Tutup Iklan
powerman
  
login Register
kegiatan mendongeng

Cinta Buku Lewat Kegiatan Mendongeng

3 Juli 2017 | Dibaca : 530x | Penulis : Dika Mustika

Beberapa waktu lalu, aku mengunjungi seorang teman di kawasan salah satu terminal di Kota Bandung. Awalnya, tujuan aku ke sana untuk menjalankan salah satu tugas yang diberikan oleh yayasan di mana aku bekerja. Aku diminta untuk survei ke beberapa tempat tentang minat membaca anak. Nah, ketika survei, aku dibantu dengan temanku melakukan kegiatan story telling di kawasan terminal tersebut. Saat itu ada 25 anak yang menjadi audience kami. Ternyata mereka memiliki kelompok usia yang beragam, mulai dari anak TK hingga anak kelas 3 SMP. Awalnya aku sempat ragu dengan beragamnya kelompok umur ini, tapi alhamdulillah beragamnya kelompok ini justru menciptakan adanya saling berbagi informasi antar mereka.

Di awal kegiatan, aku sempat grogi dan ragu, akankan mereka mendengarkanku? Mengingat ini adalah pertemuan pertamaku dengan mereka. Akankah mereka aktif? Dll. Berbagai kekhawatiran mengisi pikiranku saat itu. Ah, segera kusingkirkan kekhawatiran-kekhawatiran itu dan mulai bertindak! Alias memulai misiku, melihat minat baca mereka melalui kegiatan mendongeng ini. Tak berlama-lama aku pun berkenalan dahulu dengan mereka. Karena yang kurasa, ketika aku mendengar dongeng dari orang yang belum kukenal sebelumnya, seperti terasa tanpa kesan. Dan aku tak ingin kegiatan ini, berujung seperti itu. Akhirnya aku pun memperkenalkan diri dan juga meminta mereka untuk menyebutkan nama mereka. Ok, bagian perkenalan diri sudah, selanjutnya adalah bagian perkenalan buku. Mengapa buku harus dikenalkan juga? Intinya tak kenal maka tak sayang. Perkenalan buku, hanyalah memperlihatkan gambar depan dan menanyakan kepada anak, dapatkah mereka menebak isi buku dari gambarnya, menunjuk juga nama penulis, dan ilustratornya. Untuk data dua terakhir, aku meminta anak yang duduk di paling depan yang membacakannya. Nah, ketika anak mulai penasaran dengan isi bukunya... Itulah saat story telling dimulai.

Setelah story telling, kami tak ingin kegiatan itu berhenti hanya anak mendengarkan cerita saja. Kami ingin melihat sejauh mana pemahaman anak atas dongeng yang didengarnya. Mulailah kemudian anak membahas isi bukunya melalui berbagai kegiatan. Setelah kami mendongeng, anak dibagi ke dalam 5 kelompok untuk menceritakan kembali dongeng yang sudah mereka dengar. Namun, setiap kelompok boleh memilih sendiri mereka akan menceritakan kembali dongeng dalam bentuk lagu, puisi, drama, dll. Ketika mengelompokkan anak, tak perlu kita bingung, saat itu aku hanya meminta mereka berhitung 1 sampai dengan 5, kemudian minta anak yang menyebutkan nomor 1 berkelompok dengan anak yang mendapatkan nomor 1 juga, begitu pula  untuk kelompok 2 hingga 5.

Nah, kekhawatiranku di awal, mengenai beragamnya kelompok umur, hilang sudah. Ternyata, anak yang lebih besar justru dengan inisiatif membantu anak yang masih kesulitan. Di salah satu kelompok, ada salah seorang anak yang masih kesulitan membaca, tapi ia ingin membaca buku di kelompoknya untuk membantu membuat lagu.  Anak yang lebih besar, kemudian membantu mengejakan hurufnya agar anak yang lebih kecil tersebut dapat membacakan cerita yang diinginkannya.

Setelah semua kelompok berhasil menampilkan pemahaman cerita. Tak terasa itulah saatnya untuk mengakhiri kegiatan. Misi awalku yang hanya sekedar survei ternyata memberikanku hal yang lain. Kali itu adalah kali pertama aku berkegiatan dengan mereka, tapi di pertemuan pertama itu, aku langsung jatuh cinta dengan semangat membaca mereka. Buku ternyata bisa mendekatkan juga orang yang awalnya tidak kenal menjadi kenal. Cintailah buku, cintailah membaca, dengan buku kamu bisa pergi ke mana saja, ke siapa saja, kapan saja!

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

5 Tips Dari Neuroscientists tentang Bagaimana Menjadi Bahagia
23 September 2017, by Rindang Riyanti
Ada ribuan tips dan teknik psikologis untuk membantu Anda merasa bahagia dan belajar bersukacita di setiap hari baru. Berikut ini adalah beberapa temuan dari ...
Investari Perdagangan Jangka Panjang untuk Pertumbuhan Ekonomi Bangga
8 November 2017, by Admin
Tampang.com – Pertumbuhan ekonomi kuartal III yang sebesar 5,06 persen masih di bawah ekspektasi. Pasalnya, target pertumbuhan ekonomi pemerintah tahun ...
Akun Media Sosial Di blokir masuk Wilayah China
27 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Belakangan pemerintah cina terus memperkuat sensor negaranya yang dikenal sebagai Great Firewall, seperti peninggalan sejrah tembok besar ...
7 Ciri Ini Menandakan Orang Ber-IQ Tinggi, Kamu Termasuk?
5 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Meskipun Intellegent Quotient (IQ) bukan jadi patokan utama kecerdasan seseorang, namun hingga saat ini masih ada orang yang mendewakan mengenai ...
LDR akan langgeng, Yakin?
9 November 2017, by Slesta
Tampang.com – Long Distance Relationship ( LDR ) adalah sebuah hubungan yang dijalani oleh sepasang kekasih dengan jarak jauh. Hal ini merupakan suatu ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman