Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Benih Pare sampai Bayam Di Ekspor RI ke 10 Negara

Benih Pare sampai Bayam Di Ekspor RI ke 10 Negara

17 April 2018 | Dibaca : 413x | Penulis : Slesta

Tampang.com – Tidak bisa dipungkiri bahwa industri perbenihan lokal mampu bersaing dengan produk benih negara lain di dunia. Pencapaian tersebut dapat menembus pasar di 10 negara.

Seperti yang telah dijelaskan oleh Direktur jenderal Hortikultura Kementrian Pertanian (Kementan), Suwandi bahwa kini Kementan masih terus mendorong peningkatan produksi produk – produk pertanian, hal itu mencakup benih yang memiliki daya saing dan juga mampu masuk ke pasar ekspor.

“Ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian, yakni mendorong ekspor, disamping kebijakan kedaulatan pangan dan menyejahterakan petani,” jelasnya.

Kini , terdapat suatu perusahaan pengekspor benih hortikultura bernama PT Bisi International Tbk (BISI) yang telah mampu mengekspor 10 dari total produksinya lantas diekspor ke luar negeri dan juga hal itu menjadi bagian dari surplus bisnisnya.

Adapun negara tujuan ekspor benih yang ia kembangkan itu sendiri yaitu India, Pakistan, Srilanka, Bangladesh, Myanmar, Vietnam, Malaysia, Thailand, Filipina, dan juga China.

“ Ekspor benih berkaitan beberapa hal seperti kesesuaian jenis varietas yang cocok iklimnya dengan negara tujuan, tetap kita pacu benih sesuai permintaan pasar. Kami ekspor ke ASEAN, Asia Selatan, dan juga China,” tambahnya.

Dalam upaya pengembangan bisnisnya, perusahaan tersebut menargetkan ekspor sebesar 900 ton benih atau dapat disebutkan naik 50 persen dibandingkan 2017. Adapun benih yang diekspor adalah benih pare, cabai, paprika, timun, gambas, melon, waluh, sweet corn, pare welut, semangka, terong, tomat, jagung pulut, kacang panjang, kangkung, bayam, okra, dan buncis. Totalnya mencapai 18 komoditas.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Buang Pemain Bintang MU Siap Pecahkan Nilai Transfer Paul Pogba Untuk Mendatangkan Romelu Lukaku
7 Juli 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Rumor Manchester United (MU) mendatangkan pemain Everton Romelu Lukaku kembali mencuat. Namun kali ini rumor tersebut semakin kuat menyusul penolakan Lukaku ...
game gratis
23 April 2017, by Ayu
Jika dalam ponsel ada terdapat game seru dan gratis pasti Anda akan sangat beruntung memilikinya.  Selain dapat dijadikan sebagai media penghibur, game ...
Amazing World, Game MMO dengan Ragam Pernak-pernik Lucu
5 Juli 2018, by Maman Soleman
Anda sudah bosan dengan game-game online dengan tema yang berat dan menegangkan? Jika kamu memang sudah merasa bosan, mungkin game Amazing World adalah jawaban ...
Menikmati Sensasi Padang Pasir di Gumuk Pasir Parangkusumo Yogyakarta
28 Juli 2018, by Maman Soleman
Yogyakarta tidak pernah kehilangan pesona. Keistimewaannya membuat kita selalu ingin kembali dan kembali lagi. Yogyakarta tidak hanya dikenal karena memiliki ...
Demokrasi Bukanlah Kebebasan Tanpa Batas, Masa Depan Indonesia Ada di Tangan Generasi Milenial
31 Maret 2018, by oteli w
Beruntung saya dan Anda lahir dan jadi rakyat Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang sangat kaya akan kekayaan alam, budaya, serta berbagai keberagaman ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab