Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Cantik Itu Relatif, Berikut Makna “Cantik” Dari Beberapa Suku di Indonesia

Cantik Itu Relatif, Berikut Makna “Cantik” Dari Beberapa Suku di Indonesia

5 Juli 2018 | Dibaca : 325x | Penulis : oteli w

Cantik Itu Relatif, Berikut Makna “Cantik” Dari Beberapa Suku di Indonesia

Cantik itu relatif. Seseorang yang kita anggap cantik belum tentu dianggap cantik juga oleh orang lain, begitupun sebaliknya. Oleh sebab itu, setiap individu ataupun kelompok mempunyai caranya masing-masing untuk memaknai kecantikan. Berikut adalah cara yang dilakukan oleh berbagai suku di Indonesia untuk memaknai kecantikan.

Cantik bagi perempuan suku Mentawai (Sumatra) adalah memiliki gigi yang runcing. Tanpa menggunakan anestesi, mereka mengerik gigi dengan menggunakan pisau kecil dan kayu, atau besi. Praktik tersebut dilakukan turun-temurun untuk memperindah penampilan.  Mereka juga percaya ketika fajar tiba, tubuh manusia akan terpisah dengan sukmanya dan dengan meruncingkan gigi, mereka dapat menjaga keseimbangan tubuh dan jiwa.

Simbol kecantikan perempuan suku Dayak kenyah (Kalimantan), adalah dengan memiliki daun telinga yang panjang. Daun telinga para perempuan ditindik dengan anting logam atau emas. Anting tersebut terus ditambah sekali setahun (sesuai jumlah umur) sehinga semakin lama lubang daun  telinga pun makin besar dan melebar hingga membuat telinga memanjang, bahkan bisa mencapai garis bahu. Makin panjang lobang daun telinga makin cantik.

Sementara itu, tato dijadikan penanda kecantikan bagi perempuan-perempuan di suku Belu, Pulau Timor. Proses pembuatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga tato pun menjadi tolak ukur strata individu, pekerjaan, dan kemampuan. Sebagai penanda kecantikan, perempuan suku Belu memasang tato karena memiliki daya tarik bagi lawan jenis dan merupakan kebanggaan tersendiri bagi mereka.

Lain lagi halnya dengan perempuan di Papua, mereka menilai kecantikan diri dari cara mereka mengepang rambut dengan anyaman khas leluhur masyarakat Papua. Cara mengepangnya tidak sembarangan, perlu keterampilan khusus yang bisa diajarkan ke beberapa generasi. Kondisi iklatannya juga harus kuat dan rapi.

Perempuan suku Batak Karo yang berkaki besar dianggap memancarkan kecantikan lebih kuat. Kecantikan perempuan di sini sangat erat berhubungan dengan konteks ekologi pedesaan, dengan penduduk bermata pencaharian sebagai petani dan kondisi tanah yang berbatu dan berbukit-bukit. Kaki besar melambangkan sosok perempuan yang kuat dan rajin bertani.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Sketsa Dua Wajah Terduga Penyerang Novel Baswedan Selesai dibuat Polisi
31 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kasus Novel Baswedan yang disiram dengan air keras belum juga usai hingga saat ini. Saat ini pelaku sedang di buru oleh polisi. Polisi baru ...
Mungkin Kamu Tak Menyadari, Berikut 6 Penyebab Munculnya Jerawat
5 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang terdapat pada wajah yang sangat mengganggu. Semua orang menginginkan kulit wajahnya tetap halus dan putih ...
Beberapa Mitos Unik Indonesia
18 Mei 2018, by oteli w
Beberapa Mitos Unik Indonesia Berikut ini adalah mitos yang unik - unik yang ada di Indonesia: 1. Pantang duduk di depan pintu Sejak kecil sudah ...
Jawa Barat jadi Daerah Terbanyak Terkena Bencana Alam
20 November 2017, by Admin
  Tampang.com– Di Provinsi Jawa Barat (Jabar) merupakan daerah yang paling banyak rawan bencana. tercatat telah terjadi bencana sebanyak 2.172 ...
Makan Kangkung Bisa Bikin Ngantuk, Benarkah?
12 Agustus 2017, by Rachmiamy
Kangkung merupakan jenis sayuran yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Kangkung dapat diolah menjadi lalapan, tumis kangkung, kangkung saus tiram, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman