Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Dato Karamah, Sang Penyebar Islam di Palu, Sulawesi Tengah

Dato Karamah, Sang Penyebar Islam di Palu, Sulawesi Tengah

18 Juli 2018 | Dibaca : 1744x | Penulis : Maman Soleman

Hanya sedikit tempat wisata spiritual di Kota Palu dan sekitarnya. Salah satunya adalah Situs Bersejarah Makam Dato Karamah, tokoh Minang yang pertama kali menyebarkan Islam di daerah tersebut.

Nama Dato Karamah memang tidak setenar nama para Wali Songo di Jawa atau Sultan Suriansyah di Tanah Banjar, Kalimantan Selatan. Selain sebagai tokoh agama, Wali Songo dan Sultan Suriansyah adalah petinggi kerajaan, sedangkan Dato Karamah hanyalah warga biasa. Kendati demikian, jasa Dato Karamah sama besar dan mulia dengan para tokoh tersohor tadi. Dari Dato Karamah inilah warga Palu dan sekitarnya mengenal agama Islam yang kini menjadi agama mayoritas di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu.

Makam Dato Karamah terletak di tanah lapang. Di depan pintu masuk, ada papan nama kecil bertuliskan Situs Purbakala Makam Dato Karamah. Kendaraan hanya boleh sampai di depan gang. Sisa jarak 200 meter ke dalam makam harus dilalui dengan berjalan kaki, di atas jalan tanah (yang kalau musim hujan tiba pasti berlumpur) sekira satu meter.

Dari jauh, tampak bangunan beton berarsitektur rumah gadang khas Sumatra Barat. Konstruksi rumahnya mengikuti rumah adat Sumatra Barat sebab Dato Karamah berasal dari Tanah Minang. Dari rumah itulah terdapat makam Dato Karamah. Di samping bangunan tadi ada rumah panggung kecil milik Aziz Muhamad Paderu, juru kunci situs makam tersebut.

Kompleks makam tersebut selalu dalam keadaan terkunci, tetapi pengunjung yang hendak berziarah tidak akan mengalami kesulitan sebab keluarga Aziz Paderu selalu siap membukakannya. Ada 21 makam dalam kompleks situs bersejarah itu. Ada pula makam istri Dato, makam kerabat, dan makam para pengikut setianya.

Bagaimana kisah Dato Karamah berada di Palu? Alkisah, Dato Karamah dan istrinya terdampar di perairan Palu pada abad ke-16 atau ke-17. Mereka sedang dalam pelayaran ke timur. Akan tetapi, perahu yang mereka tumpangi karam dihantam badai. Mereka terdampar di Karampe, lalu menyeberang ke Palu. Di Palu, mereka mendarat di Panggona. Kampung Panggona ini kemudian diubah namanya oleh Dato Karamah menjadi Kampung Lere. Alasannya, di kawasan ini terdapat banyak rumput kalere.

Dato Karamah dan keluarganya menetap di kampung tersebut. Selain berdagang, Dato juga menjadi guru agama Islam untuk warga sekitar yang ketika itu masih menganut kepercayaan leluhur. Dato Karamahlah yang pertama kali menyebarkan agama Islam di Palu dan sekitarnya, sedangkan agama Islam yang masuk Lewu (satu kabupaten di Sulawesi Tengah) masuk dari Ternate, dibawa oleh pedagang Makassar dan Arab.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Korea Selatan Untuk Mengekang Perdagangan Kriptocurrency
13 Desember 2017, by Slesta
Korea Selatan dapat mengenakan pajak atas capital gain yang dibuat berdasarkan kripto-gurrency sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mengendalikan ...
Memetakan Otak dari Neuron ke Neuron
20 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Seorang matematikawan dan ilmuwan komputer Universitas Johns Hopkins bergabung dengan tim ilmuwan syaraf internasional untuk membuat peta pembelajaran dan ...
Terbaru, 13 orang Korban Meninggal Dunia Bom Bunuh Diri di Surabaya
13 Mei 2018, by Zeal
Tampang.com - Korban Jiwa aksi teror pada Ahad (13/5) bertambah. Kabid Humas Polda Jatim, kombes Pol Frans Barung Mangera, menyatakan bahwa ada tambahan korban ...
Mobil Tabrak 5 Sepeda Motor Karena Nyetir Sambil Gendong Anak
19 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kecelakaan karambol terjadi di Jalan Raya Mijen tepat sebelum Kantor Kecamatan Mijen pada hari Senin (19/6/2017). Kecelakaan ini melibatkan satu ...
WHO: Jelang 2050, Hampir 1 Miliar Orang dapat Kehilangan Pendengarannya
5 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Berkenaan dengan peringatan Hari Pendengaran Dunia yang jatuh pada 3 Maret kemarin, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa 1 dari ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab