Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
NKRI harga mati

Jangan Mau Dibohongin Pake "NKRI Harga Mati"

17 Mei 2017 | Dibaca : 3123x | Penulis : Tonton Taufik

Sebuah negara demokrasi yang baik yaitu sebuah keputusan dengan mementingankan kepentingan orang yang lebih banyak. Saat ini demokrasi di Indonesia sedang diuji oleh situasi pemutarbalikan fakta, yang menyebabkan banyak pendukung Ahok (penista agama Islam) ingin Ahok bebas.

Dari beberapa aksi bela Islam, banyak sekali protes tentang penista agama, karena Ahok menyebar kebencian dengan kata:

"Bapak Ibu ngga pilih saya karena DIBOHONGI pake surat Al Maidah 51.......
Bapak Ibu ngga bisa pilih nih karena takut masuk neraka DIBODOHI gitu....."

ternyata perkataan tentang protesnya Ahok tentang Al Quran di Al Maidah 51 sudah berkali-kali disebutkan, dibukunyapun sudah ditulis tentang ayat dari kitab suci agama Islam.

https://tampang.com/detail/pernyataanpernyataan-ahok-tentang-al-maidah-sudah-berkalikali-yang-membuatnya-di-vonis-2-tahun-penjara-384.php

Sejak Ahok dipenjara, makin banyak demo yang mengatasnamakan kebhinekaan dan NKRI. Padahal sejak dahulu kala sebelum Indonesia merdeka, ummat Islam tidak ada masalah dengan Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Apalagi sekarang banyak menyebut ummat islam yang protes tentang penistaan agama, disebut sebagai islam radikal. Jangan mau dicap sebagai Islam radikal menurut Ahmad Dhani.

Beberapa hari sejak Ahok ditangkap, Minahasa ingin merdeka, jika Ahok tidak dibebaskan, dan mereka ingin Ahok jadi Presiden. Gaya Ahok untuk mendapatkan simpati dari umat Islam salah sekali, malahan menghina kitab sucinya, dengan tafsir ala sendirinya, ditambah pakai kata "dibohongin" dan "dibodohi".

Kalau mau menguasai Indonesia, yang mayoritas Islam, seharusnya seperti Lee Kuan Yew, Singapore. Lee Kuan Yew berkuasa di pemerintahan sampai berumur 90 tahun. Dia selalu ada di pemerintahan, walaupun sudah tidak menjabat Perdana Menteri, malahan diangkat sebagai senior Perdana Menteri Singapore. Lee Kuan Yew berhasil membuat suasana menjadi kondusif dan berhasil membuat kerajaan, dengan menempatkan anaknya sebagai penerusnya sebagai Perdana Menteri. Dan pada saat sebelum meninggalnya, dia bilang bahwa tidak mungkin kaum melayu berkuasa di Singapore. Dia bisa membuat kaum melayu tersingkir dan tidak bisa berkembang, dan mendatangkan warga dari China ke Singapore dengan alasan pembangunan.

Di harian daerah, Minahasa ingin merdeka, hanya gara-gara Ahok masuk penjara. Padahal sebelumnya banyak daerah mengumandangkan NKRI harga mati. Terlihat maksud dan tujuan dari slogan tersebut, mengapa susah sekali tinggal menyebut "Bebaskan Ahok". Muter-muternya kejauhan, sampai lupa dari isi slogan itu sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

mandi sama ibu
8 Juni 2017, by Yudhie SW
Andi setiap pagi selalu merengek kalo mau sekolah minta dimandiin oleh Ibunya, namun karena sibuk bersiap untuk pergi berbisnis serta urusan2 bisnis lainnya ...
RUU Anti Teroris Belum Disahkan, Banyak Pihak Mempertanyakan Kinerja DPR RI, Diantaranya KWI
14 Mei 2018, by oteli w
RUU Anti Teroris Belum Disahkan, Banyak Pihak Mempertanyakan Kinerja DPR RI, Diantaranya KWI   Pada Minggu (13/5/2018) Beberapa Tokoh Lintas agama ...
Polisi Tetapkan Firza Husein sebagai Tersangka Kasus Pornografi
17 Mei 2017, by Rahmat Zaenudin
Polisi akhirnya menetapkan Firza Husein sebagai tersangaka dalam kasus pornografi percakapan via whatsApp yang juga melibatkan imam besar FPI, Habib Rizieq ...
Inil Lho Manfaat Kismis untuk Kesehatan
6 Juni 2018, by Rachmiamy
Siapa yang tak tahu kismis? Kismis adalah snack yang terbuat dari anggur yang dikeringkan. Kismis bisa dimakan langsung atau bisa juga dijadikan sebagai ...
IDP Lebih Percaya Diri dengan Hidung Mancung Tanpa Operasi
19 Juli 2018, by Maman Soleman
Penyanyi cantik Indah Dewi Pertiwi kian hari kian cantik dan menawan. Bersyukur ia dikaruniai wajah yang cantik membuat Indah tidak perlu melakukan banyak ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab