Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Infeksi Zika Setelah Lahir Mungkin Memerlukan Tindak Lanjut Jangka Panjang

Infeksi Zika Setelah Lahir Mungkin Memerlukan Tindak Lanjut Jangka Panjang

5 April 2018 | Dibaca : 313x | Penulis : Slesta

Bayi yang mengontrak virus Zika pada awal masa bayi harus memiliki pemantauan jangka panjang, demikian menurut penelitian hewan baru.

Para peneliti menemukan bahwa monyet yang terinfeksi virus Zika segera setelah lahir mengembangkan kelainan jangka panjang dalam struktur dan fungsi otak. Hewan-hewan itu juga menunjukkan masalah perilaku dan emosional.

Telah ada penyelidikan yang signifikan dari ancaman bahwa infeksi Zika di dalam rahim menimbulkan anak-anak. Kerusakan itu termasuk cacat lahir serius yang disebut microcephaly di mana otak terbelakang.

Dalam hal ini, penulis penelitian ingin menilai efek neurologis infeksi Zika pada tahun pertama kehidupan. Saat itulah pertumbuhan otak utama dan pematangan terjadi.

Para peneliti menginfeksi delapan monyet rhesus bayi dengan virus Zika. Pemindaian otak pada usia 3 bulan dan 6 bulan menunjukkan efek jangka panjang yang signifikan.

"Perbedaan neurologis, perilaku dan emosional tetap berbulan-bulan setelah virus dibersihkan dari darah bayi," kata ketua peneliti Dr Ann Chahroudi. Dia direktur Pusat Anak-Anak untuk Infeksi Anak-Anak dan Vaksin Emory University, di Atlanta.

"Inilah sebabnya mengapa tim kami sekarang merekomendasikan lebih dari sekedar pemantauan rutin untuk pasien anak yang diketahui terinfeksi Zika," Chahroudi menambahkan dalam rilis berita universitas.

Zika paling sering ditularkan melalui gigitan nyamuk. Pada puncak wabah Amerika Latin yang dimulai pada tahun 2015, lebih dari 2.500 bayi dilahirkan dengan kepala berukuran dan kelainan lainnya.

Pada monyet, scan sangat penting untuk mengkonfirmasi daerah otak mana yang terkena virus dan / atau secara tidak langsung dirugikan oleh peradangan, kata Chahroudi.

Penelitian lebih lanjut dengan monyet dapat meningkatkan pemahaman tentang cara-cara di mana paparan postnatal terhadap Zika mempengaruhi otak. Studi tambahan juga dapat memberikan kesempatan untuk menguji perawatan baru untuk membatasi atau mencegah masalah neurologis terkait Zika, menurut Chahroudi dan rekan-rekannya.

Penting untuk dicatat, bagaimanapun, bahwa hasil penelitian pada hewan tidak selalu berlaku untuk manusia.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Dries Mertens Sangat Menyukai Gaya Kepelatihan Maurizio Sarri
19 November 2017, by Rachmiamy
SSC Napoli dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu kekuatan persepakbolaan Italia. Klub asal kota Naples tersebut berhasil masuk ke posisi lima besar ...
media australia
21 April 2017, by Tonton Taufik
Tampang.com - Ajang pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta sudah selesai. Jakarta menjadi perhatian dunia, karena petahana gubernur yang menistakan agama ...
Suami Ketiga Musdalifah Ternyata Pedagang Beras, Bukan Seorang Pengusaha
7 Juli 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Mantan istri penyanyi dangdut Nassar, Muzdhalifah, mengakui dirinya telah tertipu oleh suami ketiganya, Khairil Anwar, yang baru dinikahi selama dua bulan ...
Cuka Apel dan 4 Campuran Bahan Alami ini Ampuh Basmi Ketombe
12 April 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Ketombe merupakan masalah rambut yang sering dialami banyak orang. Rambut berketombe mengurangi rasa percaya diri dan membuat kulit kepala gatal. ...
Pesawat N219 Akhirnya Terbang Perdana
17 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Pesawat N219 hasil kerja sama LAPAN dan PT DI resmi telah melakukan uji terbang perdana. Penerbangan perdana ini dilakukan di bandara Husein Sastranegara, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview