Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Jusuf Kalla Setuju Jika Kampus Asing Masuk ke Indonesia

Jusuf Kalla Setuju Jika Kampus Asing Masuk ke Indonesia

7 Februari 2018 | Dibaca : 299x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyetujui kalau kampus asing didatangkan ke Indonesia. Dia mengatakan kebijakan tersebut dibuat untuk membuat seluruh anak-anak Indonesia dapat merasakan suasana kampus berbasis internasional tanpa harus melelaui program beasiswa LPDP (Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan).

"Pikirannya sederhana, kenapa kita memberikan beasiswa mahal-mahal untuk anak kita sekolah ke luar negeri. Tidak pakai kurikulum Indonesia, tapi kita biayai dia triliunan. Membiayai LPDP, malah lebih baik kita bawa sekolahnya ke sini," kata JK ketika memberikan sambutan di depan para peserta Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018 dengan tema 'Menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan' di Pusdiklat Kemendikbud, Serua, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (7/2).

"Lebih banyak anak yang bisa menikmati. Sehingga ada pembanding. Sehingga ada benchmarking yang baru," JK menambahkan.

JK mengatakan bahwa bukan hanya mahasiswa saja yang mendapatkan keuntungan tetapi juga dosen Indonesia berpeluang mendapatkan hal yang sama.

"Dan juga tentu dosen-dosen kita memiliki manfaat. Nah itu detailnya," kata JK.

Seperti diketahui sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengatakan bahwa pertengahan  tahun 2018, pemerintah akan memberi izin kepada kampus asing beroperasi di Indonesia.

Dengan syarat perguruan tinggi yang akan beroperasi tersebut harus bekerja sama dengan PTS (Perguruan Tinggi Swasta) yang ada di Indonesia. Lalu mengenai lokasi kampus dan program studi (prodi) pemerintah Indonesia yang akan menentukan.

"Tahun ini kan rencana ada 5-10 PT asing yang akan diberikan izin. Mereka kami dorong agar mau berkolaborasi dengan PTS yang ada untuk menjalankan sistem pembelajarannya. Tapi jika ingin bangun gedung, ya nanti kami yang tentukan lokasinya," kata Nasir di Jakarta, pada Rabu (31/01)

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Suka Main DOTA? Berikut 4 Game Mirip Dota Yang Bisa Dimainkan Di Smartphone Kamu!
14 Agustus 2017, by Zeal
Suka main game Dota 2? Game yang satu ini memang menyita banyak perhatian. Selain game ini dapat membuat ketagihan saat memainkannya, terdapat juga ...
Ridwan Kamil : Program Saudagar Jabar untuk Perluas Lapangan Kerja
25 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam kampayenya, Ridwan Kamil telah mempersiapkan berbagai program untuk membangun Jawa Barat. Salah satunya adalah membangun sumber daya ...
Sebenarnya Siapa yang Menunda RUU  Anti Terorisme, DPR atau Pemerintah?
21 Mei 2018, by oteli w
Tampang.com - Rancangan Undang-Undang Terorisme kembali ramai diperbincangkan setelah terjadinya rentetan peristiwa teror bom di Surabaya dan Sidoarjo. ...
Belajar dari Kelas 'Lebaran'...
16 Juni 2018, by Dika Mustika
Belajar itu bisa dilakukan di mana dan kapan saja lho! Dan salah satu momennya adalah di waktu lebaran ini. Lebaran adalah salah satu momen di mana kita bisa ...
allan nairn
2 Mei 2017, by Gatot Swandito
Lantas, bagaimana dengan upaya makar yang menurut laporan investigasi Allan Nairn dilancarkan dengan mendompleng kasus penistaan agama yang menyeret Basuki ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview