Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Hati-hati dengan Seorang pedofil yang Menyamar Jadi Teman Anak Kita

Hati-hati dengan Seorang pedofil yang Menyamar Jadi Teman Anak Kita

12 September 2017 | Dibaca : 1757x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Banyaknya sosmed di semua jaringan social membuat semua orang bisa melakukan apasaja untuk kepuasan dirinya. Seperti yang dilakukan oelh pemuda ini. Seorang pedofil bernama Paul Leighton menipu puluhan remaja di seluruh dunia untuk mengiriminya selfie telanjang dan video seronok. Foto dan video itu kemudian dipakai Leighton memaksa ABG (Anak Baru Gede) dan remaja putri melakukan aktivitas seks dengan keluarga terdekatnya.

Dengan akun palsu yang menggunakan profil ABG, ia kemudian berteman dengan remaja asal Inggris, Kanada, Amerika Serikat, hingga Australia. Setelah berteman dengan remaja dari sejumlah negara itu, kemudian melakukan kontak dengan mereka dan membuat mereka mengirimkan foto tidak senonoh masing-masing.

Lalu ia menggunakan gambar-gambar itu untuk memaksa mereka agar menyerang keluarga yang lebih muda dengan mengancam bahwa foto itu akan ia sebar ke teman, keluarga dan teman sekolah jika mereka tidak mematuhi perintahnya.

Anak berusia 14 tahun itu awalnya ditipu untuk percaya bahwa dia sedang berbicara dengan seorang gadis, lalu meminta dikirimi foto telanjang. Ia kemudian dipaksa berulang kali memperkosa keponakannya sendiri yang masih berusia satu tahun. Ia mengancam remaja tersebut bahwa dia akan memposting video tentang kekerasan seksual itu secara online jika dia tidak berbuat lebih banyak. Anak laki-laki tersebut sejak itu didakwa oleh pihak berwenang AS karena pemerkosaan terhadap kemenakannya.

Leighton penderita pedofil juga menjebak seorang gadis berusia 13 tahun di Tennessee dan memaksanya berhubungan seks dengan kakaknya. ABG itu sempat memohon kepada Leighton untuk menghapus foto-foto yang dia kirimkan kepadanya, tapi pelaku menolak. ABG itu pun terpaksa menyerahkan keperawanannya kepada saudara laki-lakinya yang sekarang juga didakwa melakukan incest dan pemerkosaan.

Hakim menilai Leighton sangat berbahaya dan menimbulkan risiko pada anak-anak di Inggris dan luar negeri. Hakim Robert Adams mengatakan kepada Leighton, “Anda telah secara efektif menghancurkan kehidupan orang-orang ini yang dengannya Anda membuat ancaman ini.” 

Inspektur Michael Barton, ahli forensik digital yang memimpin penyelidikan, mengatakan bahwa kasus tersebut menunjukkan bahaya remaja berbicara kepada orang asing secara online. “Sayangnya kita hidup di dunia di mana makhluk jahat dan keji seperti Paul Leighton memanfaatkan anak muda menggunakan internet,” ujarnya.

Penjahat Pedofil sudah banyak bahkan di Indonesia juga sudah banyak yang memakan korban, semua bermula dari sosmed. Berhati-hatilah para orang tua yang memiliki anak ABG atau remaja.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Puasa Syawal Sebaiknya tidak Dekat dengan Hari Raya Idul Fitri
29 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Puasa di Bulan Syawal biasanya banyak dilakukan umat muslim satu atau dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal. Dari Syeikh Muhammad Mukhtar ...
Rumah di Tepi Pantai Bikin Hidup Lebih Bahagia
22 Januari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Rutinitas yang padat membuat tubuh dan pikiran penat sehingga perlu adanya hiburan yang bisa merefresh otak agar tidak stress. Salah satu cara ...
AS berhasil menguji sistem anti-rudal Thaad di Pasifik
12 Juli 2017, by Slesta
Militer AS mengatakan bahwa sistem pertahanan rudal Thaad yang kontroversial berhasil melesakkan target selama tes di atas Samudra Pasifik. Thaad, atau ...
Jualan untung
18 April 2017, by herline
Jualan Untung Gede...Apa Kata Islam - Dalam Islam berdagang merupakan profesi yang mulia. Berdagang merupakan cara yang efektif untuk mendapatkan keuntungan ...
Mengubah Anestesi Bisa Membantu Rumah Sakit Mengurangi Emisi Secara Drastis
11 Desember 2017, by Slesta
Ruang operasi rumah sakit menghasilkan ribuan ton gas rumah kaca setiap tahun, namun mengganti jenis anestesi yang digunakan dalam operasi dapat membantu ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab