Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Dato Karamah, Sang Penyebar Islam di Palu, Sulawesi Tengah

Dato Karamah, Sang Penyebar Islam di Palu, Sulawesi Tengah

18 Juli 2018 | Dibaca : 1842x | Penulis : Maman Soleman

Hanya sedikit tempat wisata spiritual di Kota Palu dan sekitarnya. Salah satunya adalah Situs Bersejarah Makam Dato Karamah, tokoh Minang yang pertama kali menyebarkan Islam di daerah tersebut.

Nama Dato Karamah memang tidak setenar nama para Wali Songo di Jawa atau Sultan Suriansyah di Tanah Banjar, Kalimantan Selatan. Selain sebagai tokoh agama, Wali Songo dan Sultan Suriansyah adalah petinggi kerajaan, sedangkan Dato Karamah hanyalah warga biasa. Kendati demikian, jasa Dato Karamah sama besar dan mulia dengan para tokoh tersohor tadi. Dari Dato Karamah inilah warga Palu dan sekitarnya mengenal agama Islam yang kini menjadi agama mayoritas di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu.

Makam Dato Karamah terletak di tanah lapang. Di depan pintu masuk, ada papan nama kecil bertuliskan Situs Purbakala Makam Dato Karamah. Kendaraan hanya boleh sampai di depan gang. Sisa jarak 200 meter ke dalam makam harus dilalui dengan berjalan kaki, di atas jalan tanah (yang kalau musim hujan tiba pasti berlumpur) sekira satu meter.

Dari jauh, tampak bangunan beton berarsitektur rumah gadang khas Sumatra Barat. Konstruksi rumahnya mengikuti rumah adat Sumatra Barat sebab Dato Karamah berasal dari Tanah Minang. Dari rumah itulah terdapat makam Dato Karamah. Di samping bangunan tadi ada rumah panggung kecil milik Aziz Muhamad Paderu, juru kunci situs makam tersebut.

Kompleks makam tersebut selalu dalam keadaan terkunci, tetapi pengunjung yang hendak berziarah tidak akan mengalami kesulitan sebab keluarga Aziz Paderu selalu siap membukakannya. Ada 21 makam dalam kompleks situs bersejarah itu. Ada pula makam istri Dato, makam kerabat, dan makam para pengikut setianya.

Bagaimana kisah Dato Karamah berada di Palu? Alkisah, Dato Karamah dan istrinya terdampar di perairan Palu pada abad ke-16 atau ke-17. Mereka sedang dalam pelayaran ke timur. Akan tetapi, perahu yang mereka tumpangi karam dihantam badai. Mereka terdampar di Karampe, lalu menyeberang ke Palu. Di Palu, mereka mendarat di Panggona. Kampung Panggona ini kemudian diubah namanya oleh Dato Karamah menjadi Kampung Lere. Alasannya, di kawasan ini terdapat banyak rumput kalere.

Dato Karamah dan keluarganya menetap di kampung tersebut. Selain berdagang, Dato juga menjadi guru agama Islam untuk warga sekitar yang ketika itu masih menganut kepercayaan leluhur. Dato Karamahlah yang pertama kali menyebarkan agama Islam di Palu dan sekitarnya, sedangkan agama Islam yang masuk Lewu (satu kabupaten di Sulawesi Tengah) masuk dari Ternate, dibawa oleh pedagang Makassar dan Arab.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tips Menikmati Penerbangan Selama di Pesawat
31 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Tidak semua orang dapat tidur di pesawat, terutama mereka yang mudah terganggu dengan suara-suara, keramaian orang yang lalu lalang, dan tidak mudah stress. ...
Labu tak Sekadar Buat Kolak, Tapi Bisa Mencegah Kanker Prostat dan Menguatkan Lambung
23 Mei 2018, by Maman Soleman
Di bulan puasa sejumlah keluarga biasanya menyajikan menu-menu favorit yang tidak biasa disediakan di hari-hari biasa. Salah satu menu favorit keluarga adalah ...
Mengenal Sejarah Kebaya di Indonesia
24 Mei 2018, by oteli w
Tampang.com - Baju kebaya sendiri adalah pakaian tradisional yang dikenakan oleh wanita Indonesia yang dibuat dari kain kasa yang dipadu padankan dengan ...
Terapi Air Hangat yang Sangat Baik Bagi Kesehatan Tubuh
14 Januari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Tubuh kita sebagian besar terdiri dari air, bahkan otak sebagai pusat penggerak semua organ tubuh, sebagian besar berisi air, oleh karena ...
Atasi Bekas Luka Bakar dengan Mudah dan Murah
9 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Bekas luka bakar adalah salah satu hal yang menjengkelkan pada kulit setelah masalah jerawat ataupun komedo.  Ada banyak bahan alami yang digunakan dalam ...
Berita Terpopuler
Polling
Permadi Arya dibayar APBN atau Bukan?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview