Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Cantik Itu Relatif, Berikut Makna “Cantik” Dari Beberapa Suku di Indonesia

Cantik Itu Relatif, Berikut Makna “Cantik” Dari Beberapa Suku di Indonesia

5 Juli 2018 | Dibaca : 602x | Penulis : oteli w

Cantik Itu Relatif, Berikut Makna “Cantik” Dari Beberapa Suku di Indonesia

Cantik itu relatif. Seseorang yang kita anggap cantik belum tentu dianggap cantik juga oleh orang lain, begitupun sebaliknya. Oleh sebab itu, setiap individu ataupun kelompok mempunyai caranya masing-masing untuk memaknai kecantikan. Berikut adalah cara yang dilakukan oleh berbagai suku di Indonesia untuk memaknai kecantikan.

Cantik bagi perempuan suku Mentawai (Sumatra) adalah memiliki gigi yang runcing. Tanpa menggunakan anestesi, mereka mengerik gigi dengan menggunakan pisau kecil dan kayu, atau besi. Praktik tersebut dilakukan turun-temurun untuk memperindah penampilan.  Mereka juga percaya ketika fajar tiba, tubuh manusia akan terpisah dengan sukmanya dan dengan meruncingkan gigi, mereka dapat menjaga keseimbangan tubuh dan jiwa.

Simbol kecantikan perempuan suku Dayak kenyah (Kalimantan), adalah dengan memiliki daun telinga yang panjang. Daun telinga para perempuan ditindik dengan anting logam atau emas. Anting tersebut terus ditambah sekali setahun (sesuai jumlah umur) sehinga semakin lama lubang daun  telinga pun makin besar dan melebar hingga membuat telinga memanjang, bahkan bisa mencapai garis bahu. Makin panjang lobang daun telinga makin cantik.

Sementara itu, tato dijadikan penanda kecantikan bagi perempuan-perempuan di suku Belu, Pulau Timor. Proses pembuatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga tato pun menjadi tolak ukur strata individu, pekerjaan, dan kemampuan. Sebagai penanda kecantikan, perempuan suku Belu memasang tato karena memiliki daya tarik bagi lawan jenis dan merupakan kebanggaan tersendiri bagi mereka.

Lain lagi halnya dengan perempuan di Papua, mereka menilai kecantikan diri dari cara mereka mengepang rambut dengan anyaman khas leluhur masyarakat Papua. Cara mengepangnya tidak sembarangan, perlu keterampilan khusus yang bisa diajarkan ke beberapa generasi. Kondisi iklatannya juga harus kuat dan rapi.

Perempuan suku Batak Karo yang berkaki besar dianggap memancarkan kecantikan lebih kuat. Kecantikan perempuan di sini sangat erat berhubungan dengan konteks ekologi pedesaan, dengan penduduk bermata pencaharian sebagai petani dan kondisi tanah yang berbatu dan berbukit-bukit. Kaki besar melambangkan sosok perempuan yang kuat dan rajin bertani.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 Survei Cleveland Clinic Menunjukkan Tingkat Pengetahuan CPR yang Rendah di A.S.
13 Februari 2018, by Slesta
Jika seseorang ambruk di depan Anda, bisakah Anda melakukan CPR? Jika Anda menjawab tidak, Anda hampir tidak sendirian. Lebih dari setengah orang Amerika ...
Air Terjun Kakek Bodo di Pasuruan Jawa Timur Ciptakan Suasana Sejuk dan Damai
20 Juli 2018, by Maman Soleman
Tretes merupakan kawasan pegunungan di Kabupaten Pasuruan yang terletak di kaki Gunung Arjuno Welirang. Berada di kawasan pegunungan membuat Tretes kaya ...
Bola-Bola Mie, Sajian Praktis Bikin  Lebaran Tambah Asyik
16 Juni 2018, by oteli w
Bola-Bola Mie, Sajian Praktis Bikin  Lebaran Tambah Asyik   Agar tidak bosan dengan menu makanan yang selalu sama dibulan ramadhan, yuk cobain ...
Heboh Kicauan  Twitter@DitjenPajakRI Tentang Pajak Handphone
19 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Sudah menjadi hal yang tidak aneh bahwa media sosial membuat banyak orang melontarkan pendapat (koment) atas semua yang baru dilihat, dibaca dan ...
Scan Code QR jadi Sistem Mengemis Modern di Tiongkok
18 Desember 2017, by Retno Indriyani
Teknologi yang semakin berkembang pesat bisa dimanfaatkan oleh semua kalangan. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa bisa ikut merasakan perkembangan zaman ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab