Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Cantik Itu Relatif, Berikut Makna “Cantik” Dari Beberapa Suku di Indonesia

Cantik Itu Relatif, Berikut Makna “Cantik” Dari Beberapa Suku di Indonesia

5 Juli 2018 | Dibaca : 757x | Penulis : oteli w

Cantik Itu Relatif, Berikut Makna “Cantik” Dari Beberapa Suku di Indonesia

Cantik itu relatif. Seseorang yang kita anggap cantik belum tentu dianggap cantik juga oleh orang lain, begitupun sebaliknya. Oleh sebab itu, setiap individu ataupun kelompok mempunyai caranya masing-masing untuk memaknai kecantikan. Berikut adalah cara yang dilakukan oleh berbagai suku di Indonesia untuk memaknai kecantikan.

Cantik bagi perempuan suku Mentawai (Sumatra) adalah memiliki gigi yang runcing. Tanpa menggunakan anestesi, mereka mengerik gigi dengan menggunakan pisau kecil dan kayu, atau besi. Praktik tersebut dilakukan turun-temurun untuk memperindah penampilan.  Mereka juga percaya ketika fajar tiba, tubuh manusia akan terpisah dengan sukmanya dan dengan meruncingkan gigi, mereka dapat menjaga keseimbangan tubuh dan jiwa.

Simbol kecantikan perempuan suku Dayak kenyah (Kalimantan), adalah dengan memiliki daun telinga yang panjang. Daun telinga para perempuan ditindik dengan anting logam atau emas. Anting tersebut terus ditambah sekali setahun (sesuai jumlah umur) sehinga semakin lama lubang daun  telinga pun makin besar dan melebar hingga membuat telinga memanjang, bahkan bisa mencapai garis bahu. Makin panjang lobang daun telinga makin cantik.

Sementara itu, tato dijadikan penanda kecantikan bagi perempuan-perempuan di suku Belu, Pulau Timor. Proses pembuatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga tato pun menjadi tolak ukur strata individu, pekerjaan, dan kemampuan. Sebagai penanda kecantikan, perempuan suku Belu memasang tato karena memiliki daya tarik bagi lawan jenis dan merupakan kebanggaan tersendiri bagi mereka.

Lain lagi halnya dengan perempuan di Papua, mereka menilai kecantikan diri dari cara mereka mengepang rambut dengan anyaman khas leluhur masyarakat Papua. Cara mengepangnya tidak sembarangan, perlu keterampilan khusus yang bisa diajarkan ke beberapa generasi. Kondisi iklatannya juga harus kuat dan rapi.

Perempuan suku Batak Karo yang berkaki besar dianggap memancarkan kecantikan lebih kuat. Kecantikan perempuan di sini sangat erat berhubungan dengan konteks ekologi pedesaan, dengan penduduk bermata pencaharian sebagai petani dan kondisi tanah yang berbatu dan berbukit-bukit. Kaki besar melambangkan sosok perempuan yang kuat dan rajin bertani.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tiga Jemaah Masjid Al-Aqsa Tewas, Pemerintah: DK PBB dan OKI Segera ambil Langkah!
22 Juli 2017, by Zeal
Pemerintah Indonesia mengutuk tindakan kekerasan pihak keamanan Israel di kompleks Masjid al-Aqsa yang menyebabkan tiga jemaah tewas dan lebih dari 100 lainnya ...
Pasangan Benny K Harman-Benny A Litelnoni Menyiapkan Program Kartu Petani Sejahtera Bagi Petani di NTT
1 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Pilkada serentak 2018 akan berlangsung sekitar 2 bulan lagi. Pilkada serentak 2018 kali ini jumlahnya lebih banya dibanding pilkada sebelumnya. Kali ini jumlah ...
Orang Kanada Dibunuh Oleh Paus Setelah Menyelamatkannya
12 Juli 2017, by Angga
Paus yang terancam punah menyerang dan membunuh seorang pria Kanada setelah dia melepaskan hewan tersebut dari jaring, kata badan perikanan dan kelautan ...
Corbuzier: Pemakai Narkoba Itu Tolol!
12 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Pembawa acara sekaligus mantan Mentalist ternama Indonesia Deddy Corbuzier mengomentari terkait narkoba yang baru-baru ini menjerat beberapa ...
Sumur  di Tengah Aliran Sungai, Menjadi Destinasi Wisata Mendadak di Probolinggo
5 April 2018, by oteli w
Tampang.com - Sumur di tengah Sungai ini viral melalui sebuah unggahan video berdurasi 54 detik di akun Facebook Abdoel. Video unggahan tersebut telah berhasil ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab