Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
buni yani

Fahira Idris: Semoga Pembelaan Hakim, Jadi Pertimbangan Sidang Buni Yani

9 Mei 2017 | Dibaca : 1233x | Penulis : Tonton Taufik

Jakarta, 9 Mei 2017—Pernyatan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yang secara tegas menolak pendapat Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) serta penasihat hukumnya yang menuduh Buni Yani sebagai biang keresahan dan kegaduhan di masyarakat akibat pidato Ahok yang meyinggung Al-Quran di Kepuluan Seribu, diharapkan jadi pertimbangan utama hakim dalam mengadili perkara Buni Yani yang akan digelar tidak lama lagi. 

“Pernyataan hakim dan vonis hari ini membuat sangkaan kepada Buni Yani yaitu pencemaran nama baik dan penghasutan yang berbau SARA dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun, tidak relevan lagi. Namun, karena proses ini sudah berjalan, biarlah nanti hakim yang memutuskan. Dan saya yakin pembelaan majelis hakim kepada Buni Yani pada sidang hari ini akan menjadi pertimbangan persidangan yang akan mengadili Buni Yani nanti. Mudah-mudahan Buni Yani akan bertemu dengan keadilan,” ujar Senator Jakarta Fahira Idris di Jakarta (9/5). 

  • Fahira mengungkapkan, fakta lain dari persidangan hari ini yang dapat dijadikan pertimbangan kuat Majelis Hakim yang nanti akan mengadili Buni Yani adalah pernyataan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang menyatakan bahwa yang menimbulkan keresahan di masyarakat bukanlah karena unggahan Buni Yani. 

“Yang buat masyarakat resah itu adalah ucapan Ahok yang diunggah Pemprov DKI Jakarta ke Youtube, bukan karena unggahan Buni Yani. Jadi tuduhan Buni Yani menghasut, patah dengan sendirinya. Tuduhan mencemarkan nama baik Ahok juga terbantah, karena yang bersangkutan sudah diputuskan pengadilan bersalah karena menodai agama,” jelas Wakil Ketua Komite III DPD ini. 

Sebagai informasi, saat ini Buni Yani sedang menunggu jadwal persidangan karena oleh Polisi dan Jaksa dianggap telah melanggar Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara atau denda paling banyak Rp1 miliar, lantaran telah menshare video pidato Ahok yang menyinggung Al-Maidah 51. #

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Punya Kerutan Di Wajah? Ini Solusinya
19 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Pingin tampil cantik tapi gak Pd sama kerutan diwajah,,, kenapa takut? Banyak cara dan solusi untuk menghilangan semua. Memang kerutan diwajah ...
pileg
4 Juli 2017, by Zeal
TAHAPAN TENTATIF PEMILU SERENTAK PILEG DAN PILPRES 2019 1. Verifikasi partai politik peserta Pemilu pada 1 Oktober 2017. 2. Penetapan parpol peserta ...
Ini Fakta tentang Flakka, Narkoba yang Bikin Pecandunya Seperti Zombie
29 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Seminggu terakhir ini banyak pengguna media sosial yang mengunggah video para pemakai narkoba Flakka. Flakka merupakan jenis narkoba baru yang ...
Sri Mulyani Segera Ajukan Usulan Pembahasan RUU Redominasi Kepada Baleg DPR
29 Agustus 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan segera mengajukan usulan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Redenominasi atau penyederhanaan nilai rupiah ...
Mikroba Dapat Bantu Seimbangkan Siklus Nitrogen?
24 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Penelitian baru dari ahli mikrobiologi Universitas Alberta dan Universitas Wina memberikan wawasan mengenai siklus nitrogen Bumi, mereka mengidentifikasi dan ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab