Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Kasus Pemukulan Guru oleh Siswa di Sampang Madura Menjadi Perhatian Para Cagub Jawa Timur

Kasus Pemukulan Guru oleh Siswa di Sampang Madura Menjadi Perhatian Para Cagub Jawa Timur

4 Februari 2018 | Dibaca : 906x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Peristiwa yang menimpah seorang guru yang dianiayah hingga meninggal oleh muridnya di Sampang Madura, telah menjadi perhatian para Cagub Jawa Timur , dalam menyikapi dunia pendidikan kedepannya di wilayah Jawa Timur.

Kejadian kekerasan murid menimpa guru Seni Rupa SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura. Guru yang menjadi korban itu bernama Ahmad Budi Cahyono, meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Sebelumnya, almarhum mengalami tindak kekerasan dari seorang murid, berinisial HI.
Khofifah menyampaikan bahwa kasus tersebut harus menjadi pembelajaran serius bagi semua instansi pendidikan. Sekolah, tak boleh hanya fokus pada persoalan disiplin ilmu pengetahuan. Tetapi juga harus membenahi moral dan perilaku anak. 

Mantan Menteri Sosial itu mengakui, persoalan moral dan akhlak masih menjadi problem serius pendidikan di Indonesia. Sekolah, kadang hanya fokus membuat anak pandai. Namun abai terhadap perilaku dan moral mereka. Karena itu, seringkali banyak anak pandai namun tidak memiliki akhlak yang baik.

“Ini pekerjaan rumah kita bersama. Mendidik anak jangan hanya sekadar transfer knowledge. Tetapi juga transfer of attitude. Sehingga anak tidak hanya menguasai disiplin ilmu pengetahuan. Tetapi juga memiliki akhlak yang baik,” ujar Khofifah.

Khusus mengenai proses hukum terhadap pelaku, Khofifah juga berharap polisi menggunakan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Ini karena yang bersangkutan masih berstatus anak. 

“Pada proses hukum selanjutnya. Perlu juga ada psikososial teraphy (pemulihan psikologi). Ini penting agar kasus tersebut tidak memunculkan trauma,” ucap Khofifah. 

Sementara itu, Gus Ipul mengaku prihatin dan menyayangkan penganiayaan seorang murid terhadap guru di Sampang, Madura, yang berujung kematian. Ia meminta polisi mengusut dan menindak tegas yang bersalah atas kasus itu.

Evaluasi diarahkan untuk memperbaiki, atau membuat peraturan, tentang hubungan guru dan murid agar kejadian kekerasan tidak terulang lagi.
"Tentu saya prihatin sekaligus sedih karena kejadian ini berlangsung di sekolah, tempat menuntut ilmu dan akhlak. Dinas Pendidikan Provinsi harus melakukan evaluasi," kata Gus Ipul. 

“Untuk kasus hukumnya, biar pihak kepolisian mempelajari dan mengusut tuntas kasus itu,” kata Gus Ipul.

Siapapun yang bakal menjadi Gubenur nantinya, semoga masalah seperti ini menjadi perhatian khusus. Guna untuk kebaikan para generasi muda penerus bangsa, khusunya Jawa Timur.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

anak medan
17 Mei 2017, by Tonton Taufik
Oleh : Endy Black Wolf Oii bodat2 politik!... Sebenarnya udah malas kali aku debat2 masalah ahok di fb ini makanya udah jarang kali aku post yg berhubungan ...
Ini Respon Prabowo Soal Kritikan Anak Buahnya Terhadap AHY
23 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono mengkritik Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), karena dianggap belum pantas menjadi cawapres Prabowo ...
Tips Mendapat Simpati dan Restu Ayah "Gebetan"
30 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Guebanget.com - Banyak sekali para pria males mendekati perempuan cantik dan sempurna karena alsan ayahnya galak, atau ayahnya menakutkan. Pada umumnya pria ...
pilkada dki
13 April 2017, by Tonton Taufik
Mudah-mudahan berita diatas cuma HOAX, kalau benar-benar dilakukan oleh tim pemenangan paslon 2, waaaah....sangat tidak sesuai dengan asas pilkada yang jurdil ...
ronaldo
5 Mei 2017, by Ayu
MegaBintang Milik Real Madrid, Cristiano Ronaldo dikabarkan akan dilepas oleh Presiden Real Madrid lantaran Ronaldo dimusim ini tampil kurang meyakinkan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman