Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Dato Karamah, Sang Penyebar Islam di Palu, Sulawesi Tengah

Dato Karamah, Sang Penyebar Islam di Palu, Sulawesi Tengah

18 Juli 2018 | Dibaca : 745x | Penulis : Maman Soleman

Hanya sedikit tempat wisata spiritual di Kota Palu dan sekitarnya. Salah satunya adalah Situs Bersejarah Makam Dato Karamah, tokoh Minang yang pertama kali menyebarkan Islam di daerah tersebut.

Nama Dato Karamah memang tidak setenar nama para Wali Songo di Jawa atau Sultan Suriansyah di Tanah Banjar, Kalimantan Selatan. Selain sebagai tokoh agama, Wali Songo dan Sultan Suriansyah adalah petinggi kerajaan, sedangkan Dato Karamah hanyalah warga biasa. Kendati demikian, jasa Dato Karamah sama besar dan mulia dengan para tokoh tersohor tadi. Dari Dato Karamah inilah warga Palu dan sekitarnya mengenal agama Islam yang kini menjadi agama mayoritas di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu.

Makam Dato Karamah terletak di tanah lapang. Di depan pintu masuk, ada papan nama kecil bertuliskan Situs Purbakala Makam Dato Karamah. Kendaraan hanya boleh sampai di depan gang. Sisa jarak 200 meter ke dalam makam harus dilalui dengan berjalan kaki, di atas jalan tanah (yang kalau musim hujan tiba pasti berlumpur) sekira satu meter.

Dari jauh, tampak bangunan beton berarsitektur rumah gadang khas Sumatra Barat. Konstruksi rumahnya mengikuti rumah adat Sumatra Barat sebab Dato Karamah berasal dari Tanah Minang. Dari rumah itulah terdapat makam Dato Karamah. Di samping bangunan tadi ada rumah panggung kecil milik Aziz Muhamad Paderu, juru kunci situs makam tersebut.

Kompleks makam tersebut selalu dalam keadaan terkunci, tetapi pengunjung yang hendak berziarah tidak akan mengalami kesulitan sebab keluarga Aziz Paderu selalu siap membukakannya. Ada 21 makam dalam kompleks situs bersejarah itu. Ada pula makam istri Dato, makam kerabat, dan makam para pengikut setianya.

Bagaimana kisah Dato Karamah berada di Palu? Alkisah, Dato Karamah dan istrinya terdampar di perairan Palu pada abad ke-16 atau ke-17. Mereka sedang dalam pelayaran ke timur. Akan tetapi, perahu yang mereka tumpangi karam dihantam badai. Mereka terdampar di Karampe, lalu menyeberang ke Palu. Di Palu, mereka mendarat di Panggona. Kampung Panggona ini kemudian diubah namanya oleh Dato Karamah menjadi Kampung Lere. Alasannya, di kawasan ini terdapat banyak rumput kalere.

Dato Karamah dan keluarganya menetap di kampung tersebut. Selain berdagang, Dato juga menjadi guru agama Islam untuk warga sekitar yang ketika itu masih menganut kepercayaan leluhur. Dato Karamahlah yang pertama kali menyebarkan agama Islam di Palu dan sekitarnya, sedangkan agama Islam yang masuk Lewu (satu kabupaten di Sulawesi Tengah) masuk dari Ternate, dibawa oleh pedagang Makassar dan Arab.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

sudrajat
3 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Beberapa hari yang lalu, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (Asyik) melakukan kegiatan kampanye. Dalam ...
Anak di bully  kicau di Twitter  Paman yang Balas
6 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Siapa tak kenal Alissa Wahid, terutama para petinggi dan politikus,putri sulung presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) baru ...
Kefir, Si Kecil Sejuta Manfaat
1 Juli 2017, by Rachmiamy
Kita terutama kaum wanita pasti tak asing dengan kata Kefir. Saat ini kefir sangat populer di dunia kecantikan. Ada produk kecantikan seperti masker, toner, ...
Terlalu Banyak Konsumsi Minuman Beralkohol Bisa Memicu Kanker Kulit Melanoma
3 Juli 2018, by Maman Soleman
Di Inggris, peminum alkohol biasa bersantai, minum di bawah sinar matahari tanpa pakaian ataupun krim kulit. Namun di balik kenyamanan menikmati waktu senggang ...
Iran Mengharapkan Tantangan Produksi Minyak
21 Mei 2018, by Slesta
Mungkin sulit bagi Teheran untuk terus mengejar tolok ukur produksi minyak dalam menghadapi kemungkinan tekanan sanksi, kata menteri perminyakan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview