Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
buni yani

Fahira Idris: Semoga Pembelaan Hakim, Jadi Pertimbangan Sidang Buni Yani

9 Mei 2017 | Dibaca : 1269x | Penulis : Tonton Taufik

Jakarta, 9 Mei 2017—Pernyatan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yang secara tegas menolak pendapat Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) serta penasihat hukumnya yang menuduh Buni Yani sebagai biang keresahan dan kegaduhan di masyarakat akibat pidato Ahok yang meyinggung Al-Quran di Kepuluan Seribu, diharapkan jadi pertimbangan utama hakim dalam mengadili perkara Buni Yani yang akan digelar tidak lama lagi. 

“Pernyataan hakim dan vonis hari ini membuat sangkaan kepada Buni Yani yaitu pencemaran nama baik dan penghasutan yang berbau SARA dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun, tidak relevan lagi. Namun, karena proses ini sudah berjalan, biarlah nanti hakim yang memutuskan. Dan saya yakin pembelaan majelis hakim kepada Buni Yani pada sidang hari ini akan menjadi pertimbangan persidangan yang akan mengadili Buni Yani nanti. Mudah-mudahan Buni Yani akan bertemu dengan keadilan,” ujar Senator Jakarta Fahira Idris di Jakarta (9/5). 

  • Fahira mengungkapkan, fakta lain dari persidangan hari ini yang dapat dijadikan pertimbangan kuat Majelis Hakim yang nanti akan mengadili Buni Yani adalah pernyataan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang menyatakan bahwa yang menimbulkan keresahan di masyarakat bukanlah karena unggahan Buni Yani. 

“Yang buat masyarakat resah itu adalah ucapan Ahok yang diunggah Pemprov DKI Jakarta ke Youtube, bukan karena unggahan Buni Yani. Jadi tuduhan Buni Yani menghasut, patah dengan sendirinya. Tuduhan mencemarkan nama baik Ahok juga terbantah, karena yang bersangkutan sudah diputuskan pengadilan bersalah karena menodai agama,” jelas Wakil Ketua Komite III DPD ini. 

Sebagai informasi, saat ini Buni Yani sedang menunggu jadwal persidangan karena oleh Polisi dan Jaksa dianggap telah melanggar Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara atau denda paling banyak Rp1 miliar, lantaran telah menshare video pidato Ahok yang menyinggung Al-Maidah 51. #

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

nasi goreng hitam
5 Mei 2017, by Ayu
Jenis kuliner hitam memang lagi hits baru-baru ini serta sudah menjadi Tren Kuliner Hitam yang harus Kalian Coba. Perlu diketahui bahwa Warna hitam dari ...
Penemuan Dinosaurus Baru yang Mirip Burung Modern
27 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Gurun Mongolia telah dikenal selama beberapa dekade untuk rangkaian dinosaurus yang menakjubkan, yang memberikan kilasan yang sangat langka pada perilaku dalam ...
Nyamannya Hidup, Ketika Kita Berani Berkata 'Tidak'
15 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Membuat orang lain senang tak selamanya membuat diri kita menjadi senang dan nyaman juga. Hal ini karena ketika kita takut untuk berkata ...
NASA Gunakan Detektor Asteroid Berbahaya untuk Selamatkan Sebuah Kota
24 Maret 2018, by Maman Soleman
Mencari asteroid yang berbahaya bagi bumi tidaklah semudah yang kita kira. Asteroid sulit untuk dilihat dari permukaan planet karena kondisi yang gelap dan ...
Thor Ragnarok Tembus Empat Besar Film Box Office
7 November 2017, by Admin
LOS ANGELES – Di Indonesia, sudah hampir dua pekan Thor: Ragnarok diputar. Jumlah penonton mungkin sudah tidak seramai akhir Oktober. Meski begitu, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite