Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
Ibu Rumah Tangga di Ciduk Polisi, Banyak Ngoceh di “Facebook”

Ibu Rumah Tangga di Ciduk Polisi, Banyak Ngoceh di “Facebook”

18 September 2017 | Dibaca : 583x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Lagi dan lagi kebebasan berpendapat sudah tidak bisa seperti  dulu lagi, berpendapat boleh asal diminta namun kalua tidak diminta mungkin lebih baik diam dan menonton. Itulah mungkin fakta yang sebenarnya terjadi saat ini.

Dunia semakin berkembang dengan adanya medsos namun kebebasan berpendapat mungkin belum bisa berkembang seperti layaknya perkembangan zaman. Dengan adanya media social orang semakin banyak berkomentar dan mengungkapkan pendapatnya, namun kalau tidak diminta lebih baik diam ari pada bermasalah untuk diri sendiri, karena sekarang banyak yang merasa sensitive dengan setiap pendapat dari massa.

Unggahan tulisan ibu rumah tangga Asma Dewi telah menjadikan masalah  buat dirinya, mungkin dulu sang ibu hanya seorang ibu rumah tangga dan seorang sosialita namaun sekarang harus berurusan dengan polisi karena unggahan komentarnya pada akun Facebooknya.

Kuasa hukum tersangka kasus ujaran kebencian Asma Dewi, Djudju Purwantoro mengungkapkan, ada tiga postingan di medsos yang menjadi dasar penangkapan kliennya. Ketiganya diunggah Asma Dewi sekitar tahun 2016.

Adapun postingan Asma Dewi yang membuat dirinya menjadi tersangka sebagai berikut:

Pertama,, “pernah dengan vaksin virus campak rubela dari Cina? Dia katakan ya itulah kalau vaksin atau virus dari Cina, hanya Cina itu saja yang dipersoalkan," kata Djudju di Masjid Baiturrahman, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017).

Kedua, “pernah dengan Mentan katakan harga daging mahal. Kalau merasa mahal, makan jeroan saja, pernah dengar? Yang nyatakan bukan Bu Asma, tapi Mentan, kok masyarakat makan jeroan, kenapa enggak menterinya makan jeroan?" Djudju menjelaskan.

Ketiga,” "Ada tulisan Sansekerta, postingnya negara Singapura diajarkan Sansekerta. Kenapa di Indonesia diajarkan bahasa Cina, Cina lagi," kata dia

 Kuasa hukum Asma Dewi akan melakukan pra-peradilan karena menilai penangkapan kliennya tidak sesuai prosedur.

Pertama beberapa aparat lompati pagar, mereka ada sekitar 10 orang. Kemudian setelah lompat pagar, sekering listrik mati hidupkan. Kemudian panggil Ibu, belum siap pakaian lengkap untuk segera keluar," tandas Djudju.

Semoga kasus yang menimpa Asma Dewi tidak berlanjut, dan ada kebaikan didalam nya. Amin.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Mengenal Keunggulan Bangsa Indonesia Dalam Hitungan Menit
2 April 2018, by oteli w
MENGENAL KEUNGGULAN BANGSA INDONESIA DALAM HITUNGAN MENIT Indonesia adalah salah satu negara yang sangat banyak keunggulannya dan menyimpan sejuta kekayaan; ...
OTT Lagi, KPK Tangkap Wali Kota Batu
18 September 2017, by Rindang Riyanti
Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Wali Kota Batu Eddy Rumpoko dalam operasi tangkap tangan (OTT). Dalam operasi itu, KPK menyita uang yang diduga fee ...
Wow...Mendikbud mau Hapus Pendidikan Agama di Sekolah
14 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ), Muhadjir Effendy banyak menimbulkan kontroversi di kalanga masyarakat. Kebijakan ...
Ikuti 5 Tips Ini, Anda Akan Berhasil Miliki Rumah dan Mobil
16 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Tingkat kemapanan seseorang dapat dinilai dari kepemilikan asset materi seperti rumah dan kendaraan pribadi. Dan usia produktif merupakan ...
Takut Keciduk Polisi, Pengamen Nekat Nyemplung ke Kali Ancol
1 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Topan yang diketahui merupakan seorang pengamen jalanan nekat menceburkan dirinya ke kali di jalan Martadinata, Ancol, Tanujung Priok, Jakarta ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview