Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Gempa dan Khalifah Umar

Gempa dan Khalifah Umar

24 Januari 2018 | Dibaca : 765x | Penulis : Zeal

Suatu kali di Madinah terjadi gempa bumi. Rasulullah SAW lalu meletakkan kedua tangannya di atas tanah dan berkata, "Tenanglah … belum datang saatnya bagimu.'' Lalu, Nabi SAW menoleh ke arah para sahabat dan berkata, "Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian … maka jawablah (buatlah Allah ridha kepada kalian)!"

Sepertinya, Umar bin Khattab RA mengingat kejadian itu. Ketika terjadi gempa pada masa kekhalifahannya, ia berkata kepada penduduk Madinah, "Wahai Manusia, apa ini? Alangkah cepatnya apa yang kalian kerjakan (dari maksiat kepada Allah)? Andai kata gempa ini kembali terjadi, aku tak akan bersama kalian lagi!"

Seorang dengan ketajaman mata bashirah seperti Umar bin Khattab bisa, merasakan bahwa kemaksiatan yang dilakukan oleh para penduduk Madinah, sepeninggal Rasulullah dan Abu Bakar As-Shiddiq telah mengundang bencana.

Umar pun mengingatkan kaum Muslimin agar menjauhi maksiat dan segera kembali kepada Allah. Ia bahkan mengancam akan meninggalkan mereka jika terjadi gempa kembali. Sesungguhnya bencana merupakan ayat-ayat Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya, jika manusia tak lagi mau peduli terhadap ayat-ayat Allah.

Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Al-Jawab Al-Kafy mengungkapkan, "Dan terkadang Allah menggetarkan bumi dengan guncangan yang dahsyat, menimbulkan rasa takut, khusyuk, rasa ingin kembali dan tunduk kepada Allah, serta meninggalkan kemaksiatan dan penyesalan atas kekeliruan manusia. Di kalangan Salaf, jika terjadi gempa bumi mereka berkata, 'Sesungguhnya Tuhan sedang menegur kalian'.''

Khalifah Umar bin Abdul Aziz juga tak tinggal diam saat terjadi gempa bumi pada masa kepemimpinannya. Ia segera mengirim surat kepada seluruh wali negeri, Amma ba'du, sesungguhnya gempa ini adalah teguran Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan saya telah memerintahkan kepada seluruh negeri untuk keluar pada hari tertentu, maka barangsiapa yang memiliki harta hendaklah bersedekah dengannya."

"Allah berfirman, 'Sungguh beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan tobat ataupun zakat). Lalu, dia mengingat nama Tuhannya, lalu ia sembahyang." (QS Al-A'laa [87]:14-15).  

Lalu katakanlah apa yang diucapkan Adam AS (saat terusir dari surga), 'Ya Rabb kami, sesungguhnya kami menzalimi diri kami dan jika Engkau tak jua ampuni dan menyayangi kami, niscaya kami menjadi orang-orang yang merugi."

"Dan katakan (pula) apa yang dikatakan Nuh AS :  "Jika Engkau tak mengampuniku dan merahmatiku, aku sungguh orang yang merugi".

Dan katakanlah doa Yunus AS, 'La ilaha illa anta Subhanaka inni kuntu minadhzdhzolimiin..."Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim'."

Jika saja kedua Umar  ada bersama kita, mereka tentu akan marah dan menegur dengan keras, karena rentetan "teguran" Allah itu tidak kita hiraukan bahkan cenderung diabaikan. Maka, sebelum Allah menegur kita lebih keras,  inilah saatnya kita menjawab teguran-Nya.

Labbaika Ya Allah..., kami kembali kepada-Mu....
Wallahu a'lam....

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Perjalanan Waktu Secara Matematis Mungkin Dilakukan
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Ben Tippett, seorang instruktur matematika dan fisika di kampus Okanagan UBC, baru-baru ini menerbitkan sebuah studi tentang kemungkinan perjalanan waktu. ...
Masih Ada Waktu, Metabolik Perokok yang telah Berhenti Ternyata bisa Membaik
3 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Bahkan setelah bertahun-tahun merokok, tubuh memiliki kemampuan luar biasa untuk memperbaiki dirinya sendiri. Dalam sebuah studi yang muncul di ACS ...
Cerita Pengalaman Aktor Ganteng Hollywood Saat Adegan Intim
30 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Tak banyak yang mengetahui, pemain film juga menderita melakukan adegan seks. Beberapa dari mereka menyebutkan kesulitannya dalam beberapa ...
menpan
23 Juli 2017, by Zeal
tampang.com - Beberapa waktu yang lalu, sidang paripurna DPR yang mengesahkan keputusan mengenai RUU Pemilu, berjalan dengan sangat dinamis. Salahsatunya ...
Sejarah Ditemukan "Waktu"
18 April 2018, by oteli w
Sejarah Ditemukan "Waktu"   Satu hari 24 jam. Satu jam 60 menit. Satu menit 60 detik. Begitulah cara manusia mengukur waktu pada saat ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab