Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Hasil Riset: Indonesia Ternyata Termasuk yang Malas Gerak

Hasil Riset: Indonesia Ternyata Termasuk yang Malas Gerak

13 Juli 2017 | Dibaca : 970x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Ilmuwan Amerika memanfaatkan ponsel untuk mendapatkan data seberapa aktif seseorang. Data yang mereka ambil tidak hanya berskala nasional tapi dunia.

Pada data yang diperoleh Analisis Stanford University , menunjukkan jumlah rerata harian langkah manusia adalah 4.961.

Rerata terbanyak langkah harian didapat oleh Hongkong dengan 6.880 langkah per hari. Untuk Indonesia sendiri, rerata 3.513 langkah per hari. Dengan hasil ini, Indonesia berada di peringkat bawah dan menunjukkan bahwa orang Indonesia dasarnya bersifat 'mager' (malas gerak).

Tidak hanya untuk menunjukkan langkah harian, temuan ini juga mengungkap rincian menarik lainnya yang bisa membantu mengatasi obesitas.

Kebanyakan ponsel memiliki accelerometer built-in yang dapat merekam langkah dan para ilmuwan peneliti menggunakan data anonim lebih dari 700.000 orang yang menggunakan aplikasi pemantauan aktivitas Argus.

"Penelitian ini 1.000 kali lebih besar daripada studi sebelumnya pada gerakan manusia,” ujar Scott Delp, seorang profesor bioteknologi dan salah satu ilmuwan peneliti, seperti dilansir dari BBC, Rabu 12 Juli 2017.

"Sebelumnya telah ada beberapa survei kesehatan menarik dilakukan, tetapi penelitian baru kami menyediakan data dari lebih banyak negara, lebih banyak subjek, dan melacak aktivitas masyarakat secara berkelanjutan. Ini membuka pintu untuk cara-cara baru melakukan sains pada skala yang jauh lebih besar dari yang pernah kita lakukan sebelumnya,” ujarnya.

Temuan ini telah diterbitkan dalam jurnal Nature. Menurut si peneliti, hasil ini memberikan wawasan penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Dari data ini, menunjukkan bahwa jumlah langkah tidak berbanding lurus dengan tingkat obesitas. Penyebab obesitas adalah ketimpangan aktifitas. Semakin besar ketimpangan, semakin tinggi obesitas.

Tim Althoff, salah satu ilmuwan peneliti, mengatakan: "Sebagai contoh, Swedia memiliki salah satu kesenjangan terkecil antara aktivitas orang kaya dan miskin, dan juga salah satu yang memiliki tingkat obesitas terendah.”
Sementara Amerika Serikat dan Meksiko keduanya memiliki langkah rata-rata sama, tetapi AS memiliki ketimpangan aktivitas dan tingkat obesitas yang lebih tinggi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Evolusi Hewan Laut ke Darat
23 Maret 2018, by Maman Soleman
Penelitian terbaru menemukan bahwa evolusi yang kompleks dari pinggul ikan menjadi pinggul hewan berkaki merupakan proses yang lebih sederhana daripada ...
Film Naura and Genk Dituduh Lecehkan Agama
24 November 2017, by Admin
Tampang.com  – Di tengah masa promonya, film musikal anak Naura & Genk Juara mendapatkan respons negatif. Film arahan sutradara Eugene Panji itu ...
Inilah Cara Atasi Konflik dengan Rekan Kerja
18 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam bekerja, kita akan membina hubungan keluarga sama halnya dengan keluarga kita sendiri. Kita akan secara intens bertemu dengan atasan, ...
Hati-Hati! Sering Menyantap Makanan Asin Bisa Buat Otak Lemot Loh
17 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika dikenalkan dengan makanan asin, rasanya semua orang menyukainya. Rasa asin yang ada membuat kita ketagihan dan selalu ingin untuk minta ...
Kembangkan Taksi Udara, Volocopter Mendapatkan Kucuran Rp 400 M dari Daimler
4 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Rencana perusahaan Jerman, Volocopter menciptakan transportasi pribadi untuk jalur udara kini telah melangkah lebih ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab