Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
Hohenzell, Desa Pusat Inseminasi Buatan Sapi Unggul Seluruh Dunia

Hohenzell, Desa Pusat Inseminasi Buatan Sapi Unggul Seluruh Dunia

15 Juli 2018 | Dibaca : 163x | Penulis : Maman Soleman

Hohenzell adalah desa yang terletak di bagian utara Austria, bahkan lebih kecil daripada Desa Tapos di Kabupaten Bogor, Indonesia. Namun, desa dengan luas 23 km dan hanya didiami sekitar 2.000 jiwa itu memegang peran penting dalam produksi sapi bagi 52 negara.

Pusat inseminasi buatan di Desa Hohenzell, tahun lalu saja, mengirimkan 800 ribu sampel sperma sapi ke berbagai pelanggan mereka di seluruh dunia. Dengan harga per sampel yang mencapai 15 euro (sekitar Rpl90 ribu), pusat inseminasi tersebut bisa meraup Rp150 miliar dalam setahun.

Skala bisnis pusat inseminasi pun terlihat dari teknologi canggih yang diterapkan. Di ruang pengambilan sperma, sapi-sapi dengan bobot 600 kg hingga 1.100 kg akan terlebih dahulu ditempatkan di bawah belasan lampu inframerah.

Proses itu akan membuat otot-otot sapi menjadi lebih rileks sehingga siap untuk diambil spermanya. Setelah disedot menggunakan alat khusus, sperma dari sapi-sapi unggul itu disimpan dalam tangki nitrogen cair. Pengambilan sperma dilakukan dua kali dalam seminggu pada Selasa dan Jumat.

Inseminasi buatan (IB) atau dalam istilah ilmiahnya disebut artificial insemination (AI) pada ternak dilakukan pertama kali oleh ahli fisiologi dan anatomi terkenal Italia, Lazzaro Spallanzani, pada 1780.

Setelah berhasil menginseminasi amfibi, Spallanzani memutuskan untuk melakukan percobaan pada anjing. Setelah muncul tanda-tanda berahi pada anjing yang ia pelihara di rumahnya, dilakukanlah inseminasi dengan sperma yang dideposisikan langsung ke dalam uterus dengan spuit lancip. Enam puluh hari setelah inseminasi, induk anjing tersebut melahirkan anak tiga yang kesemuanya mirip dengan induk dan jantan yang semennya dipakai.

Dua tahun kemudian, penelitian Spallanzani tersebut dilakukan kembali oleh P Rossi dengan hasil yang memuaskan. Semua percobaan itu membuktikan bahwa kebuntingan dapat terjadi lewat inseminasi dan menghasilkan keturunan normal.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Smartphone Ada di Lukisan Tua Ini, Mungkinkah Penjelajah Waktu?
29 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Seorang pelukis Italia, Umberto Romano pada tahun 1937 membuat lukisan dengan judul "Mr Pynchon and the Settling of Springfield". ...
Usai Gagal Dari Belgia, Gelandang Timnas Inggris Mengaku Mereka Menyesal Seumur Hidup
15 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Siapa yang semalam menyaksikan babak merebut juara 3 Piala Dunia 2018 antara Inggris dan Belgia? Jika Anda adalah pendukung Inggris maka besar kemungkinan Anda ...
Ge Pamungkas Akhirnya dilaporka Kepolisi Karena di Nilai SARA dalam Materi Stand Up Komedinya
10 Januari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Seperti yang telah ramai beberapa pekan ini kasus Ge Pamungkas yang dinilai SARA dalam melakukan stand up komedinya. Ge di hujat oleh banyak ...
Mengenal Cassie, Robot Tangguh yang Siap Hadapi Bahaya
11 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kendala resiko, pastinya selalu ada pada setiap pekerjaan, apalagi pekerjaan yang berhubungan dengan penyelamatan resiko salah keputusan dapat ...
Kereta Api di Jerman Berencana Dilengkapi dengan Gym Hingga Konsol Game, Akankah Terwujud?
19 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika berkunjung dan berlibur menuju luar kota, tentunya menyenangkan. Namun, ada proses membosankan didalamnya. Ya, ketika proses perjalanan ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
ObatDiabetes