang berprofesi sebagai dokter gigi, bahwa perjuangan mereka selama ini tidak sia-sia. Perjuangan untuk menginformasikan pada khalayak bahwa obat konsentrat merek Albothyl tidak disarankan untuk digunakan sebagai obat sariawan. Cuitan tersebut dilengkapi dengan sebuah foto surat edaran resmi memakai kop surat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang menyebut kandungan policresulen memang tidak lagi direkomendasikan penggunaannya untuk obat oral.

 Kabarnya baik pihak BPOM dan PT. Pharos Indonesia selaku produsen Albothyl telah mengeluarkan pernyataan. Kontraversi ini jelas menambah daftar alasan kenapa semakin ke sini, kita sebagai konsumen harus lebih ekstra waspada terhadap apapun yang kita konsumsi, tak hanya makanan tapi juga obat-obatan. 

Kontroversi dalam ranah ahli medis yang sudah berlangsung sejak bertahun-tahun lalu tersebut makin diperjelas dengan beredarnya surat BPOM yang ditujukan kepada PT. Pharos Indonesia. Viralnya surat tersebut sontak membuat banyak masyarakat khawatir karena tak sedikit dari mereka yang sudah ‘langganan’ memakai obat tersebut saat sariawan atau masalah mulut menyerang. Bisa dibuktikan dari berbagai tanggapan orang terkaitan cuitan @cho_ro di atas.

Sepakat dengan hal tersebut, seorang dokter bernama dr. Arnold Fernando dalam forum kedokteran menyebut bahwa Albothyl tak hanya bertugas membunuh kuman atau bakteri jahat, tapi juga yang baik, padahal dalam mulut juga juga ada bakteri tidak jahat yang justru bermanfaat. Pada intinya menurut kebanyakan ahli medis, kandungan policresulen dalam Albothyl justru lebih banyak risiko bahayanya daripada manfaatnya.

Kontroversi terkait obat-obatan ini juga baru saja terjadi dan menimpa merek suplemen Viostin DS dan Enzyplex. Berita yang masih hangat ini menyebut kalau dua produk obat yang sudah lama beredar bebas itu sebenarnya mengandung DNA babi.

Meskipun tidak mengenyam pendidikan di bidang kesehatan, tapi kita jelas harus lebih ‘melek’ lagi soal obat-obatan. Jangan lupa perhatikan kandungannya

Tapi keputusan apapun tetap datang dari kita sendiri. Alih-alih langsung setuju sepenuhnya, jika mau jadi konsumen cerdas harusnya kita mencari tahu sendiri dulu sebelum benar-benar mempercayakan sepenuhnya pada mereka. Gunakan kemampuan terbaik untuk mencari info sebanyak-banyaknya, secerdas-cerdasnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Yuk, Berpetualang Lewat Buku!
13 Agustus 2017, by Dika Mustika
Membaca, kegiatan yang rasanya semua orang pasti pernah melakukannya. Hal ini sudah kita lakukan sejak kita duduk di bangku sekolah dasar. Ada yang memang ...
Target 820 KM Tol Trans Sumatera Selesai 2019, Ini Progressnya
16 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Tol Trans Sumatera sepanjang 820 km ditargetkan akan rampung pada tahun 2019 mendatang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri berjanji menggenjot pembangunan ...
Delapan Planet Dalam Sistem Kepler-90 Ditemukan Menggunakan Pembelajaran Mesin
18 Desember 2017, by Slesta
Ilmuwan NASA telah menemukan sistem planet dengan banyak planet seperti planet kita sendiri. "Para ilmuwan telah menemukan untuk pertama kalinya ...
Labu tak Sekadar Buat Kolak, Tapi Bisa Mencegah Kanker Prostat dan Menguatkan Lambung
23 Mei 2018, by Maman Soleman
Di bulan puasa sejumlah keluarga biasanya menyajikan menu-menu favorit yang tidak biasa disediakan di hari-hari biasa. Salah satu menu favorit keluarga adalah ...
Remaja Sekarang "Kurang Remaja"?
26 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Remaja di era milenial dinilai lebih cepat tumbuh dibandingkan sebelumnya, karena mereka telah terpapar teknologi sejak kecil. Namun, kenyataan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab