Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Infeksi Zika Setelah Lahir Mungkin Memerlukan Tindak Lanjut Jangka Panjang

Infeksi Zika Setelah Lahir Mungkin Memerlukan Tindak Lanjut Jangka Panjang

5 April 2018 | Dibaca : 248x | Penulis : Slesta

Bayi yang mengontrak virus Zika pada awal masa bayi harus memiliki pemantauan jangka panjang, demikian menurut penelitian hewan baru.

Para peneliti menemukan bahwa monyet yang terinfeksi virus Zika segera setelah lahir mengembangkan kelainan jangka panjang dalam struktur dan fungsi otak. Hewan-hewan itu juga menunjukkan masalah perilaku dan emosional.

Telah ada penyelidikan yang signifikan dari ancaman bahwa infeksi Zika di dalam rahim menimbulkan anak-anak. Kerusakan itu termasuk cacat lahir serius yang disebut microcephaly di mana otak terbelakang.

Dalam hal ini, penulis penelitian ingin menilai efek neurologis infeksi Zika pada tahun pertama kehidupan. Saat itulah pertumbuhan otak utama dan pematangan terjadi.

Para peneliti menginfeksi delapan monyet rhesus bayi dengan virus Zika. Pemindaian otak pada usia 3 bulan dan 6 bulan menunjukkan efek jangka panjang yang signifikan.

"Perbedaan neurologis, perilaku dan emosional tetap berbulan-bulan setelah virus dibersihkan dari darah bayi," kata ketua peneliti Dr Ann Chahroudi. Dia direktur Pusat Anak-Anak untuk Infeksi Anak-Anak dan Vaksin Emory University, di Atlanta.

"Inilah sebabnya mengapa tim kami sekarang merekomendasikan lebih dari sekedar pemantauan rutin untuk pasien anak yang diketahui terinfeksi Zika," Chahroudi menambahkan dalam rilis berita universitas.

Zika paling sering ditularkan melalui gigitan nyamuk. Pada puncak wabah Amerika Latin yang dimulai pada tahun 2015, lebih dari 2.500 bayi dilahirkan dengan kepala berukuran dan kelainan lainnya.

Pada monyet, scan sangat penting untuk mengkonfirmasi daerah otak mana yang terkena virus dan / atau secara tidak langsung dirugikan oleh peradangan, kata Chahroudi.

Penelitian lebih lanjut dengan monyet dapat meningkatkan pemahaman tentang cara-cara di mana paparan postnatal terhadap Zika mempengaruhi otak. Studi tambahan juga dapat memberikan kesempatan untuk menguji perawatan baru untuk membatasi atau mencegah masalah neurologis terkait Zika, menurut Chahroudi dan rekan-rekannya.

Penting untuk dicatat, bagaimanapun, bahwa hasil penelitian pada hewan tidak selalu berlaku untuk manusia.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Hal - Hal Berikut Perlu Diperhatikan Ketika Menempati Sebuah Rumah Baru
21 September 2017, by Rachmiamy
Mempunyai rumah merupakan sebuah impian yang banyak diimpikan oleh banyak orang. Apalagi kalau sudah mempunyai anak. Mempunyai rumah sendiri bisa dikatakan ...
Keren, Penderita Disleksia Ini Raih IPK Tertinggi!
19 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Kelemahan dan kekurangan bukanlah halangan untuk belajar dan melakukan yang terbaik. Hal ini telah dibuktikan oleh seorang mahasiswa bernama Phoebe ...
gatot nurmantyo
23 Juni 2017, by Tonton Taufik
Pada acara safari Ramadhan 2017, Gatot Nurmantyo memberikan ceramah di lapangan Brigif 13 Galuh Kostrad, Rabu, 21 Juni 2017. Situasi pada saat ceramah dari ...
Masih Ada Waktu, Metabolik Perokok yang telah Berhenti Ternyata bisa Membaik
3 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Bahkan setelah bertahun-tahun merokok, tubuh memiliki kemampuan luar biasa untuk memperbaiki dirinya sendiri. Dalam sebuah studi yang muncul di ACS ...
Ternyata Selai Kacang Bantu Kamu Cegah Kanker Payudara
10 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Penelitian terbaru menyatakan bahwa remaja perempuan yang suka mengkonsumsi selai kacang memiliki payudara yang sehat. Penelitian tersebut ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab