Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Hohenzell, Desa Pusat Inseminasi Buatan Sapi Unggul Seluruh Dunia

Hohenzell, Desa Pusat Inseminasi Buatan Sapi Unggul Seluruh Dunia

15 Juli 2018 | Dibaca : 97x | Penulis : Maman Soleman

Hohenzell adalah desa yang terletak di bagian utara Austria, bahkan lebih kecil daripada Desa Tapos di Kabupaten Bogor, Indonesia. Namun, desa dengan luas 23 km dan hanya didiami sekitar 2.000 jiwa itu memegang peran penting dalam produksi sapi bagi 52 negara.

Pusat inseminasi buatan di Desa Hohenzell, tahun lalu saja, mengirimkan 800 ribu sampel sperma sapi ke berbagai pelanggan mereka di seluruh dunia. Dengan harga per sampel yang mencapai 15 euro (sekitar Rpl90 ribu), pusat inseminasi tersebut bisa meraup Rp150 miliar dalam setahun.

Skala bisnis pusat inseminasi pun terlihat dari teknologi canggih yang diterapkan. Di ruang pengambilan sperma, sapi-sapi dengan bobot 600 kg hingga 1.100 kg akan terlebih dahulu ditempatkan di bawah belasan lampu inframerah.

Proses itu akan membuat otot-otot sapi menjadi lebih rileks sehingga siap untuk diambil spermanya. Setelah disedot menggunakan alat khusus, sperma dari sapi-sapi unggul itu disimpan dalam tangki nitrogen cair. Pengambilan sperma dilakukan dua kali dalam seminggu pada Selasa dan Jumat.

Inseminasi buatan (IB) atau dalam istilah ilmiahnya disebut artificial insemination (AI) pada ternak dilakukan pertama kali oleh ahli fisiologi dan anatomi terkenal Italia, Lazzaro Spallanzani, pada 1780.

Setelah berhasil menginseminasi amfibi, Spallanzani memutuskan untuk melakukan percobaan pada anjing. Setelah muncul tanda-tanda berahi pada anjing yang ia pelihara di rumahnya, dilakukanlah inseminasi dengan sperma yang dideposisikan langsung ke dalam uterus dengan spuit lancip. Enam puluh hari setelah inseminasi, induk anjing tersebut melahirkan anak tiga yang kesemuanya mirip dengan induk dan jantan yang semennya dipakai.

Dua tahun kemudian, penelitian Spallanzani tersebut dilakukan kembali oleh P Rossi dengan hasil yang memuaskan. Semua percobaan itu membuktikan bahwa kebuntingan dapat terjadi lewat inseminasi dan menghasilkan keturunan normal.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Mengapa Kita Harus Liburan?
26 Desember 2017, by Dika Mustika
Akhir tahun memang waktu yang banyak dipilih orang untuk berlibur. Berbagai promo tiket atau hotel murah sudah marak dari jauh-jauh hari. Namun, untuk yang tak ...
Ridwan Kamil : Waspadai warga yang Rumahnya selalu Tertutup
28 Mei 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Aksi terorisme yang melakukan pemboman di  Terminal Kampung Melayu Jakarta Timur, Rabu ( 24 Mei 2017 ) sekitar pukul 21.00 yang lalu dan ...
3 Ciri Teman Munafik, Baik di Depan Nusuk di Belakang
15 Mei 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Saat bergaul tentunya kita akan menemukan banyak karakter yang berbeda dari teman-teman kita. Tidak semua yang kita anggap teman ternyata baik ...
Mengenal Manfaat Kopi Hijau, Minuman yang Tengah Digandrungi Saat Ini
14 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kopi memang menjadi salah satu minuman yang populer hingga saat ini. Kopi digemari karena kandungan kafeinnya yang dipercaya dapat meningkatkan ...
Masyarakat Nias di Bandung Ikut Berpatisipasi di Acara Asian African Carnival 2018
30 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Salah satu pertunjukkan budaya terbesar di Bandung yakni Asian African Carnival 2018 berlangsung sukses (28/04/2018). Karnaval Asia Afrika ini dihadiri oleh ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab