Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
NKRI harga mati

Jangan Mau Dibohongin Pake "NKRI Harga Mati"

17 Mei 2017 | Dibaca : 3442x | Penulis : Tonton Taufik

Sebuah negara demokrasi yang baik yaitu sebuah keputusan dengan mementingankan kepentingan orang yang lebih banyak. Saat ini demokrasi di Indonesia sedang diuji oleh situasi pemutarbalikan fakta, yang menyebabkan banyak pendukung Ahok (penista agama Islam) ingin Ahok bebas.

Dari beberapa aksi bela Islam, banyak sekali protes tentang penista agama, karena Ahok menyebar kebencian dengan kata:

"Bapak Ibu ngga pilih saya karena DIBOHONGI pake surat Al Maidah 51.......
Bapak Ibu ngga bisa pilih nih karena takut masuk neraka DIBODOHI gitu....."

ternyata perkataan tentang protesnya Ahok tentang Al Quran di Al Maidah 51 sudah berkali-kali disebutkan, dibukunyapun sudah ditulis tentang ayat dari kitab suci agama Islam.

https://tampang.com/detail/pernyataanpernyataan-ahok-tentang-al-maidah-sudah-berkalikali-yang-membuatnya-di-vonis-2-tahun-penjara-384.php

Sejak Ahok dipenjara, makin banyak demo yang mengatasnamakan kebhinekaan dan NKRI. Padahal sejak dahulu kala sebelum Indonesia merdeka, ummat Islam tidak ada masalah dengan Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Apalagi sekarang banyak menyebut ummat islam yang protes tentang penistaan agama, disebut sebagai islam radikal. Jangan mau dicap sebagai Islam radikal menurut Ahmad Dhani.

Beberapa hari sejak Ahok ditangkap, Minahasa ingin merdeka, jika Ahok tidak dibebaskan, dan mereka ingin Ahok jadi Presiden. Gaya Ahok untuk mendapatkan simpati dari umat Islam salah sekali, malahan menghina kitab sucinya, dengan tafsir ala sendirinya, ditambah pakai kata "dibohongin" dan "dibodohi".

Kalau mau menguasai Indonesia, yang mayoritas Islam, seharusnya seperti Lee Kuan Yew, Singapore. Lee Kuan Yew berkuasa di pemerintahan sampai berumur 90 tahun. Dia selalu ada di pemerintahan, walaupun sudah tidak menjabat Perdana Menteri, malahan diangkat sebagai senior Perdana Menteri Singapore. Lee Kuan Yew berhasil membuat suasana menjadi kondusif dan berhasil membuat kerajaan, dengan menempatkan anaknya sebagai penerusnya sebagai Perdana Menteri. Dan pada saat sebelum meninggalnya, dia bilang bahwa tidak mungkin kaum melayu berkuasa di Singapore. Dia bisa membuat kaum melayu tersingkir dan tidak bisa berkembang, dan mendatangkan warga dari China ke Singapore dengan alasan pembangunan.

Di harian daerah, Minahasa ingin merdeka, hanya gara-gara Ahok masuk penjara. Padahal sebelumnya banyak daerah mengumandangkan NKRI harga mati. Terlihat maksud dan tujuan dari slogan tersebut, mengapa susah sekali tinggal menyebut "Bebaskan Ahok". Muter-muternya kejauhan, sampai lupa dari isi slogan itu sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Timnas Garuda U-22 Juara Piala AFF, Kandaskan Thailand Skor Tipis 2-1
27 Februari 2019, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com – Hasil positif kembali diraih Timnas Indonesia U-22 pada babak final Piala AFF U-22 di Kamboja. Timnas Garuda Indonesia menjadi juara ...
Mengubah Anestesi Bisa Membantu Rumah Sakit Mengurangi Emisi Secara Drastis
11 Desember 2017, by Slesta
Ruang operasi rumah sakit menghasilkan ribuan ton gas rumah kaca setiap tahun, namun mengganti jenis anestesi yang digunakan dalam operasi dapat membantu ...
Tips Perawatan Wajah, Delapan Tahap Tampil Berkilau Sehari-hari
11 Juli 2018, by Maman Soleman
Tak bisa dimungkiri, riasan dekoratif yang dikenakan dalam waktu lama dan sering bisa menyebabkan kerusakan pada kulit wajah. Salah satu dampak buruknya adalah ...
jantung kuat
2 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jantung menjadi salah satu bagian vital dalam tubuh kita. Untuk itulah, perlu kita jaga jantung ini tetap sehat. Caranya dengan rutin ...
KPK Ungkap Penyebab Maraknya Korupsi di Daerah
19 September 2017, by Rindang Riyanti
Dalam beberapa bulan terakhir KPK menangkap beberapa kepala daerah melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT). KPK menangkap Wali Kota Tegal Siti Masitha, Bupati ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview